
" sudah lama kita tidak bicara berdua begini." ucapan pertama sakti saat Rahayu dan Ahmad meninggalkan sakti dan alvian
" apa yang akan anda bicarakan??"
" aku tahu kamu belum bisa anggap aku sebagai ayahmu, namun bisakah sekali ini saja aku memelukmu. aku merindukanmu" ucap sakti perlahan namun Alvian diam tanpa kata. menatap arah lain dengan tatapan datar.
" maaf, aku terlalu egois, aku hanya ingin bertanya alasanmu menghancurkan perusahaan ku"
" aku ingin kau merasakan kehilangan sesuatu yang berharga sama seperti mamaku kehilangan anda delapan tahun lalu"
" kau mengetahuinya??"
" soal apa?? soal mamaku mencintaimu namun dihalangi restu orang tua anda?? mana ada perempuan yang mau terus terusan dipojokan selama pernikahannya"
" maaf atas apa yang aku perbuat kepada mamamu hingga kau membenciku" ucap sakti lirih ia tak bisa mengendalikan emosinya, air matanya tumpah untuk pertama kalinya setelah melihat kelahiran Alvian dirumah sakti tujuh tahun silam.
" anda salah alamat, anda harusnya meminta maaf pada mama saya bukan pada saya"
" aku akan ceritakan sedikit alasan aku melepas mamamu, aku tahu perlakuan mamahku tidak baik pada mamamu, selalu menyakiti mamamu aku tahu itu, tapi aku tidak bisa berbuat apa apa, yang ku punya hanya mama sekarang aku juga tidak tega melihat Rahayu menangis dalam diam, menangis dalam sendiri, ia tak pernah menangis di depanku. jadi daripada Rahayu terus terusan dihina dan di caci mamahku akan lebih baik aku melepasnya, jujur demi tuhan aku pun tersiksa kehilangan Rahayu bahkan aku menikah lagi tanpa perasaan, hanya murni keinginan mama. kamu bisa tanya Vania, istriku seperti apa hubunganku padanya. publik tahu kami harmonis tapi itu hanya kepalsuan." sakti menangis, Alvian terenyuh kedua pasangan yang sama sama menderita karna keegoisan seseorang menjadikan sebuah penderitaan yang panjang.
__ADS_1
" aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku perbuat, anda bisa melaporkan saya pada polisi jika anda mau namun, jangan libatkan mama saya soal masalah ini"
" aku tidak akan melaporkan masalah ini ke polisi" ujar sakti
" aku akan kembalikan data perusahaan yang aku ambil biar bagaimanapun tujuanku hanya ingin melihat kalian hancur dan kehilangan"
" jauh sebelum itu aku sudah merasakan kehancuran pada diriku sendiri. tidak diakui oleh anaknya, kehilangan cinta dari orang yang sangat aku cintai. Alvian,.sebenarnya kamu tidak perlu mengembalikan data perusahaan itu, aku bisa berikan itu semua untukmu"
" aku tidak butuh. aku hanya butuh mamah bahagia."
" kalau begitu bisa aku meminta satu hal padamu, mungkin ini terdengar egois tapi bisakah kau mengembalikan keadaan perusahaan?? karyawan yang bergantung padaku terpaksa aku rumahkan tanpa kepastian setidaknya pikirkan keadaan mereka dan jumlahnya ribuan karyawan, tolong pertimbangkan dan juga ini wasiat ayahku. aku tidak mau melihat ayahku disana hancur karna ulah cucunya"
" oke tidak masalah, aku janji tidak akan laporkan ke polisi, aku terlalu menyayangi kalian"
" ck " Alvian berdecak
" jujur, kau mengingatkan aku akan sifat lamaku, sifat aura dingin sebelum bertemu Rahayu"
Alvian berdiri, " kapan anda mau saya perbaiki perusahaan anda??,"
__ADS_1
" apa saja yang dibutuhkan??"
" cukup om Ahmad dan sebuah ruangan di perusahaan anda tanpa kamera pengawas."
"Ahmad???" dan dianggukan Alvian
" baik. besok datang ke perusahaanku jam sembilan pagi, alamat bisa tanyakan pada mamamu"
Alvian pergi tanpa kata, ia menghampiri mamah nya dan meninggalkan semuanya, Ahmad menghampiri bosnya "bagaimana pak, apa bapak akan melaporkan kejadian ini kepolisian??"
" tidak, besok kamu ke kantor dengan Alvian jam sembilan pagi, aku tunggu sekarang kau pulang lah, antar Rahayu dan Alvian aku titip mereka, maaf sudah memarahi mu dan... terimakasih untuk semuanya, apa yang sudah aku janjikan akan aku penuhi jika semua sudah beres" Sakti meninggalkan Ahmad, Ahmad mencerna kata kata sakti namun ia masih bingung, biarlah ia akan tanyakan pada Alvian nanti.
.
.
tbc
11 Oktober 2021
__ADS_1