
" Alvian" sakti memeluk erat, mencium aroma anak bujangnya yang kini sudah dewasa
" papa apa kabar??" Al melepaskan pelukannya
" kamu bikin papa mau nangis tau, kapan sampai?? kenapa nggak minta jemput biar papa bisa jemput???" sakti menyerang Alvian secara bertubi-tubi pertanyaan membuat Alvian hanya menggelengkan kepala saja
" belum lama sampai Jakarta, aku tadi minta jemput Gery untung dia standby" Al mendaratkan bokongnya ke sofa
" sepertinya kamu sudah siap dengan perusahaan" sakti melepas kacamata yang bertengger di matanya
" kasih waktu aku dua Minggu sampai satu bulan buat istirahat, mau refreshing jalan jalan nyenengin adek adek aku sama Sherina,"
" kamu suka sama Sherina??" tanya sakti sedikit menelisik ia tidak pernah mendengar anak semata wayangnya jatuh cinta atau memiliki kekasih diluar sana ia hanya berpikir apakah mungkin anaknya jatuh cinta pada saudara sambungnya tsb
" aku sayang sebagai saudara, bukan kekasih"
" bagaimana dengan dia??"
" aku nggak tahu tanya saja sama Ina langsung"
" kau ini" sakti meninju pelan lengan anaknya tsb
" memang mau liburan kemana??" tanya lagi sakti
" aku mau pinjem villa papa dibogor boleh? papa mau ikut ga??"
" pakai saja sedang free nanti papa bilang penjaga disana, kalo kamu ajak mamamu dan ayahmu, papa ikut"
" hmm boleh deh tapi aku ke rumah mama dulu nanti aku kabari lagi"
" oke kalo gitu, trus mau kemana sekarang?? mau makan siang bareng sama papa?? mau masuk makan siang"
" males turun cape banget delivery aja deh pa"
" yaudah papa pesan dulu, makanan apa.?"
" nasi Padang boleh deh kangen makanan itu, oiya papa gimana udah dapet yang pas??" ini yang sakti hindari berbicara dengan putranya selalu menjurus mengenai jodoh hah rasanya ia ingin berteriak untuk tidak bertanya soal itu.
" kamu nih kalo nanya ga jauh dari itu, papa baik baik saja nak"
" gimana baik baik saja?? ga lihat papa tambah kurus gitu emang ga mau ada yang urus papa dari bangun tidur sampai mau tidur?? di kelonin pas mau tidur, makan diambilin, tidur dipelukin, ma..."
" stop stop. anak papa sangat perhatian sama papa, lihat papa ini masih keliatan muda bukan?? bahasa mu sudah kelonan saja" sakti hanya tidak habis pikir anaknya yang dahulu pendiam kini sangat bawel padanya hanya karna belum memiliki seorang istri lagi
" tandanya aku sayang papa"
" hmmm bilang aja biar bisa bebas"
" salah satunya" perbincangan mereka terputus lantaran makanan yang dipesan datang.
.
.
__ADS_1
Alvian kini sudah melenggang ke luar perusahaan, banyak tatapan memuja dan bertanya tatkala melihat dirinya,
^^^*itu mirip banget sama pak CEO^^^
bukannya dia lagi studi di luar negeri
tapi mungkin saja sudah selesai
ya ampun ganteng banget siapa dia
dewa Yunani datang
Omo Omo jinjaa...
dia pegawai baru disini bukan ya??
ih itu mah si Alvian anaknya pak CEO dia kan punya anak tunggal*
dan masih banyak lagi perbincangan namun tak dihiraukan Alvian, ia memang memiliki aura yang sangat kuat sebagai pemimpin.
.
.
Al mengendarai mobilnya menuju tempat favoritnya sedari dulu ia melenggang dengan kecepatan sedang, namun alangkah terkejutnya saat ada seorang wanita menyebrang jalan dengan mendadak sehingga ia melakukan rem mendadak
ckiiitt
brugggghhhh
" kamu nggak apa apa"
wajah gadis itu ketakutan, bergetar dan memejamkan mata
" to...tolong saya om"
" om??" monolog Alvian dalam hati
" to..long bantu saya kabur dari sini," bicara gadis itu lirih namun dapat didengar, Al langsung melihat dari kejauhan dua orang berseragam hitam bak bodyguard berlari menjuk arah dirinya, gadis itu terlihat pucat ia yakin jika gadis itu seorang korban entah korban apa, Al langsung menggendong ke kursi penumpang dan berlari ke kursi pengemudi untuk melajukan mobilnya, segera ia mengendarai mobilnya dengan cepat sebelum tertangkap oleh dua bodyguard tsb.
ia fokus mengendarai namun ternyata dirinya diikuti oleh dua mobil, ia melajukan mobil diatasi rata rata sedangkan gadis itu terlihat berkomat kamit merapalkan dia, ia tidak akan bertanya dahulu sampai dirinya aman.
