
Abi terus saja berusaha mengajak Arumi berbicara dengannya,tapi Arumi hanya beberapa kali membalas ucapan nya.
"Apa bisa hari minggu ini aku mengajak Lia ke mall ? Kalau bisa kamu juga ikut Arumi,biar seperti dulu lagi yang kita tiap minggu jalan-jalan,sudah lama kita tidak jalan-jalan bertiga".Ujar Abi dengan semangat.Abi berharap Arumi akan mengiyakan permintaan nya itu.
"Kalau mau jalan dengan Lia cukup berdua saja dengan Mas,aku gak akan ikut.Gimana pun Mas sudah punya pasangan sendiri,aku gak mau orang-orang yang mengenal kita akan beranggapan aku akan kembali bersama Mas,aku bukan pelakor".Sahut Arumi.
"Ta..tapi kan kamu Ibu anak ku.Tetap saja ada Lia diantara kita.Tolonglah Arumi,hari minggu ini kita jalan bertiga".Mohon Abi dengan wajahnya di buat memelas.
Arumi yang menatap Arumi bukannya terenyuh akan menuruti permintaan Arumi,malah menatap Abi dengan wajah malas dan jijik nya.
"Kamu mau ajak jalan Lia atau aku ? Kalau mau ajak jalan Lia,kalian berdua saja.Aku gak mau,gimana pun kamu sekarang jadi suami Friska,aku gak mau semakin bermasalah dengan diri nya.Nanti dia makin fitnah aku akan berebutmu".Jawab Arumi tegas.
"Baiklah,aku sama Lia saja".Akhirnya Abi pun pasrah tidak bisa berjalan-jalan bersama dengan Arumi.
"Kak,ayo kita pulang.Aku sudah selesai makan".Ajak Arumi kepada Fatih.
"Tapi Mas belum selesai makan".Ucap Abi menyela ucapan Fatih.
"Terus kenapa ? Gak ada urusan sama aku Mas,kalau kamu mau ditunggu hubungi aja Friska itupun kalau dia sudah selesai dengan penyelidikan".Ucap Arumi ketus.
"Ayo kak".
"Ayo,kamu tunggu ya,aku ambil mobil dulu"
Fatih pergi lebih dahulu ke tempat parkir kantor polisi untuk mengambil mobil.Arumi berdiri di depan warung makan itu.
__ADS_1
"Rumi,apakah kamu yakin tidak akan memberikan Mas kesempatan lagi ? Mas janji kalau setelah Friska melahirkan Mas akan menceraikan dirinya dan Mas janji gak akan melakukan perselingkuhan lagi".Ucap Abi saat mengejar Arumi ke depan rumah makan itu.
"Mas aku mohon berhenti berbicara seperti itu.Kalau pun Mas nanti menceraikan Friska,tetap saja aku gak akan bisa kembali sama kamu Mas.Biarpun kamu berjanji tidak akan melakukan perselingkuhan lagi,tetap saja bagiku kamu masih seorang pengkhianat,peselingkuh.Aku gak akan mau kembali sama kamu membuat aku trust issue sama pernikahan.Tolong berhenti ya Mas,jangan bikin aku makin benci kamu".Ujar Arumi dengan tegas.
"Tapi setiap orang berhak dengan kesempatan kedua Rumi".Ucap Abi masih tetap ingin diberikan kesempatan kedua.
"Tergantung kesalahan apa yang diperbuat,menurutku perselingkuhan itu gak berhak diberikan kesempatan kedua.Karena sekali dimaafkan,maka dia akan melakukan kesalahan yang sama."Sahut Arumi.
"Tapi Mas masih mencintai kamu Rumi".
"Tapi aku sudah tidak punya perasaan apapun sama Mas.Saat aku mengetahui perselingkuhan Mas,saat itu rasa cinta dan rasa percaya ku hilang sama kamu Mas.Lagi pula kalau kamu benar-benar mencintai ku kamu gak akan selingkuh.Jadi inti nya kamau sama sekali tidak mencintaiku Mas."
TIN TIN TIN
Suara klakson mobil Fatih terdengar memanggil Arumi.Tanpa berpamitan dengan Abi,Arumi beranjak menuju ke arah mobil Fatih.
