
Hai semua.. aku disini mau buat kisah dari Sakti setelah perpisahan dengan Rahayu biar semua gamblang dan mungkin ini memakan beberapa episode ya biar kalian nggak oleng dan nyalahin si sakti terus padahal disini dia juga korban
happy reading
---+++---+++---+++---+++---+++---
POV Sakti Pras Wijaya
" jadi apa keputusanmu Sakti??" Ucap Vena sang mama dari Sakti
" Apa kau memilih keputusan sepihak ibumu mas??" Ucap Rahayu sang istri
" Aku cinta mah sama Rahayu tapi aku juga sayang sama mama" ucap Sakti
" Sudah cukup dua tahun kalian mempertahankan rumah tangga kalian yang ga bahagia ini sekarang waktunya mamah yang ambil keputusan ini" ucap Vena
__ADS_1
" Mamah bisa gak sih kalian itu berdamai atau akur aku pusing jika harus memilih diantara kalian" ucap Sakti
" tapi aku jauh lebih berhak mas. Aku ini istri kamu walau kita belum punya keturunan bukan berarti aku ini mandul" ucap Rahayu yang masih terisak
" Hei kau perempuan kampung sudah cukup kamu menguasai anak saya jika kamu lupa surga seorang laki laki masih pada orang tuanya jangan kamu kira saya tidak tahu ilmu agama ya"
" Tapi aku juga berhak biar bagaimanapun mas Sakti ini masih suami aku mah" ucap Rahayu
" Cukup... Baik jika itu pilihan kalian aku akan memilih sebelumnya makasih buat mamah yang sudah mau mengurus aku dari kecil, menyayangiku sedari dulu hingga kini dan kamu Rahayu, terimakasih karna kau sudah membuat hari hariku berharga, merasakan cinta juga indahnya kasih sayang, tapi maaf aku akan memilih mamah karna mamah hanya punya aku dan aku menjatuhkan talak kepadamu istriku Rahayu"
suka mengeluarkan kata kata ketus dan terkesan kejam itulah yang menggambarkan ku. aku memang sudah di didik oleh tangan dingin ayahku untuk jangan pernah melihat seseorang dari kelembutan melainkan dari kerja keras yang diberikan. menjadi pemimpin perusahaan ditambah pemilik perusahaan besar yang memiliki nama seperti Wijaya grup bukan hal yang mudah. bahkan banyak yang terang terangan menyatakan perang namun aku selalu berhasil mengatasinya dan sekali lagi itu karna didikan sang papa.
aku lulus S2 di umur 22 tahun tentu bukan hal yang mudah. dan aku memimpin perusahaan diusia 20 tahun dan diberi mandat menjadi seorang CEO perusahaan diusia 22 tahun.
saat aku menjadi CEO diumur 26 tahun, aku bertemu sosok gadis sederhana yang bernama Rahayu Ningtyas, yang aku tahu dia hanya pegawai biasa yang baru bekerja 2 tahun di perusahaanku. usia kami memang berbeda 3 tahun lebih muda Rahayu tentunya.
__ADS_1
saat aku bertemu dengannya, aku selalu mencari alasan klasik ntah mau fotokopi, tanya absen atau apapun agar dapat bertemu dengannya dan karna hal itu, Rahayu sempat mendapat tatapan sinis karna banyak yang bilang kalo Rahayu menggodaku, jujur itu salah besar namun Rahayu selalu sabar dalam mengahadapi apapun.
justru kesabarannya tsb lah yang membuat hatiku luluh.
setengah tahun berlalu aku mengajaknya menjalin hubungan dengan komitmen dan ke arah yang lebih serius, aku memperkenalkan kepada mama namun reaksi mama diluar dugaan ku, karna mama tidak saja membutuhkan sopan santun dan tutur kata yang lembut, melainkan harta dan tahta juga jabatan. kami selalu berseteru memperdebatkan Rahayu. setiap berhubungan dengan Rahayu kami pasti bertengkar ntahlah mama itu selalu saja memperdebatkan posisi apalagi Rahayu hanya seorang staf biasa.
setengah tahun selanjutnya kami memutuskan menikah, tanpa atau dengan restu mama. selama berumah tangga mama selalu mencibir Rahayu bilang menantu numpang hidup, numpang tenar, ga tau diri dan lain lain. aku tahu itu semua hanya saja aku mencoba menutup telinga seolah tidak tahu hanya satu tujuanku mempertahankan rumah tangga kami.
selama menikah mama selalu saja memperkenalkanku dengan wanita yang sepadan. menyuruhku memadu istriku padahal aku hanya mencintai Rahayu seorang. bahkan mama tak gencar untuk merecoki hubunganku dengan Rahayu mengenai kehadiran anak.
lanjut next episode
.
tbc
__ADS_1
Tangerang, 14 September 2021