
Pernikahan Furqan dan Annisa tinggal menunggu hari. Persiapan sudah sembilan puluh lima persen selesai. Sebelum pernikahannya di gelar, Furqan akan menyelesaikan pekerjaannya lebih awal termasuk menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan. Kebahagiaan selalu terpancar di wajah Furqan.
Furqan, Susi dan Fiona sarapan bersarapan bersama. Susi menatap Furqan lekat-lekat. Sebagai seorang kakak yang menggantikan posisi ibunya di rumah, Susi merasa khawatir melihat adiknya. Entah mengapa, hatinya g tenang seolah-seolah akan terjadi sesuatu pada adiknya.
"Fur...mau ngantor hari ini?" tanya Susi.
"Ia kak. Aku harus menyelesaikan semua pekerjaanku lebih awal. Aku akan bertemu beberapa klien untuk mendatangani kontrak sekaligus mengundang mereka nanti. Ada apa kak?"
"G apa-apa, cuman nanya saja!"
"Kak, Fio berangkat dulu ya, soalnya Fardan dah nunggu aku di depan!" Fio menyalami kedua kakaknya dan meninggalkan mereka di meja makan.
"Kenapa g di suruh masuk dulu biar sarapan bareng sama kita?" Susi bertanya pada Fiona.
"Udah kak, tapi dia g mau soalnya buru-buru".
"Hati-hati ya dek, salam buat Fardan!"
"Oke kak, assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!" jawab Furqan dan Susi bersamaan.
Kemudian, Furqan menyusul Fiona menyelesaikan sarapannya lebih dulu. Setelah itu, dia pun berangkat ke kantor dan langsung menuju ke hotel dimana mereka akan bertemu klien. Maya lebih dulu menunggunya di sana.
Setelah sampai di hotel, ternyata semua klien sudah hadir dan sudah menunggu di ruang rapat. Tanpa bicara panjang lebar, penandatangan kontrak langsung dilakukan karena semua prosesnya sudah diselesaikan via online. Seorang klien bernama Broto mengajak Furqan untuk makan bersama. Dan tentunya, dia sudah merencanakan sesuatu Pada Furqan. Wanita simpanan Herman bernama Lena Hapsari yang juga menjadi wanita simpanan Broto tersebut memintanya untuk membalaskan dendamnya pada Furqan dengan alasan pernah ingin melecehkannya. Hal itu dilakukan agar ia tidak ketahuan kalau dia sangat mencintai Herman dan menjadikan Broto sebagai pelarian saja. Broto mabuk kepayang dengan rayuan maut Lena. Tanpa rasa curiga, Furqan mengikuti ajakan Broto. Mereka berdua sudah meninggalkan hotel dan menuju restoran yang dimaksud Broto. Broto tidak mengetahui siapa yang akan tidur dengan Furqan karena semuanya diatur oleh Lena. Sesampainya di restoran, Broto dan Furqan menempati ruangan VIP. Broto memanggil pelayan yang sudah di bayarnya untuk membawakan pesanan mereka. Keduanya berbincang-bincang diselingi tawa. Menu yang disajikan sangat menggugah selera. Meskipun begitu, Furqan hanya menyantap sedikit saja karena ia masih belum lapar. Ia hanya tidak ingin mengecewakan kliennya. Furqan hendak balik ke kantor dan ketika ia akan berdiri, kepalanya terasa pusing dan tiba-tiba ambruk.
Broto tersenyum melihat tergetnya sudah tak sadarkan diri. Broto segera memanggil supirnya agar mengantar Furqan ke alamat yang dikirim Lena. Dengan hati-hati, supir Broto memboyong Furqan ke mobil dan segera meninggalkan restoran menuju alamat yang ditunjukkan bosnya. Furqan akan di bawah ke sebuah hotel. Lena sudah menunggu di dalam kamar. Tarman supir Broto langsung membawa Furqan ke kamar Lena. Lena tersenyum bahagia melihat pemuda gagah sudah berada tepat di depannya.
Lena tidak ingin rencananya gagal. Ia segera beraksi dan mulai melepaskan jas Furqan. Perlahan ia membuka kancing baju Furqan dan terlihatlah dada suspek Furqan yang membuat Lena menelan ludah.
Tidak sia-sia aku melakukannya. Kamu memang laki-laki idaman. Kalau aku perhatikan, Herman jauh dibawahmu, sayang. tapi hatiku tetap padanya. Kulakukan semua ini demi dia.
