Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Hamil kah?


__ADS_3

sepulangnya dari Paris, Alvian benar-benar disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk.


dimulai dari pergi keluar kota, ataupun menemui kolega yang berada di sekitar Jabodetabek membuatnya harus pulang malam.


Untung saja sang istri, Putri ia bisa menyesuaikan kondisi sang suami tentu dengan dukungan yang diberikan oleh kedua adiknya yaitu Dikha dan Aisha.


Dikha dan Aisha, sejak bersekolah di Jakarta international school memiliki kesibukan baru yaitu belajar dikarenakan ketatnya persaingan dan juga fasihnya bahasa asing membuat keduanya harus ekstra belajar keras.


Putri sebenarnya belakangan ini merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, sebulan setelah kepulangannya dari Paris, belakangan ini perutnya sering bergejolak di pagi hari ataupun merasakan badannya lemah padahal Ia tidak melakukan pekerjaan berat namun herannya setiap selepas melakukan hubungan panas antara dia dengan suaminya tidak pernah merasakan lelah sedikitpun bahkan terkadang Putri yang meminta duluan.


Alvian tentu sangat senang jika sang istri yang meminta duluan.


hari ini Alvian sedang berada di kantor tidak melakukan kunjungan ataupun ke luar kota tentu saja sang istri dengan senang hati mengantarkan makan siang untuk sang suami.


ia mengedarkan pandangan kepada para karyawan Wijaya Group dan banyak yang menyapanya tentu dengan senang hati Putri akan membalas sapaan tersebut apalagi ada beberapa orang yang mengenal dirinya karena biar bagaimanapun Ia adalah mantan karyawan di Wijaya Group.


" Putri apa kabar?"


" baik, gimana kabar kalian?"


" baik, wah sekarang tambah gemuk ya."


begitu sepanjang jalan yang menyapanya ataupun menegurnya, iya jadi bingung benarkah dirinya mengalami perubahan bentuk tubuh? iya akan tanyakan nanti malam kepada sang suami.


"t tok tok tok" terdengar suara pintu diketuk


" masuk," dari dalam sana teriakan terdengar


" Mas selamat siang..." sang istri datang tentu membuat sang suami senang bukan main


" sini peluk dulu dong," Alvian merentangkan kedua tangannya kepada sang istri dan dengan senang hati menerima tentangan tangan tersebut dengan berhambur ke dalam pelukannya


" aku bawain makan siang soalnya aku tahu Mas enggak ada rencana keluar ataupun kunjungan kerja ke tempat lain kan?" dan di anggukan oleh Alvian

__ADS_1


Alvian membuka paper bag yang berisi si beberapa kotak makan dan disana terisi si nasi, ayam goreng tepung, capcay dan juga sambal kesukaan sang suami tentu saja Alvian melihatnya berbinar ia tidak meragukan lagi masakan sang istri memang selalu juara di hatinya.


" Mas,," merasa dipanggil Alvian hanya menoleh kepada sang istri


" aku kok kata orang-orang gemukan ya Mas," Alvian menatap sang istri dengan intens dengan tatapan penuh selidik dibalik kacamatanya namun dalam hati Ia hanya tersenyum setidaknya sang istri benar-benar bahagia karena banyak yang bilang jika seseorang setelah menikah mengalami perubahan berat badan itu tandanya mereka bahagia namun tidak untuk Alvian karena ia menjaga berat badannya dengan rajin berolahraga di malam hari maupun di malam hari dengan sang istri 😂😂😂


" kamu cantik kok kalo tambah semok."


" ih mas .. aku serius.." Putri mencebikkan bibirnya bisa bisanya suaminya meledek dirinya meski berkata cantik


tunggu, kenapa Putri jadi sensitif begini?


" kamu enggak makan sayang?" dan dijawab dengan gelengan kepala " enggak, aku pengen makan asinan buah mas."


