
Syukurnya sampai dua minggu ini,Friska,Dahlia,dan Reza belum melakukan pergerakan untuk rencana mereka.Arumi dan Fatih bahkan menemui keluarga mereka di villa pinggiran kota selama seminggu.
"Mereka belum bergerak Mi ?".Tanya Arga saat bertemu dengan Fatih dan Arumi di restoran.
"Belum.Mungkin mereka masih mematangkan rencana mereka dulu".Jawab Arumi.
"Kalian belum berniat untuk merepsikan pernikahan kalian? Orang-orang masih banyak yang belum tahu pernikahan kalian."Ucap Arga melirik ke arah Abi yang hanya terdiam saja.
Abi memang ikut dalam pertemuan ini,hubungan dengan Arga dan Fatih juga mulai membaik.Hanya dangan Arumi masih terasa canggung bagi Abi.
"Setelah semua permasalahan dengan Friska selesai.Aku akan mempersiapkan resepsi pernikahan kami.Aku ingin semua orang tahu siapa istriku".Balas Fatih menatap lembut Arumi.
Arumi menatap balik Fatih dengan senyuman manisnya.Abi berusaha menahan rasa cemburunya saat menatap adegan di depannya.
"Bi,kamu masih menyadap ponselnya Friska ?".Tanya Arga ke arah Abi.
"Iya masih,tapi belum ada yang penting.Sepertinya mereka melakukan pertemuan secara langsung untuk membicarakan rencana mereka".Jawab Abi.
"Sudah dua minggu mereka belum bergerak,apa mereka menyerah ya ?".
"Gak,aku yakin mereka belum menyerah.Laporan dari bodyguard yang aku sewa untuk mengawasi rumah.Reza masih memantau aku dan Arumi.Mungkin mereka menunggu aku dan Arumi lengah".Ujar Fatih yakin.
"Terus apa yang harus kita lakukan ? Para tetua sudah bertanya sampai kapan mereka di villa.Lia juga sudah mendesak untuk pulang karena ingin sekolah".Ucap Arumi.
"Aku ada ide untuk memancing Friska dan lainnya keluar.Aku pikir Friska dan Reza menunggu kalian berpisah sejenak.Apa Arumi selalu kamu antar tiap hari ?".Tanya Abi ke arah Fatih.
"Iya aku selalu antar Arumi kemana-mana".Balas Fatih.
__ADS_1
"Nah itu,Reza dan Friska menunggu kamu tidak bersama Arumi.Akan lebih mudah untuk mereka menculik Arumi kalau Arumi sendirian.Mereka dua minggu yang lalu menunggu Lia yang akan mereka culik,tapi karena Lia tak ada di sini jadinya mereka berniat menculik Arumi"Ujar Abi.
"Benar kata Abi,aku juga baru kepikiran saat ini.Karena melihat Fatih dan Arumi yang selalu sama-sama makanya mereka belum bergerak.Apalagi di rumah Arumi terlihat banyak bodyguard.Pasti mereka menunggu di tempat yang menurut mereka aman untuk menculik Arumi".Ucap Arga
"Apa aku harus pura-pura berantem sama Kak Fatih untuk mereka bergerak ? Jika mereka mengetahui aku dan Kak Fatih berantem mereka mungkin akan keluar dan menculik aku."Tanya Arumi menatap ketiga pria di ruangannya itu bergantian.
"Iya sayang,sepertinya itu ide yang bagus.Mereka terpaksa melakukan ide ini karena rencana mereka yang pertama gagal karena mereka kapok kamu kerjai".Sahut Fatih.
"Hahahaha aku masih merasa lucu melihat rekaman Dahlia sama Friska yang dikerjai.Apalagi itu nenek sihir sampai terpeleset di kolam ikan,untung aja dia gak tercebur di kolam ikan yang airnya penuh dan kotor".Ucap Arga tertawa menginggat kejadian Dahlia yang terpeleset di kolam ikan.
Yang lainnya juga ikut tertawa menginggat kejadian itu.
"Oh ya Fatih,kasus Reza di Malaysia gimana ?".
"Tenang aja Ga,setelah rencana kita berhasil dan menangkap Reza aku akan mengirimkan dia kembali ke Malaysia".
