
putri memutuskan untuk pulang, dirinya tidak merasa enak lantaran orang tua bos besarnya itu terus saja diledek meskipun tidak ditanggapi olehnya.
sedang Al masih bermain dengan Aleah, bocah gembul hobby makan yang cerewetnya mirip dengan Mala tsb.
sakti masih saja mencecar Alvian dirinya seperti ingin balas dendam lantaran dulu selalu didesak untuk melepas masa duda kini akhirnya hal tsb bisa terlaksana.
" itu cewe cantik Al" ucap sakti yang terus saja mencoba memancing anaknya.
sakti sebenarnya menaruh curiga jika anaknya memiliki rasa dengan gadis bernama Putri tsb.
hanya saja masih disembunyikan, anak itu terlalu sulit ditebak jalan pikirannya.
" papa kalo dia ganteng namanya bukan putri tapi putra"
" dih Alvian Tungga Putra seorang manusia sedingin es yang gantengnya kaya Jerome Polim bisa ngelawak"
"CK.." anaknya hanya bisa berdecak, tidak tahu saja jika dirinya lebih mirip Kim Taehyung lantaran memiliki mata sipit hidung mancung dan tinggi putih bersih hanya saja putih dirinya tidak terlalu mirip.
Afanin yang melihat kembaran suaminya namun beda generasi hanya tersenyum, meskipun dirinya hanya ibu sambung dari anak suaminya, namun dirinya merasa bisa diterima dilingkungan keluarga suami barunya
bahkan, sakti memperkenalkan Rahayu dan Ahmad beserta lainnya.
menceritakan masa sulit saat melepas sang mantan istri, menerima perjodohan karna hamil diluar nikah hingga memilih menduda selama belasan tahun.
tentu Afanin akan menjadi penawar masa pahit tsb, cinta yang dia berikan tulus dari hati terdalam apalagi sakti bisa menerima putrinya dan mala pun sebaliknya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
selagi papanya dirumah, Al memutuskan untuk bermain main dengan Aleah, karna dia selalu merengek meminta ditemani dan mau tidak mau Al mengajaknya, saat ini sakti, Afanin, Aleah dan Alvian sedang berkunjung ke rumah Rahayu sedang Sherina dan Fadly juga sedang berkunjung.
sejak menikah dua bulan lalu, Sherina memilih tinggal terpisah dengan ikut sang suami tinggal dideket lingkungan kampus tempat dirinya dulu mengenyam ilmu namun, untuk urusan kafe tetap di handle olehnya karna sudah menjadi hak milik Sherina.
kini Sherina sedang mengandung janin buah cintanya dengan Fadly.
dirinya sudah mantapkan hati untuk menerima Fadly dengan hati terbuka karna tidak ada alasan untuk menolak terlalu sempurna Fadly menurut Sherina jika ditolak.
" Assalamualaikum" semua keluarga sakti mengucapkan salam ketika sampai di rumah Rahayu
" waalaikumsalam eh tamu jauh udah sampe" Rahayu memeluk Afanin dengan erat, sakti dan Ahmad demikian sedang Aleah sudah pindah tangan dengan Devan dan Nina anak Rahayu dan Ahmad.
Al melihat kedua keluarganya bercengkrama senang dalam hati. melihat Sherina dan Fadly yang sedang intens membuat hatinya miris.
haruskah ia merasakan hal yang sama dengan ya?. semakin bertanya membuat Al semakin bimbang atas perasaannya pada putri. dirinya memang sulit dekat dengan perempuan hanya saja khusus dengan putri mudah saja.
__ADS_1
" aku harus meluruskan niatku padanya" Al akhirnya mantap untuk pamit keluar dengan alasan ada keperluan, beruntung Aleah tidak merengek minta ikut maupun keempat orangtuanya yang bertanya lebih detile karna sedang asik melepas rindu.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Alvian sudah meminta putri bertemu di sebuah taman kota dekat rumah putri.
saat ia sampai, sebuah cincin dengan baru berlian mungil ditengahnya memberikan kesan simple dan elegan siap melingkar di jari seseorang yang sudah seharusnya.
dirinya memang sejak setahun sudah menyiapkan segalanya, cincin yang bentuknya tidak jauh berbeda dengan mendiang istrinya.
dilihat putri sudah menunggu sambil membaca sebuah novel, dirinya tahu jika putri penggemar novel teen lite.
" maaf udah menunggu lama" Al langsung berucap membuat putri menghentikan aktifitasnya dan menoleh sambil tersenyum indah dengan Alvian
" iya nggak apa apa, mas mau bicara apa??"
karna Al tadi meminta bertemu untuk berbicara sesuatu dengannya.