Al memilih jalan berkelok dan rumit sehingga tidak diikut lagi oleh dua mobil tsb. ia mengarahkan sebuah danau buatan yang ada dipinggiran Jakarta, tidak menyangka ia akan melajukan mobilnya ke arah sini.
Al mengajak gadis itu turun namun nampaknya enggan karna masih takut
" jangan khawatir, mereka nggak akan ngejar kamu, udah gada juga ada banyak yang aku mau tanya" untuk pertama kalinya Al berucap dengan panjang pada orang asing, ya memang Al tidak biasa berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya karna baginya hanya buang masa
mereka berjalan ke tepi sebuah danau yang tenang. tak ada bangku, namun ilalang dan rumput liar akan dijadikan sebagai alas
" siapa nama kamu??" tanya Al tanpa melihat
" Amaya om, Amaya Larasati
__ADS_1
" kamu masih sekolah??" kini Al menoleh ke arah gadis tsb yang masih menundukan wajahnya
" hari ini aku baru dinyatakan lulus sekolah om"
" usia mu??"
" delapan belas tahun"
" kenapa mereka mengejarmu??"
Amaya menunduk sambil terisak seperti berat mengatakannya,
" A...aakkuuu... aaku..."
" kalo belom siap gausah dijawab"
" aku dijual sama paman bibi aku sebagai psk"
" psk???" Al membeo mengulangi ucaoan gadis itu
" aku dijual oleh keluarga paman dan bibi aku senilai 250 juta rupiah dan dua orang tadi itu bodyguard dari orang yang telah membeli ku, " Amaya kembali terisak sambil sesekali menangis
" lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?? kamu udah berhasil kabur tapi pasti juga mereka akan cari kamu??"
" entahlah, aku bingung pergi tanpa bekal apapun bahkan handphone dan uang ku saja di sita mereka, aku kabur saat mereka lengah"
Al menatap gadis tsb dengan sendu, jika dilihat gadis tsb memilik wajah seperti keturunan entah Jepang, China atau Korea karna bermata sipit, kulitnya putih bersih namun sangat lugu, mungkin karna baru lulus SMA, rambut panjang sepundaknya dikepang dua sungguh lucu dan menggemaskan
" aku akan bantu kamu, "
" benarkah??" Amaya langsung memandang Alvian dari arah samping dengan berbinar setidaknya ia mau membantu dirinya
" iya, aku akan kasih kamu tempat tinggal sementara, tapi kamu sementara ini aku jadikan asisten rumah tangga dulu, jika dirasa cukup memiliki bekal, kamu bisa keluar dari rumahku namun aku bakal buat perjanjian karna aku nggak mudah percaya sama orang lain biar bagaimanapun kamu orang asing buat aku"
" oke setuju'" Amaya langsung mengajak berjabat tangan namun tidak digubris oleh Al membuat Amaya menyebikkan mulutnya
" dah ayo masuk mobil" Al kembali berdiri namun saat berdiri, perut Amaya meronta
kruyuuukkkk...
Al menaikan alisnya sedangkan Amaya hanya tersenyum kikuk
" aku belum makan dari kemarin, paman dan bibi tidak memberiku makan dan yang jajan"
hati Al miris mendengarnya masih ada saja manusia dipekerjakan secara rodi oleh saudaranya pula
" yaudah kita makan dulu" Al langsung melakukan mobilnya ke resto tempat makan fast food ternama karna yang pertama ditemui adalah tempat itu
" gapapa kan makan disini dulu??" namun dengan antusias dianggukan oleh Amaya
" gapapa Amaya senang" Al dan Amaya langsung masuk dan memesan makanan
.
__ADS_1
tbc
tinggalkan jejak dengan memberi vote, komen dan like makasih saranghae ❤️❤️❤️