"Sepertinya gak.Salah satu keponakan Nenek sihir itu sepertinya ikut menjalankan rencana mereka.Aku sudah menyelediki keponakan nenek sihir itu".Balas Fatih.
...****************...
"Za,kamu belum bergerak juga ? Ini sudah dua minggu.Aku gak sabar melihat Arumi dan
suaminya berpisah."Tanya Friska saat Reza pulang ke rumah kontrakan mereka.
"Sabar,aku lagi menunggu waktu yang tepa.Aku belum bisa bergerak karena Arumi terus saja bersama Fatih.Aku masih menunggu Arumi pergi sendirian.Aku gak bisa menculik Arumi di depan rumahnya karena rumah itu di jaga beberapa bodyguard".Sahut Reza duduk di kursi tamu sambil meluruskan kakinya di atas meja.
"Aku benar-benar gak sabar untuk menghancurkan Arumi."Ucap Friska dengan tatapannya yang penuh dendam.
__ADS_1
"Urusan Arumi adalah urusan ku.Kamu jangan mencoba menyakiti dia.Urusan Fatih urusan kamu.Kalau kamu memang yakin kalau kamu bisa dengan mudah menggoda Fatih".Ujar Reza tersenyum miring
"Gak bisa gitu dong Za.Biarkan aku setidaknya sekali untuk menampar Arumi.Aku ingin sekali menampar wajahnya yang sok cantik itu".
"Baiklah hanya menampar satu kali saja.Aku belum puas belum menikmati dia,setelah aku puas bolehlah kamu perlakukan dia sepuasnya."Ucap Reza berdiri dan berlalu menuju kamar tidurnya.
'Nikmatilah hidupmu dalam beberapa hari ini Rumi sebelum aku menghancurkan kehidupan indahmu dan merebutmu.Dan kamu akan melihat saat-saat aku menikmati hidup indah yang dulu kamu nikmati.Dan putri tercintamu juga akan aku hancurkan hingga kamu memohon dan berlutut di kakiku.'
...****************...
Reza dan Agus,keponakan Dahlia menatap lurus ke arah rumah yang di tempati Arumi dan Fatih.Di depan rumah itu terdapat beberapa bodyguard yang berjaga.
"Sampai kapan kita mengawasi rumah itu Bang ? Sudah dua minggu kita terus mengawasi rumah itu.Aku takutnya bodyguard itu sadar kita awasi rumah itu".Ucap Agus mulai malas menjalankan tugasnya.
"Kamu bisa diam ! Kamu dibayar bukan untuk protes.Kita tunggu saja perempuan itu pergi sendiri tanpa suaminya.Kalau kita bergerak saat dia bersama suaminya gagal semua rencana kita."Ujar Reza masih terus menatap rumah Arumi.
Agus terdiam,tak ingin dibentak oleh pria brengsek di sampingnya ini.Jika saja dirinya tak butuh uang dalam waktu dekat ini,mana mau dirinya melakukan kejahatan begini.
Reza dan Agus mulai bersiap saat melihat Arumi dan Fatih keluar dari rumah.pagar rumah Arumi memang dibuka saat ini jadi pintu rumah Arumi bisa terlihat dari posisi Reza dan Agus.
Reza tersenyum senang melihat Arumi yang tampaknya bertengkar dengan Fatih.Dirinya merasa ini akan lebih mudah dengan pertengkaran mereka.
Reza meraih ponselnya untuk mengabari Friska.
{Friska,kamu tunggu di markas.Aku dan Agus akan bergerak.Dua jam lagi aku akan sampai di sana}.
Terlihat di sana Arumi yang menampar Fatih,Fatih yang marah segera masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Arumi.Arumi juga masuk ke dalam mobilnya sendiri,melaju meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
Reza mulai menjalankan mobilnya mengikuti Arumi dari belakang.Senyum sinis selalu terpasang di bibirnya.Dirinya tak sabar ingin menikmati tubuh Arumi yang selalu terbayang di otaknya.Apalagi Arumi kaya pastilah senang rasanya menikmati kekayaan itu.Ah Reza sudah tak sabar menikmati itu semua.