" asinan buah?" dan dianggukan antusias oleh sang istri


" tau belinya dimana?" dan dijawab dengan gelengan kepala


" yaudah aku suruh OB aja ya buat cari," entah kenapa perasaan putri tiba tiba jadi sedih, ia bercerita sama suaminya agar dicarikan oleh Alvian langsung bukan OB


" maunya sama mas aja yang beli."


" aku?? aku yang beli gitu?" beo Al pada sang istri dan dianggukan antusias oleh Putri


" tapi kerjaan aku lagi banyak sayang," putri kembali menangis.


Alvian mendesah dan bersabar selama ini istrinya tidak meminta aneh aneh hah... baiklah ia akan lakukan demi sang istri.


" yaudah aku cari ya tapi jangan ikut disini aja, aku mau naik motor kantor," dibuka jas mahal yang ia jahit dari penjahit kelas nasional wong hang dan digulungnya kemeja merk alysan setengah lengan tak lupa rambut yang sudah sedikit turun akibat aktifitas membuatnya jauh lebih tampan.


dompet dan kunci mobil ia sambar loh untuk apa kunci mobil? bukannya tadi bilang ya mau naik motor kantor?


sang istri hanya menggelengkan kepala namun bangga sang suami sigap dengan permintaannya.

__ADS_1


ia melihat sekeliling ruang kerja yang baru beberapa Minggu ini ia kunjungi dengan leluasa.


jika dulu ia sangat sungkan masuk ke dalam sini, kini ia dengan senang hati dan kapanpun masuk ke dalamnya.


Alvian dibawah sana setengah berlari mencari seseorang yang bisa membawa motor, meski ia bisa membawa motor, ia sedang mode malas.


sepanjang jalan menuju lantai bawah, Al tidak hentinya dipandang kagum oleh karyawannya sendiri baik pria maupun wanita namun Alvian hanya masa bodo, telinganya memang mendengar hanya saja ia acuh.


ia lihat Bagas, salah satu sekuriti yang berjaga


" pak Bagas."


" tuan Al,"


" anter saya beli asinan buah pake motor inventaris, saya tunggu sini," Al setengah ngos ngosan lantaran berlari menuju luar ini jam istirahat pasti sekitar sini akan sangat macet belum lagi yang parkir di sepanjang jalan akan sangat mengganggu lalu lintas.


sedang sang sekuriti seperti ketiban durian runtuh sang pemilik perusahaan yang terkenal dingin dan tegas meminta bantuan dirinya, jika dibandingkan Al adalah langit sedang dirinya adalah bumi.


" bapak enggak salah denger? biar saya saja pak, bapak tunggu disini," jika bukan keinginan istrinya sudah tentu ia tidak akan repot melelahkan dirinya sendiri.


" istri saya maunya saya yang pergi, nangis tadi dia pas saya suruh OB."


" istri bapak hamil? lagi ngidam?" ehh kenapa satpam bicara seperti itu?


" yaudah buru entar keburu macet," buru buru satpam itu mengambil motor dan langsung meluncur ke arah dekat pertigaan yang kebetulan ada yang jual asinan buah.


sambil menunggu, Al terpikirkan benarkah sang istri hamil?


sudah selesai dan kembali setelah satu jam berpanas ria beruntung dirinya tidak dehidrasi.


dikeluarkan nya uang lembaran merah dua lembar untuk sang satpam " buat beli es anaknya makasih ya pak," Al buru buru melaju ke lantai paling atas dan dilihat sang istri tengah tertidur.


Al menghela nafas dengan kasar apa kabar dengan asinan buah yang ia beli? lebih baik ia simpan dan melanjutkan pekerjaan.

__ADS_1


namun kata kata pak Bagas tadi terngiang benarkah istrinya hamil? jika ditelisik setiap malam ia bermain bahkan ia lupa kapan istrinya mengistirahatkan juniornya karna periodik mungkinkah sang istri benar hamil?


tbc


__ADS_2