
Dokter keluar dari ruangan operasi dengan wajah tak tertebak.Arumi,Fatih dan Rifki mendekat untuk mendengar apa yang akan disampaikan Dokter terntang kondisi Friska dan bayinya.
"Bagaimana keadaan anak saya Dok ?".Tanya Rifki.
"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar.Bu Friska karena dibius total jadi belum sadarkan diri.Kondisinya stabil,bayinya karena prematur jadi harus diletakkan diinkubator.Bayinya berjenis kelamin laki-laki,sempurna Alhamdulillah."Jelas Dokter itu.
Arumi dan lainnya mengucap syukur atas berhasilnya operasi Friska.
Rifki mengikuti Dokter itu untuk melihat cucu pertamanya itu.
Arumi menatap kepergian Omnya itu dengan senyum kecil di wajahnya.Dirinya bersyukur hubungannya dengan Om kandungnya itu tidak renggang meski dirinya berseteru dengan istri dan anak Omnya.
"Kamu mau melihat bayinya Friska ?".Tanya Fatih.
"Nanti aja Kak.Biarkan Om puas dulu melihat cucunya."Ujar Arumi kembali duduk di kursi tunggu.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Sayang ?".Tanya Fatih.
"Aku bingung Kak.Kalau aku membebaskan Friska aku takut dia semakin leluasa mengusikku,dipikirnya aku akan terus membebaskannya.Tapi ada setitik rasa kasihan untuk putranya yang baru lahir.Aku bingung,menurut Kakak apa yang harus aku lakukan ?".Ucap Arumi menatap wajah suaminya itu.
"Menurut aku ya Sayang,biarkan saja Friska dan Mamanya menjalani hukuman.Ya mudah-mudahan saja dia berubah dengan lahirnya bayi dari rahimnya.Kalau masalah bayi Friska ada Kakeknya yang pasti akan merawatnya,luangkan juga waktu untuk kita menjenguk bayi tak berdosa itu".Saran Fatih.
Arumi mengangguk,senang bertukar pikiran dengan suaminya itu.
...****************...
Friska mengerjapkan matanya,berusaha menyadarkan dirinya.Dirinya menatap ke seluruh penjuru ruangan itu.Ada rasa aneh yang dirasakan Friska pada perutnya.
Friska mengangkat tangannya yang masih lemas ke perutnya.Friska merasakan perutnya sudah mengecil apalagi jika terasa kontraksi di perutnya itu membuat Friska mengernyitkan dahinya merasakan sakit.
'Apa aku sudah melahirkan ? Bagaimana keadaan anakku ? Aku ingin bertemu dengan anakku untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi'Pikir Friska.
__ADS_1
Friska menatap seluruh ruangan itu,tidak ada sama sekali orang yang menungguinya.Friska tersenyum miris menyadari tidak akan ada yang datang,toh Mamanya masih dipenjara begitupula Ayah bayinya.Abi sudah menalaknya,Friska teringat Arumi yang pasti sangat membencinya.
Pintu ruangan itu terbuka menampilkan sosok pria paruh baya yang Friska sangat rindukan.Sosok pria yang merupakan Papanya yang sudah sangat dikecewakannya masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah yang tidak bisa Friska tebak.Wajah Papanya tak berekspresi sama sekali,tak ada senyum ataupun wajah marah hanya ekspresi datar yang ditampilkan Papanya.
"Papa".Lirih Friska
Rifki berjalan mendekat ke arah putrinya itu,menatap wajah sendu putri yang sangat di sayanginya itu.Wajah putri yang sudah beberapa kali mencoreng wajahnya dengan perbuatan tak terpuji.
"Papa".Lirih Friska sekali lagi.
Air mata keluar dari sudut matanya menatap wajah Papa yang sudah beberapa bulan tak ditemuinya itu.
"Friska,Papa harap dengan kejadian ini kamu berubah.Jadi lah putri Papa yang manis seperti putri kecil Papa yang dulu.Berubah lah nak".Ucap Rifki dengan suara tertahan.Dirinya berusaha menahan air mata.
"Maafkan Friska Pa.Maafkan Friska yang membuat Papa malu."Lirih Friska terisak.
Rifki akhirnya mengeluarkan air matanya melihat kondisi putrinya yang tampak mengenaskan.Rifki kemudian memeluk Friska dengan erat.Mereka berdua saling menumpahkan air mata.