...****************...
"Muka kamu kelihatan kesal.Kenapa ?".Tanya Fatih penasaran.
"Aku masih gak nyangka kalau Mas Abi bisa bersikap seperti itu.Melakukan perselingkuhan,terus dengan tanpa rasa bersalah mengajak ku untuk rujuk."Jelas Arumi.
"Kamu yakin gak akan memberikan Abi kesempatan ? Bagaimana pun dia kan Ayah nya Lia ?".Ucap Fatih.
Ucapan Fatih itu membuat Arumi mengerutkan dahi nya heran.
__ADS_1
'Kata nya cinta sama ku.Tapi ucapan nya barusan seolah-olah menyuruh ku untuk rujuk sama mantan suami ku'.
"Jadi Mas nyuruh aku balikan sama Mas Abi ?".Tanya Arumi dengan wajah nya tertekuk kesal.
"Hahaha,bukan maksud aku nyuruh aku rujuk sama si Abi,tapi aku hanya meyakinkan diri kalau kamu memang gak berniat untuk rujuk sama dia.Biar gimana pun diantara kalian ada Lia sehingga kesempatan rujuk masih terbuka lebar.Aku gak mau kalau kesempatan aku untuk memiliki kamu dan juga Lia hanya sedikit".Ucap Fatih menjelaskan maksud ucapan nya tadi.
Arumi tidak membalas ucapan Fatih,dia membuang muka nya kearah kiri jalan.Arumi malas kalau membahas tentang perasaan cinta.Meski dia yakin mulai membuka hati dengan pria di samping nya ini,tetap saja luka hati akibat diselingkuhi masih membekas sangat kuat.
"Rumi,aku tahu kamu masih sangat terluka diselingkuhi,aku gak akan berjanji kalau suatu saat nanti aku gak akan menyakiti kamu.Tapi aku akan berusaha selalu ada,dan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu.Kalau suatu saat nanti aku menyakiti kamu,tegur aku dan marahi aku".Ucap Fatih.
"Iya aku tahu,tapi aku masih trauma untuk memulai hubungan baru.Tolong mengerti Kak".Sahut Arumi.
Fatih menghentikan mobilnya di sebuah taman kota,badan nya disampingkan nya ke arah Arumi.
"Iya aku tahu dan sadar kalau kamu masih trauma.Tapi ijinkan aku untuk membantu kamu menyembuhkan luka kamu itu dan sekaligus menyembuhkan luka hati Lia.Bukan hanya kamu yang terluka atas perpisahan kamu dengan Abi,Lia pun sama terluka nya.Tapi aku masih butuh ijin kamu untuk benar-benar masuk ke dalam kehidupan kalian dan membantu menyembuhkan luka hati kalian.Tolong ijinkan aku".Ucap Fatih dengan tatapan teduh nya kepada Arumi.
Arumi menyelami tatapan teduh itu mencari keseriusan ucapan yang dilontarkan Fatih itu.Fatih pun tidak mengalihkan tatapan nya,kedua orang itu saling bertatapan menyelami kedalaman hati masing-masing.
"Baiklah,aku akan memberikan Kak Fatih untuk masuk ke dalam hidup aku dan Lia.Tapi aku hanya memberikan kesempatan sekali saja."Ucap Arumi mengalihkan tatapan nya kembali ke jalan raya.
Fatih yang mendengar ucapan Arumi itu berseru senang.
"Yesss ! Makasih Rumi,aku gak akan menyiakan kesempatan yang sudah ku tunggu selama dua belas tahun ini".Ujar Fatih dengan senyum lebarnya.Ini pertama kali selama tiga puluh tahun dia hidup,dia tersenyum lebar seperti ini.
"Iya,ayo jalan kak.Aku hari rasa nya capek aku mau istirahat di rumah".Sahut Arumi dengan senyum tertahan di wajahnya.Dia menoleh ke arah kiri jalan karena tak ingin Fatih melihat senyum kecil yang ada di wajahnya itu.
__ADS_1
"Baiklah Dek Rumi Sayang,Kakanda akan menuruti keinginan kamu,hahaha".Gurau Fatih makin membuat senyum Arumi makin lebar.