
seminggu kemudian, Alvian, Sakti, Mala, Afanin, Rahayu, Ahmad, Sherina, Fadly, Nina, Aleah dan Devan pergi menuju sebuah tempat yang di pimpin oleh Alvian.
Alvian sengaja membawa banyak makanan karna dirinya tidak memberitahu Putri jika ia akan melamarnya secara resmi karna baginya jika ia memberitahu, maka Putri pasti akan disibukkan dengan persiapan kedatangan mereka dan ia tidak mau itu terjadi.
ah melihat kebersamaan Ina dan Fadly membuatnya ingin cepat melepas masa duda, karna Ina selalu saja mengompori betapa indahnya berumah tangga melakukan sesuatu tanpa batas dan halal tentu semua juga ingin.
Alvian mesti tidak pernah dekat dengan perempuan, dirinya tahu apa itu gairah pria dirinya adalah pria normal pada umumnya.
selain itu, ada seseorang yang menanti kepulangan nya jika baru pulang kerja dari kantor membuatkan nya masakan dan makan bersama.
rencananya ia akan tinggal di rumah utama dan mengajak kedua adik putri tinggal dirumah agar suasana lebih ramai.
karna sakti memang untuk saat ini benar benar jarang kembali ke Jakarta.
" sampai" ucap Al saat sudah tiba di depan kontrakan tiga petak putri.
" dia ngontrak??" dan dianggukan Alvian
" Al. coba deh kamu cerita dulu siapa calon kamu supaya kita nggak salah langkah" sudah seminggu semua keluarganya bersikeras bertanya siapa calonnya bagaimana keluarganya bukan karna apapun, melainkan supaya lebih mengenal tidak mungkin kan mereka nanti salah tanya
" oke. aku akan kasih tau sedikit hmm dia Putri, karyawan aku sendiri dan dia tidak memiliki orang tua lagi hanya saja masih memiliki dua adik, laki laki kelas dua SMA sedang satunya umur empat belas tahun kelas dua SMP" Al akhirnya menyerah dan sakti karna gemas memukul sang anak
buuggghh
" kamu bisa nggak sih jangan begitu Al, mau nikah tapi di sembunyikan begitu kita kan nggak tahu bagaimana mereka kalo salah bicara yang ada kita yang kena yang nggak enak"
Al hanya memutar bola matanya dengan malas memang ini salah ya hanya saja ia memang tidak mau membebani semua orang hanya itu tujuannya namun ya namanya saja orang tua ingin yang terbaik untuk sang anak.
sampai kediamannya, ternyata Putri sedang ada pesanan kue basah dan dirinya baru selesai membuatnya muka belepotan terigu dan kedua adiknya turut membantu
" assalamualaikum"
" waalaikumsalam" Putri keluar dan terkejut atas kehadiran banyak orang karna keadaan kontrakannya masih berantakan dan juga belum mandi
" pak Alvian" ia bahkan specles berucap seperti itu karna kedua orang tuanya datang, dia akan sangat tidak enak saat memanggil mas didepan umum.
__ADS_1
" boleh kami masuk" Al dan sakti berkata, putri gelagapan dan akhirnya mengambil tikar sedang adiknya yang satu mengantar pesanan yang satu membuat minum dan menyajikan beberapa sisa pesanan kue
" maaf sebelumnya ada apa ya nyonya dan tuan datang kemari??" putri sebagai anak tertua mau tidak mau memimpin sambutan orang orang penting ditempat kerjanya terlihat jelas wajah panik, dan grogi hanya saja dirinya tidak mau terlalu kentara.
" jadi gini sebelumnya saya mohon maaf jika kedatangan kami mendadak, ini semua rencana Alvian karna kami saja baru tahu barusan sebelum turun dari mobil kalo Al bermaksud melamar kamu secara resmi. namun ternyata kamu sepertinya lebih tidak beruntung lagi karna tidak diberitahu juga oleh anak ini" sakti berkata dia kesal dengan anaknya
" aku ga mau buat putri sibuk menyambut kalian lagipula ya niat baik nggak boleh ditunda" ujar Alvian menjelaskan alasan dirinya tidak memberitahu Putri
" langsung saja jadi kami kesini ingin memberitahu bahwa putra kami Alvian Tungga Putra, bermaksud ingin meminta Putri menjadi istrinya. apakah kamu bersedia merima lamaran kami??" putri memang sudah dilamar oleh Al namun tidak menduga jika akan secepat ini lamaran resminya dirinya terlalu syok sehingga bingung menjawabnya.