Perlahan Lena akan membuka pakaian bagian bawah Furqan. Sangat pelan dan ia nikmati membuka ikat pinggang Furqan. Furqan seolah bermimpi jika Annisa menangis dan meminta tolong padanya. Ketika tangan Lena hendak membuka res celananya, Furqan tiba-tiba tersadar. Perlahan ia membuka matanya dan melihat Lena hendak membuka celananya. Seakan mendapat energi dari mimpinya, Furqan langsung berdiri. Lena kaget dan berusaha menahan Furqan agar tetap pada tempatnya, tapi usahanya sia-sia. Kekuatannya tidak seberapa. Furqan yang sudah bertelanjang dada menatap sekeliling dan melihat kamera yang masih aktif merekam kegiatan Lena. Furqan terpaksa menampar Lena hingga ia tersungkur di bawah tempat tidur miliknya. Kemudian, Furqan ingin mengambil kamera yang di pasang Lena. Lena berusaha bangkit untuk lebih dulu mengambil kamera miliknya. Mereka berebut kamera dan dengan tidak sengaja, Furqan mendorong Lena hingga kepalanya membentur tembok dengan sangat keras. Lena merasa pusing dan tak bisa berdiri. Furqan tidak peduli. Setelah kamera itu ada di tangannya, ia segera memeriksa hasilnya. Kemudian, Furqan mencari ponsel Lena dan memeriksa dengan siapa terakhir Lena berhubungan. Setelah itu, Furqan mengambil ponselnya yang tergeletak diatas tempat tidur dan menghubungi Broto.
Kring Kring Kring
Broto melihat gawainya yang terletak di atas meja. Ia melihat nama Furqan tertera di layar ponselnya. Ia menjawab panggilan Furqan.
"Halo pak Furqan, ada yang bisa saya bantu?" Broto pura-pura bertanya.
"Bapak ke hotel Sahara sekarang!" perintah Furqan dengan nada tinggi.
__ADS_1
Mendengat suara Furqan, Broto yakin kalau usaha Lena gagal. Dia harus menyelesaikan masalah ini sebelum Furqan menghabisi Lena. Broto meraih kunci mobilnya dan segera menuju ke hotel Sahara.
Selesai menghubungi Broto, Furqan menelpon Aldi dan menyuruhnya ke hotel Sahara dan memberikan nomor kamar yang harus Aldi datangi.
Kring Kring Kring
Aldi segera mengangkat ponselnya.
"Halo Al, segera ke hotel Sahara, kamar nomor 20, secepatnya!"
"Ada apa Fur?!" tanya Aldi merasa heran dengan Furqan.
"Nanti di sini baru aku jelaskan!" jawab Furqan.
"Oke, aku segera ke sana!" Aldi langsung memutuskan obrolannya dan meluncur ke mobilnya.
Melihat Aldi sedang buru-buru, Kania penasaran dan bertanya bertanya pada Fitri dan Annisa.
"Fit, Nis...kak Aldi kenapa? sepertinya buru-buru. Ada masalah?"
"G tahu tu. Emang kak Aldi g cerita sama kamu Fit!" tanya Annisa.
"Nggak. Mungkin ada masalah di kantor!" ucap Fitri.
"Sebenarnya, saat aku mau kesini aku dengar kak Aldi menyebut nama kak Furqan. Mungkin dia bicara dengan Kak Furqan lewat telepon dan menyuruh Kak Aldi menemuinya. Makanya buru-buru begitu!" Fitri mencoba menduga-duga.
"Bisa jadi". jawab Kania.
"Sudah, jangan bahas itu lagi. Nanti kak Aldi pulang baru kita minta jawabannya. Ayo kita keluar!" ajak Annisa pada Fitri dan Kania.
Aldi lebih dulu sampai di hotel dan kaget melihat ada perempuan bersama Furqan di kamar hotel. Sebelum Aldi bicara, Broto muncul dan langsung mendekati Lena.
"Fur...ada apa ini? mengapa kamu dan wanita ini ada di sini?!" Aldi heran dengan keberadaan Furqan dan Lena dalam satu kamar.
"Dia mau melecehkanku. Dia membawaku kemari dan ingin memperkosaku". Lena berusaha memfitnah Furqan.
"Pak Broto...jelaskan semua ini sebelum aku menghabisi wanita simpananmu ini!"
"Tapi pak Furqan, saya juga tidak mengerti mengapa anda bisa bersama dia. Saya tidak kenal dengan wanita ini". Broto mencoba lari dari kenyataan.
