Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Episode 44 : Bertemu (1)


__ADS_3

kalimat dengan garis miring menggunakan bahasa Inggris, tolong bijak dalam berkomentar terimakasih 💜💜💜


Rahayu telah tiba di rumah sakit yang sudah di sepakati oleh sakti kemarin dengan membawa Alvian. ia memilih naik busway daripada diantar Ahmad lantaran sudah banyak merepotkan nya. bahkan Ahmad menawarkan mobilnya namun lagi lagi ditolak Rahayu.


sebelum ke rumah sakit, ia beritahu sakti untuk menunjukan lantai dan ruangannya. dan disinilah Rahayu sudah berada dilantai tiga ruang VIP melati. sepertinya sakti sudah menunggu kehadiran Rahayu dan anaknya


" selamat pagi tuan sakti" sakti yang sedang menundukan kepalanya seketika menaikan kepalanya lantaran suara khas yang sudah lama ia rindukan


" akhirnya kamu mau datang jauh jauh terimakasih sudah meluangkan waktumu" ucap sakti sambil tersenyum tulus


" aku kesini hanya menepati janji sekaligus ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


" duduklah dulu" sakti mempersilakan keduanya duduk. mata Alvian tajam menatap sang ayah biologis yang belum diakui sebagai ayahnya tak habis pikir kenapa mamanya mengajak bertemu dengan pria ini.

__ADS_1


" Al apa kabar??" ucap sakti sambil tersenyum namun sang empunya nama tak menggubrisnya, hati sakti tentu sakit namun ia berusaha tersenyum dengan mengubur kekecewaannya, pada akhir ya semua yang ia sudah jaga terbongkar juga. terlalu cerdas memang pemikiran anak untuk ukuran seusianya.


" Alvian sayang hayu kamu masuk" ucap Rahayu merayu anaknya susah payah ia membujuk anaknya agar menemui ibu dari sang ayah sekaligus penyebab utama perceraian orang tuanya


flash back on


Alvian sedang memainkan laptopnya, hal yang tak pernah ia tinggalkan adalah laptop kesayangannya.


" Al mama boleh minta tolong sama kamu nggak??"


" bisa kamu menemui nenek Vena??" mendengarnya jelas Alvian akan menolaknya " tidak mam,"


Rahayu menghela nafasnya " kamu tega melihat nenek kamu kritis begitu??" dan langsung dijawab "buat apa peduli pada orang yang telah menghancurkan kita??"

__ADS_1


" apa harus kamu membalasnya dengan membencinya??" tentu langsung dijawab dengan Alvian "biar dia tahu bagaimana rasanya dihancurkan Orang terdekat"


Rahayu terus berusaha meluluhkan hatinya " sayang, darah yang mengalir di tubuhmu salah satunya dari beliau yang berasal dari ayahmu walaupun kamu tidak mengakui sebagai ayahnya namun tidak bisa dihapuskan begitu saja. tetap saja belakang namamu ketika menikah, beramal bahkan meninggal adalah nama ayahmu sayang, bukan nama orang lain. ridho mu dan doa yang qobul juga berasal darinya. ingat nak kita tidak selamanya bisa bernafas. maafkanlah jika belum bisa cobalah untuk berdamai dengan keadaan" Rahayu menenangkan sambil tersenyum jujur hati kecilnya menangis, ia belum bisa sepenuhnya memaafkan mantan suami dan keluarganya tapi dengan mudah menasehati anaknya seperti itu dalam hati ia berkata " maafkan aku rob aku zolimi anakku sendiri"


Alvian menghela nafas dengan kasar, ia tak bisa melihat mamanya menangis dan memohon rasa cinta kepada mamanya lebih besar daripada rasa bencinya pada keluarga sang ayah biologisnya "oke, tapi jangan paksa aku untuk memanggilnya nenek maupun ayah karna aku belum siap" Rahayu tersenyum sambil memeluk Alvian "terimakasih sudah mau menjadikan mama menjadi sosok yang tepat janji. besok kita berangkat kerumah sakit"


flashback off


dan disinilah Alvian berada di dalam kamar rawat Vena Wijaya, sakti membisikan sesuatu kepada mamanya dan Vena membuka matanya, berbinar, menangis, ingin memeluknya namun tidak bisa seperti anak itu membentengi dirinya sehingga berjarak. ia melihat omanya tersebut dengan tatapan datar sambil melipat tangannya di dada.


" aku tinggal ya" sakti berucap pada keduanya, ia belum berani memanggil dirinya dengan sebutan ayah. anaknya membutuhkan waktu, sakti menyadari itu.


tbc

__ADS_1


next ya tapi nanti sorean 😂😂😂


09 Oktober 2021


__ADS_2