" apa kamu punya kekasih??" Al ingin memastikan apakah putri memiliki pujaan hati meski dirinya tahu jika putri memang sedang sendiri.
benar adanya jawaban putri hanya geleng kepala dan sambil menundukan pandangan
" putri, maaf sebelumnya kalo aku lancang
maukah kamu menikah denganku?? aku ngerasa sudah lama cocok denganmu. maaf aku nggak bisa romantis jika kamu mempunyai cita cita dilamar secara romantis karna aku nggak suka menjadi orang lain." Al menghadap ke arah putri dan membuka cincin yang ia siapkan tadi.
ibunya pernah berkata kesabaran selalu membuahkan hasil inikah buah dari semua yang putri alami??
putri memang menyukai Alvian namun ia belum tahu apakah menyukai sekedar mengangumi atau mencintainya.
namun dirinya menepis karna terlalu tinggi jika menginginkan seorang Alvian Tungga Putra, seorang genius di usia muda dan sangat menjaga orang yang dia sayang terbukti tak pernah mendengar sekedar wanita dicampakkan atau sebagainya.
karna memang Al tidak pernah berpacaran ataupun memiliki suatu hubungan dengan siapapun.
bahkan banyak yang berlomba ingin diperhatikan oleh bosnya baik secara spontan maupun secara menggoda namun tidak ada yang berhasil.
kini dirinya harus meyakini Alvian dulu, benarkah dia menyukainya??
" mas becanda?? nggak lah nggak mungkin orang sekelas mas bisa suka sama Upik abu macam saya"
" kamu nantangin saya?? saya serius suka dan tertarik sama kamu, aku rasa kata cinta nggak perlu diungkap karna aku mau kita langsung ke jenjang serius, kalopun aku cuma mau mempermainkan kamu, ya mending pacaran aja dulu tapi itu bukan aku banget" Al dengan santainya berucap jika biasanya nada tegas yang terdengar, kini nada friendly dan terkesan santai dan serius yang ia dengar
hatinya berteriak, jantungnya berdegup kencang seolah meyakinkan jika dirinya benar sudah jatuh cinta pada seorang atasannya apakah dia egois jika demikian??
__ADS_1
melihat putri tanpa ekspresi, Al tidak yakin diterima dirinya sudah siap apapun keputusannya.
namun hal buruk berubah menjadi kebahagiaan saat dirinya mendengar kata
" iya. aku mau menikah sama mas"
dirinya ingin memeluk namun ditahan, ia akhirnya memasang cincin ke jari manis kiri putri dan putri menangis karna bahagia.
kini di usia 22 tahun, dirinya siap menjadi istri seseorang
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
" apa?? kamu mau nikah?? sama siapa?? keempat orang tuanya tercengang saat Al kembali dan berbicara ingin menikahi seseorang namun tidak bilang dengan siapa.
padahal belum lama papanya membahas dan Al terkesan masa bodoh siapa yang tidak terkejut mendengar hal tsb.
" kalo mamah ya senang aja setahun ini punya dua mantu" ucap Rahayu yang sedang berada disamping suaminya
" papa mau tanya, siapa yang mau sama manusia es macam kamu ini??" Afanin hanya memukul lengan suaminya yang jahil dengan anaknya.
tidak tahu saja Alvian sulit diajak bercanda dan selalu mode serius. namun Al bisa mengimbangi jika berada dilingkungan keluarga.
" papa gausah ngeledek gitu, ntar aku kasih tau kaget pingsan lagi, dia bukan kalangan menengah ke atas biasa aja, aku sama dia serius dan memutuskan menikah sebulan lagi, aku pake jasa temen aku semua udah aku handel. kalian tinggal terima beres aja"
" nggak bisa gitu dong?? masa ia manusia es nikah kita nggak dilibati?? jangan gitu lah papa mau dapet tugas apa saja."
" yaudah kalo gitu siapin aja siapa yang mau diundang, pesta privat dan simple nggak mau megah dan wah terkesan norak" ada benarnya ucapan Alvian.
buat apa meriah jika pada akhirnya tidak harmonis, padahal sakti sudah merancang pesta mewah untuk anaknya itu meskipun bukan pernikahan pertama namun tetap saja bagi sakti ini yang pertama untuk dirinya.
belajar dari kesalahannya dirinya dulu
" oke nggak masalah, semua kita atur kalo begitu sekarang kasih tau siapa calonnya?? apa mamah kenal??" pertanyaan Rahayu membuat Alvian tersenyum mengembang ia akan beritahu nanti saat dirinya melamar secara resmi seminggu lagi.
tbc
nggak pernah bosen untuk promo chat story genre komedi judulnya tetangga masa gitu
di update setiap hari minimal dua bab. dan ini tujuannya untuk lomba bertema grup chat.
mampir ya nggak bayar kok. apalagi tambah kasih like seneng banget aku.
__ADS_1
thank you
tinggalkan komen like dan vote loph u saranghae ❤️❤️❤️