Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Curhat


__ADS_3

" itu artinya??"ucapan Sherina menggantung namun sepertinya Fadly mengerti dan dianggukan olehnya


" sudah empat tahun lebih aku suka, aku kira hanya sekedar obsesi atau keinginan semata namun ternyata empat tahun tidak bisa menghapus nama kamu disini (menunjuk ke arah dadanya)


entah dirinya menatap sorot mata Fadly namun nihil tidak ada kebohongan entah apa yang harus dia lakukan agar dirinya percaya


" maaf keknya aku terlalu mengejutkanmu nggak masalah asal kamu mau mengijinkan aku untuk memperlihatkan keseriusanku sama kamu nggak masalah, tapi jangan suruh aku menjauh" Fadly terus menatap dalam mata Sherina, dan membuat dirinya salah tingkah dan menundukan pandangan.


dering ponsel menandakan panggilan masuk si manusia es menelponnya dirinya akan memberikan reward pada sang saudara sambung karna telah menyelamatkannya


" hallo"


" dimana??"


" kafe lah"


" aku didepan kita keluar gimana??"


" jangan bilang mau keluar kota??" tatapannya menajam tatkala melihat Al yang ternyata benar sudah diluar dengan menanggalkan jas dan hanya menggunakan kemeja baby blue


" lebih tepatnya Kalimantan"


" duh tuh mantan dibawa bawa, im go" Ina mematikan telpon sepihaknya dirinya melirik ke arah Fadly " maaf aku harus pergi udah ditunggu" Ina yang gugup menahan malu langsung pergi dari hadapan Fadly.


tatapan Fadly mengikuti arah Ina pergi dan memeluk sesosok pria dewasa yang sepertinya masih dibawahnya.


si pria itu hanya cuek menanggapi kelakuan Ina " apa dia pacarnya ya" tidak lama seorang waiters datang dan tentu saja Fadly bertanya " mbak maaf itu yang sama Sherina siapa??"


" oh itu mas Alvian pak dia anak ibu Rahayu juga"


anaknya ibu rahayu?? siapa ibu Rahayu?? apa hubungannya dengan Ina??


" ibu Rahayu pemilik kafe ini mas" waiters tadi seperti membaca gestur Fadly yang bingung.


" hubungannya Ina sama ibu Rahayu apa??" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Fadly



spoiler dikit ah aku baru buat CS baru untuk ikut event di Chat Story : Grup Chat, minta tolong diramaikan yakk biar bisa lolos. makasih semua


" ibu Rahayu dan Ina adalah ibu dan anak mas tapi bukan kandung" ah Fadly jadi mengerti posisi ini pasti mereka saudara meski bukan sekandung


" makasih mbak, ini buat beli es" Fadly mengeluarkan uang pecahan biru dan diterima dengan senyum lebar si waiters


" terimakasih mas"


.


Ina termenung sepanjang jalan dirinya masih memikirkan kata kata Fadly em, empat tahun menyukai dirinya dan hanya melihat sebagai pengunjung cafe luar biasa sekali.


Al yang melihat Ina yang biasa cerewet menjadi pendiam, kini pendiam " ada apa??" Ina yang mendengar Al berbicara hanya menggelengkan kepalanya saja.


sesampai di sebuah mall milik Wijaya grup, Ina antusias rencananya Al akan membelanjakan dirinya. sudah biasa itu dilakukan jika Al akan dinas keluar kota tentu akan membelikan kedua adiknya juga. namun Ina lah yang akan memilih untuk para adiknya.


Ina sebenarnya tidak terlalu fokus dan memperhatikannya untuk pertama kalinya saudaranya itu tidak bersemangat dalam berbelanja dan Al memutuskan untuk makan


" cari makan??"


" hmm boleh deh"

__ADS_1


Al dan Ina memutuskan untuk makan di resto Jepang, hanya saja Ina hanya mengaduk ngaduk makanannya saja.


karna tak kunjung berbicara, Al akhirnya bersuara


" hmmm jadi ada apa si bawel Ina hari ini yang berubah mendadak menjadi pendiam and so mysterius??" Ina langsung menoleh ke arah Al, ia terlalu peka atas perubahan dirinya atau memang Ina sendiri yang tidak jago menyembunyikan suatu masalah atau yang sedang dirinya pikirkan


" ketebak banget yakk"


" YESS one thousand for u"


" Al...."


" hmmm"


" elo percaya nggak kalo ada yang jatuh cinta sama seseorang dan dipendam selama empat tahun dan dia baru jujur??"


" siapa?? bodoh banget"


" ihh... Al"


" loh ada yang salah??"


" ya elo nggak seharusnya ngehujat dia"


" wait.. your Falling in love??"


" entah lah"


" wah wah keknya ada yang mau cerita panjang nih"


haruskah Ina bercerita kepada Alvian mengenai dilemanya?? mungkinkah si manusia es ini bisa memberinya solusi??


