Aku Tak Harus Memilikimu

Aku Tak Harus Memilikimu
Liburan ke Bali


__ADS_3

Alangkah bahagianya mereka yang sudah tertolong disaat kehilangan pekerjaannya. Bukan hanya yang bekerja pada Fendi dan Ainun, tapi juga pak Komar. Ainunpun menawarkan Komar pekerjaan yang lebih baik. Gayung bersambut, sekeluarga bahagia pak Komar mendapatkan pekerjaan yang penghasilannya dua kali lipat dari gaji sebagai security di rumah sakit. Aldi, Annisa, Furqan, Fendi dan istrinya sepakat untuk menghibur dengan mengajak mereka berlibur ke Bali. Tentu saja, rencana ketiga big bos itu semakin menambah kebahagiaan mereka, terutama yang sudah berkeluarga seperti pak Bondan, pak Komar dan dua orang lainnya.


Pagi hari, semua sudah berkumpul di restoran Fendi. Pak Komar berkenalan dengan Aldi dan yang lainnya. Ia tak menyangka akan ketiban durian runtuh. Sebelum ke bandara, mereka disuguhkan makan siang gratis dengan menu istimewa. Peserta liburan memilih penerbangan siang hari, agar setibanya di Bali langsung istirahat.


Siska yang suka usil mendekati pak Komar dan keluarganya.


"Paman...!" sapa Siska


"Iya nak, ada apa?" tanya Komar


"Paman...gimana perasaan paman sekarang ini? pasti paman lebih bahagia dari sebelumnya!" tanya Siska


"Paman sangat bahagia. Apalagi kita diajak liburan ke Bali, anak-anak paman sangat senang!" jawab Komar dengan menunjukkan bahagianya.


"Emang paman g pernah ke Bali?!" selidik Siska


"G pernah!" jawab polos Komar.


"Ha ha ha, paman kasihan sekali!" Siska menertawai Komar. Ucapan Siska membuat anak-anak Komar tersinggung. Saat anak tertua Komar mau bicara, Siska langsung nyerocos mendahului Komar.


"Apalagi saya, g pernah sama sekali. Untung saya kenal Annisa yang sudah cantik, kaya, dermawan pula. Kalau tidak, sampai maut menjemput saya g akan pernah ke Bali. Kalau saya sudah tiada, mungkin rohku yang akan ke sana, ha ha ha!" Siska menertawai dirinya sendiri. Ucapannya membuat putrinya Komar melongo dan merasa kalau kakak yang ada di depannya sangat lucu. Komar dan anak-anaknya ikut tertawa.


"Kirain kamu udah puluhan kali ke sana, eh tenyata sama juga dengan kita, g pernah sama sekali!" ucap Leli putri tertua Komar


"Pasti kalian mengira aku menghina paman kan? ayo ngaku?" tanya Siska sambil tersenyum. Keluarga Komar salah tingkah karena ulah Siska. Kemudian, Siska meninggalkan keluarga Komar yang masih dengan keheranan terhadap keusilan Siska dan bergabung dengan Annisa.


Selesai makan siang, mereka pun berangkat ke bandara. Tanpa menunggu lama, mereka melakukan boarding pass dan mencari tempat duduk masing-masing sesuai nomor kursi. Karena mereka booking tiket, jadi g repot mencari nomor kursi.


Di Bali


Tiba di Bali tidak akan membuat mereka kesulitan mencari tempat menginap. Aldi sudah menyiapkan satu hotel untuk mereka semua. Mereka di sambut langsung oleh Manajer hotel "Putra Perkasa".


"Selamat siang pak Aldi!" sapa pak Hardi


"Siang pak Hardi! sudah siap semuanya?" tanya Aldi


"Sudah Pak! Silahkan ke kamar masing-masing!" jawab pak Hardi sembari menyerahkan kunci kamar pada Aldi. Pak Hardi kembali bekerja sedangkan Aldi memberikan kunci kamar pada pasukannya agar segera istirahat. Aldi telah mempersiapkan beberapa orang untuk mengantar rombongan yang sudah berkeluarga. Untuk yang masih single, mengurus diri sendiri.


