Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Finish


__ADS_3

tak terasa hari berganti Minggu berganti usia kehamilan putri memasuki usia ke sembilan dimana diprediksi dokter hpl akan tiba dua Minggu lagi namun putri dan Alvian harus ke Bandung lantaran Kamala, anak Afanin dan mantan suaminya dahulu menikah.


sudah mendapat ijin dengan syarat tidak boleh lelah dan menghindari benturan membuat Alvian membawa supir.


awalnya Alvian melarang putri ikut namun dengan dalih jika tidak lama lagi akan sibuk mengurus twin otomatis membuat Alvian mengiyakan keinginannya ke Bandung terlebih ini acara keluarga besar.


sedang Rahayu dan Ahmad sudah terlebih dahulu membantu keluarga mantan suaminya itu yang berubah menjadi sebuah keluarga besar, tidak ada iri dengki ataupun sakit hati hanya kebahagiaan yang tercipta.


sedang Sherina dan Fadly sudah terlebih dahulu ke sana lantaran Fadly memiliki sanak saudara dan anak keduanya, Maura Ganesha sudah berusia tiga bulan.


Dikha sudah memutuskan untuk kuliah diantara Harvard dan Stanford karna rata rata teman di JIS akan melangkah kesana dengan berbagai rayuan dari temannya akhirnya ia memilih diantara keduanya nanti karna masih ada waktu kurang dari setahun lagi untuk kuliah.


Aisha dan Dikha sudah berangkat terlebih dahulu dengan mobil Dikha yang diberikan sakti beberapa waktu lalu, anak itu sudah memiliki SIM dan bisa menyetir mobil bahkan sekolah pun sudah menggunakan mobil.


jangan ditanya, famous seorang Aldikha terlebih semua tahu siapa kakak ipar ya membuat banyak yang mengejar tak ayal sering cewek satu sekolahnya datang dan bertemu dengan putri namun lagi lagi Dikha tak peduli lantaran ia masih memikirkan ultimatum yang diberikan Alvian untuk mengurus keperluan perusahaan, ia belajar begitu keras tak ayal memikirkan wanita saja tak pernah dibenaknya dan ketika santai memilih Mabar dengan kakak ipar dan karyawan e-sport milik kakak iparnya maka dari itu Dikha dan Aisha sudah berangkat seminggu lalu mengingat anak sekolah juga sedang libur semester.


Dikha bahkan lebih suka di Bandung dan berlama lama di perusahaan e sport milik kakak iparnya itu.


" sayang bawaannya udah semua?"


" udah mas."


" yaudah kita jalan supir udah didepan jalannya pelan aja gausah ngebut Bandung juga dikota enggak jauh banget dari exit tol."


" iya mas."


" camilan kamu jangan lupa." sang istri memang sejak mengandung menyukai ngemil badannya bahkan naik 15 kilogram ditambah ada dua janin didalam sana.


dengan santai, mereka sampai lima jam benar benar santai dalam perjalanan.


" yaampun Menantu ibu udah datang"' Afanin menyambut Alvian dan putri dan membawanya ke sofa empuk untuk istirahat.


" maaf mah ngerepotin."


" ya enggak lah sayang ibu senang kamu datang mestinya gausah dateng ibu juga paham kamu lagi hamil besar," Afanin meski bukan menantu dari anak kandungnya, jiwa keibuannya nampak terpancar.


" yah lain dimana?" tanya Alvian


" dibekakang sama papah kamu tuh sekarang semakin tua semakin kaya anak kecil." nampak Afanin tersenyum melihat banyaknya perubahan dari sang suami yang jauh lebih bergaul dan bersahaja.


memang perubahan itu dirasakan semuanya termasuk Alvian sendiri hanya saja papahnya curang memilih menyerahkan perusahaan dan meninggalkan Jakarta dengan alasan sang istri tidak ingin di Jakarta padahal Afanin tidak masalah jika tinggal dijakarta karna toko kue dan desert di Bandung sekarang sudah menjadi hak milik Kamala.


acara segera dimulai, pengantin nampak dirias oleh MUA terlebih sang orang tua yaitu Rahayu dan Afanin sudah berdandan sedang Sherina nampak memperhatikan saudara tiri Alvian itu.


