Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Perangkap


__ADS_3

Al memperhatikan Ayumi sedang melamun di belakang taman yang dihiasi kolam renang milik sakti, ia sedang berpikir apakah sebaiknya ia membawanya pergi jauh dari Jakarta atau tetap di Jakarta agar ia dapat memantaunya.


ia menyesali bernegosiasi dengan papanya jujur ini baru pertama kalinya ia melakukannya selama kurun waktu dirinya bernafas 20 tahun lalu, Al lebih memilih memendam atau menceritakannya kepada sang mama atau Abi, ya sejak Abi menikah beberapa tahun silam, dirinya berinisiatif untuk tidak merepotkan wanita tua tsb. bicara soal Abi dirinya mendapatkan suami yang mau menerima masa kelamnya karna pria tsb juga yang pernah gagal dalam hubungan (orang barat tidak mementingkan keterikatan pernikahan hanya jika dirasa cocok mereka akan terus menjalankannya namun jika tidak cocok akan kembali ke diri masing masing dan ikatan bagi mereka jika dirinya benar benar yakin akan pilihannya)


jika dibilang menyesal tentu ya, Al baru mengetahui jika sifat keras kepalanya didapat dari sang papa. papanya terus berupaya untuk tidak melakukan apapun kepada Ayumi karna akan membahayakan dirinya sendiri namun pemikiran Al tidak bisa begitu. dorongan untuk membantunya cukup kuat.


tak lama suara hp berdering menandakan panggilan masuk dari nomor asing


" hallo"


" selamat siang tuan angkuh, ingat suara saya??"


" tentu, apakah anda sedang kesusahan uang sehingga menghubungi saya?? katakan saja kapan harus saya transfer dan berikan nomor rekeningnya" Al dengan nada angkuhnya berbicara pada lawannya.


yang menelponnya adalah William, pria yang hampir membeli Ayumi. di sebrang sana William mengertakan rahang tegasnya seolah terbakar amarah, ia akan melakukan sesuatu kepada bocah angkuh tsb. anak buahnya telah mendapatkan siapa jati diri Alvian. anak seorang pebisnis yang selama ini di benci dan ingin di jatuhkan namun sampai sekarang belum berhasil dari mulai cara baik hingga cara kotor sekalipun. backingan yang menjaga perusahaan cukup kuat hingga selalu saja gagal.


" aku butuh uangnya untuk bersenang senang dengan ja-l*ng yang akan memuaskan hasratku. aku pebisnis sibuk juga butuh pelepasan agar has*atku ini bisa tersalurkan. jika kau sudah merasakannya, maka kau akan merasakan terbang ke nirwana" ucapan William sangat sarkas sengaja ia lakukan agar rencananya berhasil


"sial" umpat Al dalam hati


" katakan dimana tempatnya" ucap Al dengan lantang


" oke. pertama temui aku di club night more dan aku mau uangnya dalam bentuk cash only, aku tidak butuh cek dan malam ini. ajak Ayumi sekaligus untuk salam perpisahan ku kepadanya aku mohon" William jengkel memohon kepada bocah ingusan jika bukan karna ingin rencananya berhasil takkan mau dia melakukannya


" oke tunggu saja" Al mematikan telpon ia sedang berpikir keras sesuatu akan terjadi padanya malam ini, William sangat licik ia tahu, kemungkinan dirinya di jebak akan terjadi. ia mengenal pemilik night more, salah seorang temannya yang kebetulan pemilik langsungnya adalah orang tuanya. tidak dia tidak ingin melibatkan seseorang terlalu jauh. firasatnya jarang meleset kemungkinan kemungkinan terus dia pikirkan. tidak ia tidak akan mengajak Ayumi, namun siapa?? jika ia mengajak Sherina akan sangat tidak baik ditambah Ina pasti akan berbicara pada orangtuanya.


.


.


Ayumi mendengar pembicaraan Al dengan seseorang ditelpon, siang tadi ketika dirinya selesai melamun di tepi kolam dia melihat Al sedang menelpon dengan nada gusar, ia perlahan bangkit dari lamunannya dan menguping pembicaraan Al


" tentu, apakah anda sedang kesusahan uang sehingga menghubungi saya?? katakan saja kapan harus saya transfer dan berikan nomor rekeningnya" Al dengan nada angkuhnya berbicara pada lawannya."

__ADS_1


Ayumi memang polos namun iya tidak bodoh ia tahu jika yang menelpon pasti yang berkaitan dengan dirinya.


