Aku Tak Harus Memilikimu

Aku Tak Harus Memilikimu
Kekasih Gelap


__ADS_3

Kejadian dikantor Putra Jaya, membuat pikiran Anggita makin kacau. Anggita terngiang akan ucapan Vania tentang restu Fani pada Annisa. Anggita ingin memastikan apakah yang didengarnya benar atau hanya omong kosong untuk memanas-manasi dirinya. Anggita Segera menuju rutan dimana Fani di tahan.


Anggita bertemu Fani di ruang besuk. Tanpa basa-basi, Anggita langsung bertanya pada inti masalah yang membuatnya pusing.


"Tante...apa benar Tante sudah merestui hubungan Furqan dengan Annisa?"


"Maafkan Tante, Anggi! Tante tidak ingin melakukan kesalahan lagi dengan merusak kebahagiaan anak-anak Tante. Tante sudah berusaha untuk mendekatkan kamu dengan Furqan, tapi Furqan memilih tidak akan menikah selamanya jika harus menikah denganmu. Annisa gadis yang tepat untuk mendampinginya. Hubungan Annisa dan Furqan berdampak baik pada keluarga Tante. Karena kebaikannya, keluarga Tante dan keluargamu bisa lepas dari hujatan masyarakat luas. Meskipun Tante sudah merenggut nyawa orang tuanya, dia dan kakaknya tetap memaafkan keluarga Tante. Tante minta sama kamu, jangan lagi mengharapkan Furqan. Furqan tidak mencintaimu Anggita. Maafkan Tante, nak!"


"Tidak semudah itu, Tante! Aku kehilangan segalanya karena Furqan. Pekerjaanku, orang tuaku masuk penjara karena rencana Tante. Baik...kalau itu yang Tante inginkan, aku akan menghancurkan keluarga Tante, seperti Tante menghancurkan kehidupanku dan juga ibuku. Aku akan balas penolakan ini, Tante!" ancam Anggita dengan penuh penekanan. Setelah itu, Anggita meninggalkan Fani dengan keterkejutannya akan ancaman gadis nekat itu.


Tante tidak ingin mengulangi kesalahan lagi Anggita! Ucap Fani.


Anggita yang sedang marah segera masuk ke mobil dan tidak sungkan-sungkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kondisi jalan yang sedang macet, membuatnya memukul setir dan membunyikan klakson berkali-kali. Ulahnya membuat pengendara lain terganggu dan membentak Anggita. Anggita tidak memperdulikan bentakan orang terhadapnya. Anggita tiba dirumahnya malam hari. Ia melampiaskan amarahnya dengan meneguk sebotol wine hingga ia mabuk berat.


Akan ku balas kalian, akan ku balas, ha ha ha! ucap Anggita dalam keadaan mabuk. Tak lama kemudian, Anggita ambruk hingga pagi hari.


Asisten rumah tangga berusaha membangunkan Anggita. Meskipun kepala terasa berat, Anggita memaksakan diri untuk bangun. Ia akan memulai rencananya hari ini. Anggita mandi terlebih dahulu untuk mengembalikan kesadarannya. Anggita berendam di bet up selama setengah jam. Merasa keadaannya sudah normal, Anggita menyelesaikan mandinya dan segera berdandan cantik. Acara dandan selesai, Anggita menghubungi sahabat sekaligus sebagai kekasih gelapnya yang bertahun-tahun dilupakannya.


Semoga dia masih bisa dihubungi! harap Anggita.


Kring kring kring


Ronald sahabat Anggita yang sudah beberapa tahun tidak bertemu memperhatikan nomor baru yang menghubunginya. Karena penasaran, Ronald menerima panggilan tersebut.


"Halo Ronald!" sapa Anggita dari seberang.


"Siapa kamu?" tanya Ronald.


"Kamu g kenal suaraku sayang?" tanya Anggita mulai genit.


Ronald mengingat-ingat suara Anggita. setelah mengingatnya, Ronald langsung menyambut panggilan sayang sahabat idamannya itu.

__ADS_1


"Sayang...kamu membuat senangatku hidup kembali. Aku ingin bertemu denganmu, kamu di mana sekarang?" tanya Ronald.


"Tenang sayang, aku sendiri yang akan menemuimu. 10 menit lagi aku sudah ada di depanmu, oke!" jelas Anggita.


"Oke! aku tunggu. Aku merindukanmu!" jawab Ronald penuh kerinduan.


Keduanya mengakhiri obrolan lewat telepon. Anggita bergegas melaju menuju kediaman sahabat sekaligus pacar gelapnya. Ia tahu kalau Roland tidak pernah menduakannya meskipun sudah beberapa tahun tidak bertemu. Sedangkan Ronald, menyiapkan sesuatu yang spesial untuk menyambut wanita pujaannya tersebut.


Sepuluh menit kemudian, Anggita sampai di depan rumah Ronald. Rumah modern bergaya klasik itu masih seperti dulu, g ada yang berubah. Ronald keluar menyambut Anggita dengan pelukan mesra.


"Ini yang kunantikan bersamamu, sayang!" ucap Ronald sembari mencubit pipi Anggita.