Pagi hari


Annisa, Siska, Ainun, Fitria dan Kania buru-buru sarapan pagi agar bisa secepatnya jalan-jalan ke tempat yang mereka idam-idamkan.


"Kita kemana dulu nih?" tanya Kania

__ADS_1


"Bagaimana kalau ke bukit belong klungkung dulu, setelah itu ke Tukad Unda Klungkung?" tanya Siska pada teman-temannya.


"Kamu tahu tempat itu? katanya g pernah ke Bali?!" tanya Fitri


"Aduh nona-nona, aku punya paman yang tahu semua tempat wisata di sini!" jawab Siska dan mendapat respon yang mengejutkan.


"Benarkah? gimana kalau minta pamanmu mengantar kita ke tempat-tempat wisata terbaik di kota ini, setuju?!" Fitri meminta pendapat teman-temannya


"Setuju sekaliiii!" jawab Annisa


"Gimana kak Nun?" tanya Annisa pada Ainun.


"Aku ikut kalian saja. Aku dah beberapa kali ke Bali, tapi tak pernah ke tempat yang Siska sebutkan!" jawab Ainun


"Ayo Sis! cepat hubungi pamanmu, jangan sampe terlambat. Emangnya pamanmu tinggal di mana?" tanya Fitri


"Paman google tinggal di handphoneku, ha ha ha!" jawab Siska sambil menertawai teman-temannya. Siska pura-pura masuk ke toilet karena takut di serbu teman-temannya.


"Siskaaaaaa...., awas kamu ya!" Teriak Annisa, Fitri dan Kania. Siska tertawa sendiri didalam toilet. Ainun hanys tersenyum melihat tingkah mereka.


"Cepat kita tinggalkan dia, ayo cepat!" Annisa mengajak Fitri dan Kania meninggalkan Siska sendiri di kamar. Ketiganya langsung keluar dan menuju mobil yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan. Tak lama kemudian, Siska muncul dengan muka cemberut.


"Berani kalian tinggalkan aku, akan kupastikan kalian g dapat jodoh!" ucap Siska


"Siapa lagi kalau bukan dia, ha ha ha!" jawab Kania sambil tertawa.


Annisa hanya bisa geleng kepala dengan tingkah sahabatnya yang selalu bikin ketawa.


Saat hendak masuk mobil, Aldi dan Furqan menghentikan mereka.


"G ada yang boleh pergi kalau kami g ikut!" ucap Aldi mewanti-wanti Annisa and the geng.


"Bos...pergi bersama kalian bertiga, itu sama saja menghilangkan kebahagiaan kami. Kami pengen menyatu dengan alam, tapi bagaimana jika ada kalian? kami g bisa berekspresi bos!" Siska protes pada ketiga big bosnya


"Sudah, sudah, cepat masuk! g usah peduliin mereka kalau ingin berekspresi di sana. Anggap mereka angin lewat!" ucap Annisa dengan santai.


Baru saja satu kaki masuk ke mobil, Hendra dan Egi juga menghentikan mereka.


"Bagaimana dengan kami berdua? masa g di ajak?!" tanya Egi


"Aduh... bukannya sudah ada yang antar kalian kemanapun kalian mau, kenapa harus ikut kami sih?!" Siska kesal dengan Egi dan Hendra.


"G seru kalau g ada kalian. Kami ikut kalian aja!" Ucap Hendra.

__ADS_1


Mereka berdelapan masuk ke mobil menuju Bukit Belong. Sedangkan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak menuju ke Bali Safari dan Marine Park.


Setibanya di bukit belong, Annisa and the geng segera keluar dari mobil dan tidak memperdulikan Furqan, Fendi , Egi, Hendra dan Aldi. Tanpa komando, Annita and the geng langsung lari ke atas bukit hijau dan mengambil pose sesuka hati. Melihat Annisa happy, Furqan mendekati Annisa dan mengambil foto berdua saling membelakangi. Fendi dan Ainun tak mau ketinggalan, sedangkan Aldi bingung akan berpose dengan siapa. Aldi meminta Fitri, Kania dan Siska foto bersama dengan posisi Aldi berada di depan ketiga gadis syantik.