"Benarkah? ternyata kamu ingin main-main denganku. Kamu tidak mau mengaku meskipun sudah jelas kamu yang terakhir bicara dengannya setelah kita selesai makan" ucap Furqan.
__ADS_1
"Al, Lihat ini!" Furqan menyerahkan rekaman video pada Aldi.
Aldi menyaksikan video tersebut dengan seksama. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Aldi segera menghubungi Andrew untuk mengcopy rekaman CCTV ketika Furqan dan Broto makan di restoran dan juga rekaman perjalanan mobil yang membawa Furqan ke hotel Sahara. Tak lama kemudian, Andrew mengirimkan semua yang diminta Aldi. Aldi menyerahkan isi rekaman tersebut kepada Furqan. Furqan segera menghubungi anak buahnya untuk mencari sopirnya Broto.
Broto masih pura-pura tenang agar Furqan tidak curiga padanya. Dalam kepura-puraannya, Ia diperlihatkan isi rekaman dari Andrew dan membuat bola mata Broto ingin keluar.
Mengapa seakurat ini?" Broto bertanya pada dirinya sendiri.
"Bagaimana Broto? mau kamu jelaskan atau aku bagikan rekaman ini kepada semua rekan bisnis kita!" ancam Furqan.
Broto gemetar dan ketakutan. Ia tidak mau kehilangan kontraknya dengan Furqan dan juga yang lain. Ia bisa jatuh miskin jika ia kehilangan kontrak tersebut.
"Sa...saya minta maaf pak Furqan! saya mengaku salah. Dia memang ke kasih saya. Dia mengaku ke saya kalau pak Furqan pernah ingin melecehkannya dan dia meminta saya untuk membalasnya pak. Saya benar-benar salah pak, jangan batalkan kerjasama kita, saya mohon pak!" Broto bersujud di kaki Furqan.
"Kamu ingin membantu wanita murahan ini? pak Broto memang luar biasa. Bapak tidak tahu siapa dia?!" tanya Furqan dengan nada mengejek.
"Maksud pak Furqan?!" tanya Broto.
Furqan menyerahkan rekaman perbuatan Lena. Broto syok ternyata wanita yang akan tidur dengan Furqan adalah Lena sendiri. Kemudian, Broto emosi setelah mendengar ucapan Lena tentang Herman. Broto melempar ponsel Lena dan balik menampar Lena.
"Berani-beraninya kamu menipuku, dasar wanita murahan!" maki Broto pada Lena.
Lena berusaha mendekati Broto.
"Sayang...maafkan aku. Itu tidak benar, aku hanya milikmu, aku hanya milikmu!" Lena berusaha membela diri.
Jika Broto meninggalkannya, maka pundi-pundi keuangannya akan hilang. Apalagi Herman sang pujaan hati dalam penjara.
"Mulai hari ini kamu jangan pernah menemuiku atau aku akan melenyapkanmu. Kau memang wanita murahan. Kau mengatakan kalau Pak Furqan yang ingin melecehkanmu, nyatanya kamulah yang tergoda dengannya dan ingin melecehkannya. Dasar wanita murahan. Aku tarik semua falisitas yang aku berikan kepadamu, paham!" ucap Broto sambil mencengkram rahang Lena dan menghempaskanya.
Lena tersungkur seperti kain lusuh.
Kemudian, Broto menelpon anak buahnya dan memerintahkan agar segera ke apartemen Permata dan mengambil semua barang berharga yang ia berikan pada Lena. Broto mengusirnya dan mengambil kunci mobil yang ada pada Lena.Lena tak bisa berbuat apa-apa.
"Pergi kamu dari sini, pergi!" Broto mengusir Lena. Terpaksa Lena pergi karena takut dengan Broto apalagi ia ketahuan melakukan pelecehan terhadap Furqan.
Setelah kepergian Lena, Broto kembali memohon pada Furqan.
"Saya mohon pak Fur, tolong maafkan kesalahan saya. Saya akan lakukan apa saja, asalkan bapak tidak membatalkan kerjasama yang kita sudah tandatangani!"
"Itu urusanmu pak Broto. Kamu sendiri yang mencari masalah denganku. Aku tidak akan pernah memaafkan kesalahanmu ini. Ayo Al, kita pergi!"
__ADS_1
Furqan dan Aldi meninggalkan hotel Sahara dan membiarkan Broto tersungkur karena kebodohannya sendiri.