Arumi dan Fatih yang kemudian masuk ke dalam ruangan itu tertegun di depan pintu menatap pemandangan itu.Arumi berusaha menahan air matanya.
Dirinya mengingat apa saja yang telah dirinya dan Mamanya lakukan untuk mengusik Arumi juga Tante Fitri.
"Mbak".Lirih Friska hampir tak terdengar.
Arumi melangkah mendekat ke arah Om dan sepupunya itu.
"Bagaimana keadaanmu Fris ?".Tanya Arumi canggung.
Mengingat bagaimana hubungan tak akurnya dengan sepupunya itu membuat Arumi merasa canggung.
"Maafkan Friska Mbak Rumi.Friska menyesal".Isak Friska pilu.
__ADS_1
Arumi tersenyum kecil melihat sepupunya itu yang terlihat benar-benar menyesal.
"Iya Fris Mbak maafkan,maafkan Mbak juga kalau ada salah mbak padamu."Ujar Arumi.
"Mbak tolong jaga anakku Mbak.Tolong jangan Mbak benci dia,toling sesekali tengoklah Papa dan putraku Mbak.Aku ingin memberikan nama Daffa Al Azka.Papa tolong biarkan aku melihat Putraku,aku takut kalau nanti gak sempat melihatnya".Pinta Friska.
Rifki keluar meminta izin perawat apakah boleh untuk melihat bayi Friska.Karena bayi prematur rentan,jadi pasti dibutuhkan izin dari
nakes.Apalagi Friska juga baru selesai operasi,berbaring kanan kiri saja belum bisa Friska lakukan.Apalagi duduk di kursi roda untuk melihat bayi Friska.
Rifki kembali masuk ke dalam ruangan Friska dengan wajah sedih.Apalagi melihat wajah Friska yang berharap ingin melihat bayinya.
"Bagaimana Pa ? Apakah aku bisa melihat putraku ?".Tanya Friska
"Maafkan Papa Fris,tapi Dokter dan perawat belum membolehkan kamu menengok cucu Papa.Kamu baru saja selesai dioperasi jadi pasti belum bisa untuk melakukan pergerakan termasuk duduk di kursi roda.Cucu Papa karena terlahir prematur jadi harus diinkubator".Sahut Rifki
Friska merasa kecewa tak bisa menatap Putranya dalam waktu dekat.Pasti memerlukab waktu beberapa hari untuk melihat bayinya itu.
"Sudahlah hanya perlu beberapa hari untuk bisa menatap putramu itu.Kamu harus memikirkan kondisimu".Ujar Arumi berusaha menenangkan Friska.
Tiba-tiba pintu ruangan Friska terbuka menampilkan wajah Abi.Friska tersenyum senang bisa menatap wajah mantan suaminya itu.
"Mas Abi".Lirih Friska.
Abi menyapa semua orang di ruangan itu,tadi dirinya dihubungi mantan mertuanya yang merupakan Papa Friska untuk menemui Friska yang ingin bertemu.
Rifki,Arumi,juga Fatih keluar meninggalkan kedua mantan pasangan selingkuh itu.
"Mas Abi maafkan aku sudah menghancurkan kehidupan rumah tangga mu dengan Mbak Arumi.Maafkan aku juga yang sudah membohongi kamu dengan bayi yang ada di dalam perutku.Tolong maafkan aku Mas".Isak Friska.
Abi terdiam menatap mantan istri keduanya itu.Dirinya masih belum melupakan apa yang dilakukan Friska padanya.Friska benar-benar menghancurkan dirinya.Tapi dirinya juga sadar bukan hanya Friska saja yang bersalah,dirinya pun bersalah dengan mudahnya terbujuk rayu oleh Friska.Apalagi melakukan perzinahan dibelakang Arumi.Makanya saat Friska memberitahukab bahwa dirinya hamil tentu saja Abi percaya karena selama hubungan perselingkuhan mereka,seringkali Abi melampiaskan nafsu sesatnya kepada Friska.
__ADS_1
Friska menatap Abi dengan tatapan penyesalan juga kesedihan.Dirinya berharap Abi sudi memaafkan dirinya ini.
"Sudah Mas maafkan.Mas juga bersalah dalam hubungan kita dibelakang Arumi."