Putri, dirinya berdecak kagum karena yang putri kenal Kamala itu tomboy tak pernah berdandan dan betapa terkejutnya ia melihat gadis yang sebentar lagi akan resmi menjadi istri nampak cantik.


" Mala yaampun kamu kalo kaya gini cantik enggak kaya cowok lagi."


" ih teh Putri nih bisa aja."


" kapan ketemunya kalian? Sherina nampak bertanya


" aku dulu tetanggaan kak, mamah tau kok dia dulu sering manjat pohon mangga waktu SD."


" wah kalo ngidam mangga enak dong enggak perlu pakai galah" putri ingat ketika ngidam mangga muda yang masih di pohon dan Dikha yang menjadi sasaran.


" enak ga sih ngidam teh?" putri dan Sherina hanya tertawa saja sedang kedua orang tua Afanin dan Rahayu nampak tersenyum mendengarkan penuturan dari anak dan menantunya itu.


" Alhamdulillah ya mbak keluarga kita baik baik saja enggak ada konflik, semoga senantiasa seperti ini abadi dan berkah buat semuanya."

__ADS_1


" iya Afanin, andai aja dulu Alvian masih diliputi dendam mungkin enggak akan seperti ini." Afanin sudah tau mengenai hubungan masa lalu antara Sakti, Ahmad, Rahayu dan mantan istri suaminya Vania juga mendiang Vena.


dirinya miris namun takjub atas semua nikmat sehingga dalam keadaan rukun tanpa adanya dendam, dirinya bersyukur tidak pernah mengalami konflik berat.


kondisi masa lalu Afanin paling berat adalah ketika suaminya dahulu sakit keras dan meninggal ketika sholat.


dan ia harus membesarkan Kamala yang masih memasuki SMP.


namun Tuhan malah mempertemukan dirinya dengan sakti di Bandung mesti itu bukan pertemuan pertama kalinya, keinginan sakti begitu kuat untuk menjadi suami Afanin.


kini tiba saatnya ijab Kabul dimulai.


" saya terima nikahnya dan kawinnya Kamala Nurmayanti binti almarhum Sumarsono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar seratus juta rupiah dibayar tunai.


bagaimana para saksi apakah sah..


sah.....


barakallah hu barakallah......


semua orang bernafas lega tapi tidak dengan putri, dirinya merasakan panas dingin yang amat luar biasa sedangkan Alvian nampak ikut membaca doa.


ia meremas lengan Alvian namun Alvian mengira hanya berpegangan saja, semakin lama dirinya semakin merasakan mulas yang sangat luar biasa.


" mas,, "


" iya, kenapa sayang.."


" mas perutku sakit."


Alvian melihat sang istri mengeluarkan air ketuban dari jalan lahir dan putri nampak menahan sakitnya.


meski ia pria, ia sempat membaca petunjuk ibu melahirkan.


" istriku mau melahirkan." semua orang panik, sakti menyiapkan mobil sedang Alvian nampak menggendong sang istri.


" buruan papah,"


" kami bawa baju bayi?" Rahayu nampak khawatir sedang sang pengantin ikutan panik beruntung kata sah sudah diucap.


" aku mana tau mau melahirkan ya enggak bawa lah."


" yaudah aku ambil baju bayi Aleah aku masih simpan."


semua panik dan menuju rumah sakit, hanya pengantin, Afanin dan Sherina juga Fadly yang nampak tinggal selebihnya menuju rumah sakit.


" wali nyonya putri."


" saya suaminya."


