Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Om tidak mencari sugar babby


__ADS_3

Alvian disibukkan dengan agenda meeting dan project baru sebelum berangkat keluar kota inilah hal yang paling di benci saat menjabat sebagai CEO


sedari dulu Al menekankan pada dirinya agar tidak terlibat mengurus perusahaan besar namun apa daya kemarin dirinya harus memberantas yang namanya William company dan itu sudah terlaksana.


saat ini, Al sedang turun ke lobby untuk pergi ke Surabaya rencananya dia akan menggunakan helikopter yang sudah disewa pihak perusahaan kepada pihak swasta untuk menemani dinas ke luar kota akan sangat merepotkan jika dirinya harus ke bandara dan naik pesawat.


perusahaan bukannya tidak mampu membeli, hanya saja bagi Al selagi bisa membangun perusahaan dan menghidupi banyak orang lebih baik didahulukan daripada kepentingan pribadi toh dirinya tidak setiap saat menggunakan pesawat pribadi ataupun jet.


saat hendak ke lobby, suara gaduh terdengar antara seorang perempuan berbaju hitam putih dengan resepsionis dan juga keamanan kantor


" saya mohon Bu saya butuh pekerjaan ini, ibu saya sakit dan saya juga mesti menghidupi adik saya yang butuh biaya sekolah"


" maaf dek tapi disini tidak ada lowongan, silakan kembali jika ada lowongan"


jiwa kemanusiaan Al tergerak dilihat dari pakaian yang sedikit lusuh sepertinya itu pakaian yang sering digunakan atau bekas seseorang.


ia bergerak menuju ke arah keributan tsb " ada apa ini" semua orang yang melihat Al menundukan badan tanda hormat


" maaf atas kegaduhan yang terjadi pak, perempuan ini ingin mencari pekerjaan tapi disini tidak ada pekerjaan pak" ucap resepsionis bernama Nova


" tolong tuan saya mencari pekerjaan karna butuh, saya baru keluar dari sekolah dan ijasah belum keluar hanya saja ibu saya sakit dan adik saya butuh biaya sekolah untuk masuk SMP, ayah saya kabur dengan pelakor tanpa mau bertanggung jawab" seperti nya dia sudah pasrah dengan yang menimpanya didengar dari nada bicaranya,


" ikut saya" Al berucap kemudian diikuti gadis tsb menuju ke ruangannya sepertinya Al harus menunda keberangkatannya dahulu


" Adimas, kamu bilang pihak pilot untuk menunda paling lama dua jam aku akan kabari"


" baik pak"


Adimas keluar dan gadis tadi tertunduk sepertinya nasibnya akan habis hari ini orang penting diperusahaan besar memanggilnya karna dirinya membuat keributan.


apakah nasibnya akan seperti perempuan di novel yang biasa dirinya pinjam oleh teman sebangkunya?? kehilangan keperaw*nan dan diperk*sa oleh penguasa??


" kamu baru lulus" ucap Al kepada gadis tsb dan dianggukan olehnya


" siapa nama kamu?"


" Putri pak"


Al mengingatkan dirinya gadis ini pada almarhum istri kecilnya yang tewas belum lama ini,


" apa kamu tahu disini tidak ada lowongan??" ucap Al dan membuat putri terisak " i..iya saya tahu pak hanya saja"


" harusnya kamu tahu konsekuensi membuat keributan bukan??"


" maaf pak"


hah... Al menghela nafas dengan berat


" apa kemampuan kamu??"


" saya bisa komputer atau bersih bersih apapun agar bisa dapat pekerjaan dan uang pak"


Al takjub usia segini jika diluar sana lebih memilih mencari sugar Daddy atau pekerja se*k komersil atau menggoda dirinya tapi tidak dengannya, dirinya akan memberikan reward kepada gadis tsb.


gadis ini cantik namun tidak terawat mungkin keterbatasan biaya namun Al heran kenapa dirinya harus ditakdirkan menolong seorang gadis untuk kedua kalinya??

__ADS_1


Al menekan speed dial menelpon seseorang


" keruangan saya"


dan tak lama ketukan pintu terdengar "masuk"


" pak Al ada yang bisa saya bantu??"


" kamu pengurus bagian cleaning service kan??"


" betul pak"


" saya mau mulai besok anak ini jadi bagian dari kamu, jika kinerjanya bagus atau ada kemampuan khusus letakkan sesuai dengan yang dia punya untuk gaji disama kan saja sesuai apa yang dia mampu, dia belum ada ijasah jadi setelah saya selesai dengannya, suruh dia melengkapi berkas yang ada saja dulu"


" maaf pak apa ini..." ucap pria tsb menggantung dan langsung ditepis


" lakukan saja perintah saya" bentakkan Al keluar


" ba..baik pak"


" keluar" pria tsb pamit dengan hormat, ekspresi gadis tadi berbinar tentunya apa yang ia lakukan tidak sia sia namun dirinya lebih memilih diam sepertinya pimpinan perusahaan ini tidak suka dibantah


" berapa biaya sekolah adikmu itu putri??"


" sa...tu juta pak"


" biaya ibumu sakit?"


" du.. dua ratus ribu pak" Al menghentikan jarinya yang sedang menghitung beberapa lembaran merah " hanya segitu?"