" katakan dimana tempatnya"


"..."


telponnya dimatikan sepihak oleh Al fix dia akan keluar entah kapan, dengan uang yang dimiliki ia akan mengikutinya


" jika keadaan aku tidak selamat, setidaknya aku telah membalas jasa kepada kakak dan aku nggak akan menyesalinya" gumam Ayumi dalam hati dan meninggalkan Al yang masih berpikir


.


malam menjelang, Ayumi tidak jadi ia ajak ke club' sesuai dengan rencananya, ia terpaksa memakai uang yang selama ini ia simpan hasil dari sang papa mengirimnya tiap bulan juga keuntungan perusahaan sebanyak 30 persen. 100 juta bukan uang yang sedikit namun tekadnya kuat membantu Ayumi. ia menjalankan mobilnya tepat pukul sembilan malam, papa sakti sedang mengerjakan beberapa proyek di ruang kerjanya takkan dia menggangu.


beberapa jarak dari mobil Al, sebuah ojek online sudah siap membawa penumpang, dengan menggunakan masker dan topi hitam dia mengikuti Al, ia Was was akan kemana Alvian ini ternyata tak lama sampai di club' tidak mau ber perasangka buruk, Ayumi masih saja mengikuti arah mobil Al dan ternyata memarkirkan mobilnya, ia masuk ke dalam dan Ayumi segera mengikutinya namun di tahan oleh sekuriti untuk menunjukan kartu pengenal,


Ayumi terpaksa menanggalkan hijabnya yang sudah beberapa hari ia gunakan demi bisa masuk ke club'


saat sudah masuk, pandangannya gelap dan remang, ia tidak dapat melihat jelas. saat ia masuk ke club', masker harus dibuka dan kini ia gunakan lagi. ternyata club' sangatlah luas karna pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tempat laknat tsb.


" mau pesen apa kak" seorang bartender gantengnya menawarkan sesuatu pada Ayumi


" jus orange aja kak"


" oke ditunggu" tak lama minuman datang, ia memilih bertanya langsung kepada bartender tsb "kak, diatas ada apa aja ya??" bartender tsb mengerutkan dahi tanda bingung mengerti dengan tatapannya "saya pelanggan baru disini baru beberapa hari pindah Jakarta"


" oh.. diatas itu ruang club' ada show nya kak, biasanya petinggi atau tamu VVIP memesan tempat untuk sekedar bermain dengan wanita sewaan ataupun pertemuan bisnis dan anggota gitu," Ayumi mengerti ia segera bergegas setelah menghabiskan setengah gelas orange jus dan membayarnya. segera melangkahkan kakinya ke lift dan Ting lantai tiga teratas ia melangkah melihat banyak pria dengan baju hitam hitam seperti bodyguard. ia harus menyamar. ia mencari keberadaan dapur namun seseorang menepuk


" elo anak baru itu kan?? buruan pake seragam ada tamu VVIP disana butuh kita??" kata katanya ambigu namun ini menjadi kesempatan emas mendekati tanpa ketahuan oleh semua orang, ia bergegas dan membawa nampan berisi makanan dan minuman mewah yang belum pernah ia rasakan. melangkah mendekati dan blamm benar dugaannya Al bertemu pria bule yang tempo hari menemuinya


" ini uangnya" Al bersuara


" santai bro, kita nikmati makanannya dahulu"

__ADS_1


" jangan basa basi. aku anggap selesai masalah ini"


" lalu dimana pesanan ku itu?? kau melupakannya??"


" dia sakit tidak bisa datang mungkin lain kali"


" aku akan memaafkannya jika kau memakan makananku, tenang saja tidak aku masukkan apapun"


" aku tidak percaya"


" baiklah, aku akan mencicipinya agar kau percaya" William memakan sedikit irisan steak yang dibawa Ayumi dan pura pura meminum minuman tsb " fine. aku baik baik saja"


setelah melihat William baik baik saja ia mencoba mencicipi makanan dan minuman, untuk makanan memang tidak banyak sedang minuman karna Al belum pernah mencoba alkohol, ia tidak tahu rasanya bagaimana


saat meminumnya, tenggorokannya panas, rasanya hampir mirip minum soda tapi ada sensasi yang berbeda, setengah gelas ia menenggak cairan bening seperti soda tsb.


" fine" Al melangkah pergi dan saat ingin melangkah ke arah lift, tubuhnya panas ada sensasi bergerilya sepertinya minuman tsb ditambahkan sesuatu


" hahaha selamat menikmati" teriakan William menggema benar dugaannya ia melakukan sesuatu sepertinya William memasukkan obat perangsang dosis besar. miliknya menegang ia mencoba masuk dan memesan hotel di kamar atas agar dirinya tidak melakukan hal konyol, saat masuk lift, pandangan Al buram dia melihat sosok tak asing namun tak yakin benar atau tidak


"Ayumi"


wanita itu menuntunnya pandangan Al kabur namun sensasi tubuhnya makin menjadi.


dengan kasar Al menarik Ayumi mencumbunya dengan kasar, namun sadar melakukan hal tak senonoh membuatnya meminta maaf dalam lirih


"maaf"


aksinya kembali brutal dengan paksa ia masuk ke kamar yang sudah dipesan sebelumnya


.


tbc

__ADS_1


waooo apa yang terjadi???


.


__ADS_2