
" kamu ngapain tengah malem disini??" Ahmad mendudukan bokongnya ke kursi meja makan tempat Alvian duduk
" aku lagi komunikasi sama yang bantu aku kemaren om"
" bagaimana dia mau??"
" mau tapi ada imbalannya kali ini"
" apa" tanya Ahmad lalu di jawab singkat " nanti om juga tahu"
" lalu kamu menyelesaikannya gimana??" Alvian hanya diam ia sendiri masih bingung, ia langsung membuka beberapa aplikasi peretas dan mengetikkan beberapa kode dan huruf rumit. ia tak peduli pada Ahmad yang masih memandangnya.
.
.
__ADS_1
pagi menyapa, Rahayu sedang menyiapkan sarapan dibantu Sherina, sedang Ahmad mereka baru selesai sekitar pukul empat dini hari, Ahmad memberitahu Rahayu sebelum tidur agar mengantar Sherina sekolah karna Al dan dirinya sudah mulai mengerjakan pemulihan perusahaan tentu Rahayu tidak keberatan sekalian ia akan berbelanja kebutuhan dapur yang sudah menipis, dan sebelumnya Alvian berkata pada Ahmad jika Ahmad segera menghubungi sakti bahwa besok pagi tidak jadi datang ke kantor, sementara akan dikerjakan dirumah tentu belum dibalas oleh sakti mengingat pukul 03.40 dini hari Ahmad mengirim pesan pada Sakti.
Alvian, anak itu masih menjaga jarak pada Sakti. walau ibunya terus mendorong untuk tetap berdamai pada masa lalu namun itu sulit untuk Alvian, hatinya terlalu sakit dan Alvian bukan type pemaaf seperti ibunya.
" mama ayu masak apa??" tanya Sherina pada Rahayu
" mama masakin nasi goreng sosis telur karna bahan yang ada cuma itu, Ina suka kan??"
" suka, Ina mau jadi anak mama ayu" hatinya menghangat sekaligus teriris. anak seusia anaknya kehilangan figur sang ibu lantaran keegoisan sang ibu yang tak mau hidup susah mengingat Ahmad tidak seperti ini keadaannya ketika dahulu baru memulai rumah tangga,
" kapan mama ayu pulang??" dan dijawab Rahayu "mungkin beberapa hari lagi"
" kalo Ina egois boleh ga sih mama ayu jangan pergi lagi?? Ina baru ini ngerasain punya mama" Rahayu menahan genangan air matanya sekuat mungkin "mama ayu sayang Ina sama kaya sayang ke Alvian" Rahayu kembali memeluk Ina.
sarapan telah selesai, Rahayu segera membereskan peralatan dapur agar bersih dan mengantar Sherina segera.
__ADS_1
Alvian membuka mata, ia segera merentangkan otot kaku berlalu ke kamar mandi dan sarapan, tepat jam sepuluh pagi ia selesai dengan ritualnya. segera mengecek ada pesan dari seseorang yang menghubunginya menggunakan nomor virtual "done.. please your recheck"
segera Alvian mengecek harga saham di bursa efek, ternyata benar angkanya terus naik. kebangkrutan sudah sirna namun masih belum sepenuhnya hilang, ada satu yang mesti ia lakukan, meyakinkan pemegang saham sebelumnya, ia meminta bantuan sahabat virtualnya agar mencari penanaman modal saham baru dari luar negeri untuk bergabung dengan Wijaya grup. anggap saja sebagai ucapan permohonan maaf agar semua cepat pulih.
ia sudah melakukan yang diinginkan, semoga pemegang saham ayahnya dulu mau menanamkan modalnya kembali. ia bertekad secepatnya kembali ke Bandung. ia rindu dengan ocehan mbak sitinya.
sakti sedang melakukan rapat darurat, pegang saham yang dahulu sempat mencabutnya, kini menanamkan modal usahanya kembali. anaknya telah memenuhi janjinya walaupun belum seratus persen, Ahmad mengabari dirinya bekerja dari rumah namun sore ini ia akan ke kantor bersama Alvian tentu sakti senang bukan main, ia ingin meminta ijin kepada Rahayu dan Alvian untuk memperkenalkan anaknya pada dunia bisnis.
Alvian dan Ahmad sudah berada di kantor tepat jam dua siang, ia sedang berada diruang IT Support tanpa CCTV sesuai permintaannya, ia akan mengembalikan data perusahaan yang ia curi dan memantau kembali keadaan saham perusahaanya, info dari Ahmad yang diberitahu sakti ada tiga perusahaan dari Britania ingin menanamkan saham walupun tak terlalu besar namun jika sudah kelas internasional tentu sudah sangat bagus.
sakti tak sabar ingin menemui anaknya, namun ia baru selesai sekitar pukul tujuh malam nanti, Rahayu tak ikut lantaran harus menjaga Sherina dan menjemputnya.
tbc
13 Oktober 2021
__ADS_1