Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Misi : Meluluhkan hati


__ADS_3

Rahayu menghela nafas sudah ia duga anaknya tidak mau, namun ia tidak mau memisahkan anak dan ayahnya karena ini memang kesempatan selagi ia berada dijakarta. jujur Rahayu merasa bersalah akan keadaan Alvian.


" kenapa nggak mau??"


" mama tau kan jawabannya"


" sayang listen to me. kamu kan udah mau berdamai sama masa lalu?? kasian hati kamu yang masih kecil ini (menunjuk ke dada Alvian) harus dinodai sama yang namanya dendam seumur hidup. hidup ini indah jika tanpa ada dendam namun akan lebih indah jika kita mengikhlaskan apa yang telah terjadi, sekarang yang terpenting adalah berusaha menjadi yang lebih baik lagi" susah payah Rahayu merangkai kata, anaknya terlalu pandai hingga tak dapat dibohongi. jujur Rahayu sendiri bingung dulu dia ngidam apa sampai sampai punya anak seperti Alvian ini. ia harus hati hati merangkai kata untuk anak semata wayangnya tsb.


Alvian nampak berfikir mengenai yang diucapkan oleh ibunya, tidak sepenuhnya benar namun tidak sepenuhnya salah ia bingung bagaimana iya menyikapinya


dan akhirnya mau tidak mau ia menerima ajakan sang ayah bukan demi dirinya melainkan demi sang ibu.


"oke ten minutes waiting i'm prepare" ucapan Alvian barusan membuat Rahayu tersenyum mengembang akhirnya tidak sia-sia iya membujuknya nya walaupun dengan susah payah

__ADS_1


"nginep ya sehari sebelum kita pulang besok sore?? bawa baju ganti itung itung jalan jalan, kamu kan dibandung jarang jalan" Alvian melihat mamanya yang hanya tersenyum, Alvian melihat sorot mata mamanya penuh harap dan lagi lagi menghela nafas kasar dan menganggukan kepala tanda setuju.


"mama tunggu di depan papa kamu sudah datang" Rahayu keluar dari kamar dan menghampiri Sakti yang sedang menunggu, dengan penasaran Sakti pun bertanya "bagaimana apa dia mau??" dan langsung dijawab dengan Rahayu "iya dia mau, kembalikan Alvian besok sebelum jam dua siang, aku jam empat akan kembali ke Bandung naik kereta dari Gambir" disisi lain ucapan Rahayu menyenangkan dirinya namun tak lama senyum sakti surut, secepat itu anak dan mantan istrinya kembali tapi tak apa ia bersyukur Alvian mau jalan dengannya saja sudah sangat senang apalagi ini menginap tentu senang bukan main. sakti memang sudah mengabari mamanya akan membawa cucunya kembali, dipertemuan pertama tidak mengenakan karna penolakan terus menerus bahkan ucapan nya sangat menyakiti hati walaupun benar.


" oke aku akan jaga anakku dengan senang hati, aku bisa tidur dengannya untuk pertama kali malam ini" sakti senyum mengembang. tak menyangka Rahayu melakukan ini semua.


Alvian keluar, ia menggunakan stelan celana Chino panjang berwarna coklat susu dan kaos lengan panjang berwarna putih juga sweater rajut tanpa lengan berwarna putih, aura dingin yang dipancarkan kental namun ketampanannya meski masih kecil sudah terlihat. perpaduan Rahayu dan sakti dapat terlihat.


.


sakti terus saja melihat anaknya dengan senyum mengembang, ini seperti mimpi namun ternyata tidak iya kan mencoba membangun kemistri dengan anaknya.


" makasih, kamu udah mau jalan sama papa" ucapan sakti memecahkan keheningan

__ADS_1


" aku lakukan ini demi mama"


" aku tahu, mamamu membesarkanmu dengan sangat baik"


" memang mau dibawa kemana aku ini??" tanyanya


" kita ke rumah sakit ketemu nenekmu dulu" sakti tersenyum menjawab sudah Alvian duga ia akan di bawa ke sana. ia sebenarnya malas namun ada sebuah misi yang harus ia lakukan kepada nenek tua tsb kepada ibunya.


" oke"


sepanjang jalan sakti menceritakan masa kecil nya kepada sang anak bak seperti mendongeng, bahkan sakti tak habis akal mencari bahan, awalnya Alvian tak menanggapi namun biar bagaimanapun mereka berdua punyaya ikatan kuat perlahan mulai luluh dan hanyut dalam cerita, sakti berkata dalam hati "berhasil misi pertama" yaitu meluluhkan hati anaknya.


.

__ADS_1


tbc


14 Oktober 2021


__ADS_2