" i..iya pak"


" kami miskin pak takut tidak bisa mengembalikan nya terlebih ibu sudah beberapa hari tidak bekerja sewaktu saya sekolah kadang saya jadi buruh cuci dan Art panggilan namun saya sudah tidak sekolah akan sangat beruntung jika saya memiliki pekerjaan apapun asal halal dan menghasilkan uang pak"


" saya suka jawaban kamu ini terimalah" Al menyerahkan amplop berisi uang tunai dua juta rupiah


" ta..tapi saya nggak bisa terima pak, saya takut tidak bisa mengembalikannya pak" putri menolak


" kamu bisa kembalikan mencicil dari gaji kamu, pastikan kerja kamu bagus dan bisa dipertahankan agar kamu bisa kembalikan uang itu. setiap bulan akan dipotong dua ratus ribu selama sepuluh bulan" ucapan Al membuat putri berbinar " makasih pak"


" yasudah uangnya kamu simpan di tas lalu ke bagian HRD temui pak Tomy yang tadi"


" sekali lagi terimakasih pak" putri menunduk hormat lalu meninggalkan ruangan


Al menghela nafas dirinya tidak akan memotong gaji gadis itu itu hanya taktik agar dirinya dapat menolong tanpa penolakan.


.


.


sakti berkunjung kembali ke cafe, selama seminggu ini sakti gencar mendekati Afanin entah lah mungkin ini yang dinamakan puber kedua namun Afanin merasa risih bahkan karyawannya sendiri menggosipi dirinya dengan sakti.


hari ini anak dari Afanin datang bernama Kamala Nurmayanti bisa dipanggil Mala, dirinya terlihat tomboi dengan balutan hijab pasmina dan celana kulot yang menemani harinya bersama sweater Hoodie kebesaran dan snekers ala ala korea, melihat mamanya seperti itu curi curi pandang dengan seorang pria membuat anaknya menghampiri sakti


" hai om bisa aku duduk disini??" Mala datang membuat sakti kikuk dirinya takut dikira sugar Daddy oleh Afanin ingin menolak namun tidak enak

__ADS_1


" i...iya silakan" sakti sebenarnya bingung kenapa gadis ini duduk dimeja dirinya?? bukannya meja tempat lain kosong??


sedang Afa melihat Kamala mengusili sakti membuat dirinya tersenyum anaknya memang jahil dirinya tahu namun kenapa Mala seperti tepat sasaran?? apa saat dia curi pandang anaknya melihat??


" om udah nikah??" tanya Mala


" eh ... emmm saya duda"


" om lagi cari pacar apa istri??"


" emmm usia saya sudah tidak cocok cari pacar dek"


" oh berarti istri ya" dan sakti terlihat kikuk sedangkan Afanin malah melihat keduanya sambil tersenyum


" om lagi suka sama seseorang?" tanya Mala lagi


" iya .. em apa kita saling kenal??" tanya sakti


" nggak kalo gitu kita kenalan, saya Kamala Nurmayanti panggil Mala" Mala mengajaknya berkenalan namun muka sakti merah padam dirinya malu


" sakti, maaf yah dek bukan saya bersikap tidak sopan tapi saya bukan mencari sugar babby" ucapan sakti membuat Afanin tertawa pecah sedang Mala malah menghela nafas dengan kasar


" yang mau jadi sugar babby anda juga siapa??" sakti tambah bingung Afanin tertawa ditambah ekspresi muka Mala malah terlihat biasa saja


" oh syukurlah,"


" anda punya anak??" tanya Mala kembali sakti tentu bingung sebenarnya ada apa ini?? kenapa dirinya ditanya terus menerus


" anak saya satu cowok dijakarta"


" jadi anda orang Jakarta??" dan dianggukan sakti


melihat sakti terlihat mulai emosi membuat Afanin menghampiri keduanya


" maaf mas sakti anak saya suka iseng" sakti syok bukan main sedang Mala malah berekspresi datar " mama ngapain dikasih tau sih??"


" kamu nggak lihat om nya udah merah padam gitu??"


" makanya kalo mau cari suami baru libatin aku trus jangan diem diem gini gimana mama mau tahu??" ucapan Mala membuat dirinya kaget untung saja kondisi sepi jika tidak sudah jadi bahan tontonan ketiganya


" kamu tahu om lagi mau deketin mama kamu??" pertanyaan sakti membuat Mala memutar bola matanya dengan malas " mama nggak mau diajak pacaran om, langsung lamar nikah" Mala meninggalkan keduanya dan keduanya merasa kikuk


" maafin Mala ya dia suka usil"


" tapi saran Mala boleh juga, gimana kalo kita nikah aja?? usia juga nggak muda lagi dan aku bakal kenalin kamu ke anakku, dia usianya 22 tahun"


" kalo anakmu dan anakku merestui aku mau nikah sama kamu" ucap Afanin malu malu


sakti mendengarnya ingin memeluknya namun lupa jika belum halal membuat rentangan tangan sakti kembali turun "maaf" sedang Afanin malah tersenyum malu sambil menggeleng kepalanya.


tidak sia-sia dirinya seminggu ini mepetin Afanin menghilangkan rasa malunya karna semuanya membuahkan hasil


" Alhamdulillah"


dan kini dirinya akan membuat sebuah pertemuan antara dirinya, Afanin, Mala dan Alvian

__ADS_1


.


tbc


__ADS_2