" bisa masuk sebentar pak," Alvian deg degan dan Rahayu nampak mengikuti sedang sakti dan Ahmad menunggu diluar.


" nyonya Putri harus di SC lantaran hanya memiliki satu plasenta dan salah satu janin terlilit tali pusat maka dari itu kami menyarankan SC sebagai jalan terbaik mengingat ada tiga nyawa yang harus dilindungi."


" lakukan yang terbaik."


masuklah putri keruang operasi Alvian nampak gusar sedang Dikha terlihat lebih tegar dan Aisha menangis sedaritadi.


" embak enggak apa apa kan kak?" tanya Aisha pada Dikha

__ADS_1


" doain mbak moga baik baik aja."


Alvian menghampiri sang papa " maaf pah aku kacauin acara sakralnya Kamala."


" enggak apa enggak ada yang tahu kan istri kamu mau lahiran lagian udah sah ini mah tinggal salam tempelnya doang."


" papah engga nemenin mamah?"


" nih.." menunjukan handphonenya yang sedang video call dengan sang istri sedang Alvian hanya berdecak saja melihat sang papa yang semakin tua semakin bucin itu.


satu jam lampu ruang operasi padam menandakan operasi telah selesai, suster memanggil Alvian untuk mengadzankan kedua anaknya.


" bapak Alvian."


" saya sus."


" tolong twins nya di adzani dahulu."


Alvian menangis melihat kedua darah dagingnya sudah lahir kedunia sedang sang istri nampak sedang melakukan observasi selama dua jam.


menangis, tentu saja kedua bayi tersebut nampak sehat dan menangis.


keduanya telah diazani dan sang ibu sudah dipindahkan keruang perawatan, nampak Afanin, Mala, Rendy sang suami Kamala dan Sherina juga Fadly datang.


ruang VIP nampak penuh dengan para penjaga putri.


tidak lama, kedua anak Alvian dan putri datang dan menjadi objek baru untuk sekedar Selfi ataupun menggendong beruntung ada dua jadi adil dari keluarga sakti maupun Rahayu.


Rahayu menemani sang istri yang mulai merasakan sakit akibat jahitannya sudah selesai obat biusnya itu.


" makasih sayang," Alvian mencium sayang sang istri dan putri terpejam menikmati keromantisan yang diberikan sang suami.


" ehem nih orang tua nya malah asik asikan pacaran yak," sakti nampak berdecak melihat keromantisan sang anak dan menantunya itu.


" tau yang penganten baru aja biasa tuh." Sherina nampak mengompori.


" CK sirik aja kalian." Alvian nampak berdecak


" jadi, nama anak kamu siapa Al?" tanya Rahayu pada sang anak.


" kakaknya yang dipegang ibu namanya Alvian Adinata sedangkan adiknya yang dipegang ayah Ahmad namanya Alvian Ardinata."


semua nampak senang melihat sepasang bayi kembar Alvian tunggu, kenapa namanya Alvian juga?


" biar nanti kalo punya anak lagi kita bisa bikin pasukan futsal dengan nama klub Alvian."


semua nampak menepuk jidatnya konyol sekali alasannya.


tamat...


yeeeaaayyy tamat juga semua happy ending


makasih ya udah baca nupel aku sampai tamat dan karna hanya extra chapter aja jadi aku rasa cukup sampai sini aja.


jangan pelit sama like dan vote apalagi komen aku tau ini novel belum sempurna banget tapi ya aku juga bangga karna aku bisa namatin novel juga.


oiya jangan lupa mampir ke belenggu sang mantan disana ada kisah wanita kuat yang menghadapi peliknya hidup nanti aku spoiler dikit setelah chapter ini.


tetep pantau lapak aku ya jangan lupa follow ig aku @yunirahma101 disana banyak banget cerita yang lagi on going maupun aku kerjakan.

__ADS_1


see you semua love you saranghae 💜💜💜


dari author pecinta Kim Taehyung, V BTS


__ADS_2