" hmmmm"


" ckk" Ina berdecak kesal dengan tanggapan Al yang hanya berdehem saja jujur Ina butuh solusi bukan deheman


" Al.. solusi bukan deheman"


" kamu mau aku komentar sebagai pria dewasa, saudaramu atau sudut pandang orang lain??" Ina melongo apakah pertanyaan harus dijawab pertanyaan??


" kalo tiga tiganya bolehkah??" pertanyaan Ina hanya dijawab dengan gelengan kepala Al " nanti tambah pusing kasian"


Ina memutar otak baiklah gimana kalo "sudut pandang sebagai pria??" sebenarnya Al tidak menduga jika Ina akan bertanya dengan opsi pertama tapi baiklah mungkin umur merubah segalanya


" aku rasa Fadly sudah siap menerima konsekuensinya, dia sudah mapan tentu kan dan yakin akan membawa kamu ke jenjang serius udah nggak ada lagi kata main main dan saran aku kamu istikharah deh atau ga tanya ayah sama mama karna bagi aku dia kalo udah serius artinya udah siap dan terima konsekuensinya nikah sama kamu dapet bencana apa aja" ucapan Al yang terakhir membuat Ina memukul lengannya " nyebelin"


" hahaha" Al tertawa hingga mukanya merah sepertinya memang melihat saudaranya menderita adalah kesenangannya.


.


Al ingin tahu siapa Fadly apakah dirinya serius dengan Ina atau tidak, yang ia tahu adalah ia mengajar di universitas xx yang dulu Ina pernah belajar.


" Adimas minta tolong caritau dosen bernama Fadly, buat janji siang ini bertemu dengan saya di resto xcb jam sepuluh pagi, atur pertemuan hari ini menjadi besok semua,"


" maaf pak dari pihak xca ingin bertemu karena mereka dari Dubai mereka minta siang ini untuk membahas kerjasama pariwisata di Wakatobi pak"


" yaudah atur setelah jam makan siang sekitar jam dua"


" baik pak"

__ADS_1


sambungan terputus dirinya sudah yakin ingin bertemu dengan Fadly ia akan bertanya semuanya


" aku harus caritahu dahulu sebelum memutuskan ya atau tidak"


.


.


pertemuan pun akhirnya dilaksanakan sesuai keinginan Al, dirinya tidak ingin ditunggu mengingat dia yang melakukan janji temu awalnya,


sesosok pria tinggi tegap rahang tegas dan putih mulus seperti keturunan Korea menghampirinya.


sepertinya dugaan Al bahwa Fadly tahu siapa yang mengajaknya bertemu


" selamat siang tuan Al" Al berdiri menyambut jabat tangan hanya saja tanpa ekspresi


" siang silakan duduk"


" terimakasih"


" pesan dan makanlah dulu, siapkan tenaga untuk saya" Fadly terlihat tenang dengan ucapan Al barusan.


" tidak masalah" senyum mengembang membuat Al bertanya apakah dia tahu siapa Al?? sedangkan Al sendiri sudah mencari tahu siapa Fadly jadi dirinya sudah menyiapkan segalanya.


.


selesai makan, keduanya bertatapan bak lawan yang ingin memangsa dan Al memecahkan kebisuan.


" langsung saja, apa anda tahu siapa saya??" tanya Al pada Fadly


" tentu, saudara sambung Sherina, wanita yang saya sayangi dan cintai selama empat tahun ini"


" meski saya saudara sambung, bisa saja saya suka dengan Ina begitupun sebaliknya"


" saya tahu pria sejati tidak akan mengotori ikatan suci orang yang disayang meski keduanya memungkinkan saling memiliki rasa"


" pertanyaan saya, kenapa mesti Sherina?" tanya Al masih dengan muka datarnya ingin menggertak dengan tatapan elangnya.


" tidak ada alasan untuk mencintai seseorang dengan tulus"


" kenapa baru empat tahun??"


" mengenal membutuhkan waktu dan memahami membutuhkan waktu


" mesti tidak memiliki langsung?" tanya. dengan menaikan kedua alisnya


" saya masih meyakini jika jodoh maka tidak akan kemana"


" dan apa sekarang yakin??"


" jika tidak, tidak akan mungkin saya mengeluarkan kata keramat dengan berkata perasaan saya kepadanya secara jujur dan gamblang"


Al memahami Fadly sikapnya tidak jauh dengannya ada raut keseriusan dan melindungi dan Al yakin Fadly adalah seseorang yang Ina kirim dari Tuhan untuk penawar rasa sakitnya itu.


" lamar dia secepatnya, langsungkan saja pernikahan jika memang serius dan aku bantu meyakini" Al pergi dari hadapan Fadly dan Fadly pun tersenyum penuh kemenangan " aku nggak nyangka, Alvian sarjana S2 termuda empat tahun lalu di Stanford berbicara denganku secara langsung bahkan berencana menjadikan aku sebagai iparnya" walaupun tidak gamblang namun bisa disimpulkan demikian.


.


tbc

__ADS_1


__ADS_2