" sa..saya.. sa..ya"
" nggak usah gugup, santai aja anggap kami sebagai orang yang kalian kenal bukan atasan atau bawahan" Afanin mencoba menenangkan putri yang nampak gugup.
" kakak mau dilamar??' ucap Dikha, adik ya yang sedari tadi menemani kakaknya karna Aisha, adik perempuannya telah mengantar pesanan kue.
dengan memantapkan hati dan menghirup oksigen sebanyak banyaknya,
" bismillahirrahmanirrahim saya menerima niatan mas Al menikahi saya"
" semoga ia memang jodohku" putri bergumam dalam hati sambil menatap wajah Al yang terlihat tenang atas pertanyaan yang diwakili oleh sakti papanya kepada putri.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
sudah diputuskan, Al akan menikah dalam kurun waktu satu bulan, rencana untuk menggunakan jasa EO temannya harus batal lantaran semua orang ingin membantunya sedang Alvian, kini harus mengerjakan semua pekerjaan secepatnya dikarenakan ia rencananya akan bulan madu setelah menikah selama seminggu dan mengatur keluarga barunya karna akan ada anggota baru yaitu kedua adik putri.
selama cuti, Sakti akan menggantikan Alvian sementara waktu dirinya juga merindukan suasana kantor untung saja sang istri, Afanin mau ginggayl sementara dijakarta dan urusan toko kue akan diurus Mala.
Mala sendiri akan menikah setelah wisuda nanti sekitar empat bulan lagi.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
hari hari berlalu, seminggu sebelum acara, putri dan kedua adiknya tinggal di rumah utama ditemani oleh Afanin dan alea sedangkan Mala akan kejakarta dua hari sebelum acara dengan calon suaminya.
sedang Alvian, akan tinggal di apartemen bersama sakti dan Ahmad, dirinya bingung kenapa kedua orang tua ini harus bersamanya?? jika tidak salah, dirinya akan dipingit tidak boleh keluar sedangkan pekerjaan akan dilakukan secara daring dan pelaksana akan diwakili Adimas.
__ADS_1
" wah kenapa nggak dari dulu aja kita nggak begini ya Ahmad," ucap sakti yang menghampiri Al yang sedang sibuk dengan laptopnya
" ia ya.. hah kayanya belom lama aku nikahin mamanya masih kecil ternyata nggak lama lagi mau nikah begitu cepat yakk"
Alvian hanya berdecak namun kagum atas kata kata Ahmad, memang benar apa yang dibicarakan oleh Ahmad.
" kamu benar, aku kayanya masih pengen banget ajak Al jalan jalan, tapi anak ini terlalu sibuk dengan dunianya"
" nggak sadar diri yang bikin aku sibuk gini kan papa sendiri" Al malas mendengar hal yang tidak penting tapi ia sejujurnya menikmati kebersamaan bersama keduanya.
" Al.. nanti mainnya slow aja ya" ucap sakti
" ia trus jangan kaget kalo digigit putri, dia ngerasain lebih sakit daripada kamu yang kesempitan"
" belum lagi suara suara keramat yang wah bakal nagih lah pokonya"
" meski ini bukan yang pertama, papa yakin kamu yang ini akan lebih menikmatinya karena kata kamu yang pertama kan efek obat, ntar jangan pake gitu gituan kasian putri"
ini kedua orang tua ini bicara apa sih, Al sungguh jengkel bukan dirinya tidak mengerti hanya saja itu terlalu pribadi baginya meski bersama kedua orang tuanya namun tetap saja ia risih
.
tbc
hello genks masih semangat baca kan?? iya dong haha
cuma mau minta tolong buat ramaikan chat story aku judulnya grup chat : tetangga masa gitu
cerita ini aku buat untuk lomba chat story. kehadiran kalian akan sangat membantu eyke dan cerita ini sudah 14 episode 🤗🤗
so thank you,
감사 합니다 (kamsahamnida)
__ADS_1
💜💜💜💜💜