Anggita makin manja pada pelukan Ronald. Keduanya langsung menuju kamar Ronald. Kamar Seluas 15x15 meter tersebut sudah penuh dengan bunga mawar merah. Diatas tempat tidur Ronald, bunga mawar berbentuk love menyambut kedatangan Anggita.


Ronald membawa Anggita duduk di atas tempat tidur miliknya. Perlahan, ia lepaskan semua yang menempel di tubuh Anggita. Kerinduan yang dipendamnya selama beberapa tahun, akan ia tuntaskan. Keduanya melepas kerinduan yang tak terbendung. Anggita sudah melupakan Furqan, yang tersisa hanyalah dendam pada keluarganya. Anggita akan memanfaatkan cinta Ronald padanya.


Setelah keduanya selesai berperang diatas pembaringan nan empuk itu, Anggita bangun dan bersandar di bahu Ronald.


"Lupakan dulu. Aku masih ingin memelukmu dan tidak ingin membahas apapun. 6 tahun kamu pergi meninggalkanku demi karirmu, sekarang waktu 6 tahun berlalu itu akan aku tagih sayang!" ucap Ronald. Ronald mencium kening Anggita. Ronald kembali mengantar Anggita mencapai awan dalam buaiannya. Anggita selalu merasakan seperti hanya dirinya yang ada di dunia ini jika bersama Ronald. Laki-laki berdada sispek itu, selalu membuatnya lupa segalanya. Puas melakukan kegiatan bersama, keduanya membersihkan diri dan makan bersama. Ronald menyiapkan semuanya di kamar. Ronald memulai obrolan terlebih dahulu.


"Sayang...apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Ronald.


"Aku minta bantuanmu!" ucap Anggita.


"Apa yang bisa kulakukan bidadariku?" tanya Ronald pada Anggita.


"Aku ingin membalas mereka yang membuat ibuku dipenjara dan aku kehilangan pekerjaanku. Aku ingin mereka merasakan penderitaan melebih yang kurasakan bagaimanapun caranya. Aku serahkan semuanya padamu!" pinta Anggita pada Ronald.


"Siapa mereka?" tanya Ronald pura-pura g tahu.


"CEO Putra Jaya dan keluarganya. Selain mereka, ada seorang gadis yang harus kamu singkirkan, bila perlu buat dia menjadi wanita murahan. Karena dialah yang menghalangi rencanaku!" jelas Anggita.

__ADS_1


"Kalau CEO Putra Jaya aku tahu, tapi kalau gadis yang kamu maksud sepertinya aku g kenal siapa dia".


"Ini Fotonya. Dia merupakan anak konglomerat yang baru ditemukan dan belum lama bersatu dengan keluarganya!" jelas Anggita sambil menunjukkan foto Annisa pada Ronald.


Ronald memperhatikan foto Annisa. Bukannya ia tak kenal gadis cantik tersebut, akan tetapi dirinya tak mungkin melakukan sebuah perbuatan yang akan merugikan dirinya demi seorang yang dicintai tapi mengkhianati. Ronald sangat mencintai Anggita sehingga tak ada wanita lain yang bisa mengusik hatinya. cinta itu telah berganti dengan sebuah permainan cinta. Akan dibuatnya Anggita menangisi kesalahannya padanya.


"Dia menghalangi rencanamu?!" tanya Ronald penuh selidik.


"Ia. Karena dirinya aku gagal mendapatkan...". Anggita tak meneruskan ucapannya karena akan membuat Ronald marah.


"Mendapatkan apa? ada yang kamu sembunyikan dariku?!" selidik Ronald.


"Tidak ada ,sayang! maksudku...aku gagal mendapatkan kepercayaan dari kantorku dan perusahaan memecatku". ucap Anggita berbohong.


Sampai kapan kamu akan membohongiku, aku bukan Ronald yang dulu! ucap Ronald dalam hati.


"Sangat cantik. Tidak memakai polesan pun, aura kecantikannya sangat nyata, dan...aku lihat dia original. Gadis seperti ini yang aku inginkan". Ronald sengaja memanas-manasi Anggita.


"Kelihatannya saja dia masih perawan, tapi kenyataannya siapa yang tahu. Kenapa kamu memujinya di depanku? ingin menyakitiku?!"


"Aku tidak ingin menyakitimu, aku hanya bicara kenyataan yang aku lihat. Kamu cemburu?"


"Siapa yang tidak cemburu ketika kekasihnya memuji wanita lain didepannya!" jawab Anggita.


Dasar wanita murahan! umpat Ronald dalam hati.


"Maaf jika itu menyakitimu, sayang!" ucap Ronald sembari mencium kening Anggita.


"Kapan kamu akan memulai rencanamu untuk menghancurkan mereka?" tanya Anggita.


"Sebaiknya kamu pulang dulu. Aku tidak bisa bekerja jika ada kamu disampingku. Kamu tahu maksud aku kan?"

__ADS_1


"Ia, aku tahu! jika kamu bisa melakukannya dengan baik, aku akan melayanimu 24 jam. Aku balik dulu, ummmmmah!" Anggita pamit dan mencium pipi Ronald. Anggita meninggalkan kediaman Ronald dengan harapan tujuannya tercapai.


__ADS_2