Annisa, Ainun, Fendi dan Furqan menertawai Aldi.


"Ha ha ha! makanya bro cari pasangan. Bingungkan kalau g ada yang ditemani?!" Ledek Furqan dianggukin Fendi


Aldi menarik lengan Fitri dan berpose dengan posisi berdiri Aldi merangkul Fitri. Hendra, Egi dan yang lain tertegun melihat keberanian Aldi merangkul seorang gadis. Fitri di buat malu olehnya. Selesai berfoto, Fitri menjauh dari Aldi dan bergabung bersama yang lain. Sedangkan Aldi biasa saja dan bergabung bersama Furqan dan Fendi.


Hendra dan Egi saling tatap karena bingung mau foto berdua dengan siapa. Kemudian, keduanya mendapat ide untuk menyeret Siska dan Kania untuk foto bareng. Egi minta bantuan Annisa untuk mengambil foto mereka.


"Siska, Kania, ayo kita foto berempat!" ajak Egi sembari menarik lengan kedua teman perempuannya.


Klik klik klik


Bunyi kamera Annisa berulang kali terdengar. Siska protes pada Egi dan Hendra


"Lepasin aku Gi! kamu, dan kamu, tanggungjawab ya jika ada cogan yang ilfil denganku dan Kania karena ulah kalian ini!" ucap Siska sambil menunjuk Egi dan Hendra.


"Tenang Sis! nanti aku yang tanggungjawab. Nanti aku bilang ke mereka kalau kamu dan Kania adalah kekasih Egi dan Hendra, bereskan!" Ledek Annisa membuat Siska dan Kania cemberut.


Semua tertawa mendengar ucapan Annisa, terkecuali Kania dan Siska.


"Lebih baik jomblo seumur hidup dari pada menjalin cinta dengan salah satu dari dua wanita ini. Siska terlalu rempong, Kania pelitnya minta ampun, cantikpun tidak, apa yang mau dibanggakan Nis?" Hendra pura-pura mengejek Kania dan Siska.


"Betulll!" Egi ikut membenarkan ucapan Hendra.


Siska dan Kania g tahan dengan ucapan kedua sahabatnya. Egi dan Hendra kabur sebelum Siska mengeluarkan jurusnya.


"Awassss kalian berdua. Aku kejar sampai ke kaki langit sekalipun. Ayo Nia, let's go!" Siska dan Kania mengejar Egi dan Hendra.


Semua kembali tertawa dengan ulah para jombloan. Annisa, Furqan, Aldi, Ainun dan Fendi foto bersama. Mereka merasa bahagia dengan suasana yang begitu akrab tanpa melihat perbedaan status.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Hanya dua tempat yang mereka datangi. Semua kembali ke hotel untuk istirahat kecuali pak Komar sekeluarga. Annisa menunggu Komar dan keluarganya di lobi. Mobil yang mengantar pak Komar terakhir tiba di hotel.


"Paman...! bagaimana jalan-jalannya?" tanya Annisa


"Terima kasih ya Nis! berkat kamu, anak dan cucu saya bisa ke Bali. Cucu saya senang sekali melihat binatang di Bali safari, sampe lompat- lompat!" ucap Komar pada Annisa


"Annisa ikut senang paman! ayo, semua masuk. Besok kita lanjutkan lagi ya jalan-jalannya!" Annisa memberi semangat pada keluarga Komar.


"Holeee, becok jalan lagi!" cucu Komar berteriak kegirangan. Semua tertawa melihat tingkah lucu Sasa, cucu Komar.

__ADS_1


Semua peserta liburan, sudah kembali ke hotel. Setelah makan malam, semua istirahat agar bisa segar lagi esok hari untuk jalan-jalan.


__ADS_2