Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : kehidupan sebelumnya Amaya


__ADS_3

" Bangs*t sial bagaimana bisa kalian berdua kehilangan seorang gadis lugu bodoh macam dia hah??? percuma gua bayar mahal kalian kalo jaga bocah kecil aja nggak becus" ucap seorang pria marah kepada dua anak buahnya


" maaf bos, saat kami jemput dan lengah, dia kabur bahkan ponsel dan tasnya masih sama kami"


" lalu, apa keluarga Sudrajat itu tahu kalau keponakannya kabur??"


" tidak tuan, karna nona Amaya kabur saat kami sedang isi bahan bakar,"


" kalian cari mereka, gw bakal datengin Sudrajat buat minta pertanggung jawaban dan ingat waktu kalian hanya satu Minggu jika tidak, kalian harus cari gantinya paham"


" paham bos"


William, pria arogan yang menjadi pesaing bisnis Wijaya group dalam bidang properti, menyukai seorang gadis yang ditawarkan seseorang bernama Sudrajat yang tak lain adalah adik tiri dari ayah Amaya, Akira Yamaguchi, sebenarnya Amaya memiliki nama Amaya Larasati Yamaguchi karna ayahnya keturunan orang Jepang, hanya saja nama belakang sang ayah di hapus oleh Sudrajat untuk menguasai Amaya dengan cara menjualnya,


orang tua Amaya adalah Larasati dan Akira Yamaguchi, meninggal dalam insiden kecelakaan tiga tahun lalu, dulu sebelum meninggal paman dan bibinya memperlakukan sangat baik, kedua orang tua Amaya memiliki perusahaan percetakan. kehidupannya sangat layak namun saat kedua orang tua Amaya meninggal, kehidupannya berubah total semua dikuasai paman dan bibinya.


Amaya memang gadis polos, setiap hari Sudrajat beserta istri Wina selalu saja memperlakukan Amaya seperti seorang pembantu. ide istrinya lah yang mengantarkan Sudrajat mengunjungi sebuah club' malam bernama night more dan mendengar seorang pengusaha mencari perawan untuk memuaskan hasratnya dengan imbalan 250 juta bernama William, William tatkala melihat Amaya merasa jatuh hati pada sosok Amaya, namun ia belum membeli sepenuhnya karna baru dibayar 100 juta, jika Amaya sudah ditangannya maka sisanya akan dibayar langsung ke Sudrajat dengan mengadakan pertemuan di club' night more lagi.


Sudrajat sudah mengetahui jika Amaya kabur karna orang suruhan William sudah mengunjungi Sudrajat untuk menanyakan dimana Amaya, namun keberadaannya tidak diketahui olehnya. Sudrajat sudah menerima 100 juta dan kemungkinan jika Amaya tidak ditemukan uang tsb akan diambil kembali dan uang tsb sudah digunakan sebagian oleh keluarganya


" bagaimana ini papi??" Wina begitu ketar ketir mendengar Amaya kabur


" entahlah Bu, pasti bos Will akan datangi kita"


" apa kita kabur aja Pi??"


" kita cari Amaya, kita tahu anak itu tidak memiliki sandaran maupun teman, kita cari dulu"


" aku gamau balikin uang itu, Amaya gada uang lenyap"


" keparat memang Amaya gadis tidak tau diri"


.


.

__ADS_1


di satu sisi, Alvian mengunjungi mamanya Rahayu karna ia sudah bertekad untuk meminta ijin kepada Ahmad mengenai kepindahan Sherina ke Surabaya, ia bertekad menolong gadis malang tsb. kemarin sebelum kembali ke rumah sakti, Amaya atau Ayumi sudah menceritakan mengenai paman dan bibi tiri nya yang selalu menyiksanya, jarang diberi makan maupun penyiksaan secara fisik dan mental yang membuat dirinya begitu pendiam dan terkadang histeris saat tidur, rencananya ia akan mengurus Ayumi hingga lulus dan bisa menjadi lebih baik ketika berdiri sendiri.


" assalamualaikum ayah, mama" ini hari weekday dimana semua adiknya masih bersekolah dipagi hari.


" waalaikumsalam ya Allah Alvian" Rahayu datang dan berhambur memeluk Alvian sang anak sulung merindukan yang sudah lama tidak berada di Indonesia karna studinya


" mama apa kabar??" tanya Al sambil memeluk mamanya ia merindukan sosok beliau


" Alhamdulillah baik, kapan kembali ke Jakarta??"


" kemarin. oiya ayah ada??"


" ada lagi ngerjain proyek baru dari Bintan beliau ada di ruang kerjanya"


" aku masuk sebentar ya" dan dianggukan Rahayu


" anakku tambah ganteng aja, persis kaya papanya dulu eh astagfirullah" Rahayu bermonolog sambil melihat Alvian menaiki lantai dua dimana ruang kerja Ahmad.


tok..tok...


" ayah"


" Alvian" Ahmad memeluk anak sambungnya ia merindukan kerjasama team karna diantara keempatnya hanya Al yang memiliki kesamaan terhadap dirinya


" kapan datang??"


" kemarin pagi"


" papa sehat??"


" Alhamdulillah sehat, emang kalian nggak pernah kumpul??"


" ya kadang udah lama juga sih ga ngumpul, agendakan segera"


" oke oiya ayah, aku mau minta ijin sama ayah??"

__ADS_1


" apa"


" Sherina ingin hidup mandiri di Surabaya, bisa ayah ijinkan, aku yang akan pantau dan kunjungi sebulan sekali jika berkenan"


" kamu di sogok sama dia??" dan digelengkan Al, "nggak ayah aku pengen liat dia mandiri"


Ahmad berpikir benar kata Al selama ini Ina memang manja namun ia juga tidak bisa lepas dari sang buah hati entahlah


" setidaknya beri kepercayaan Ina kalo dia mampu berubah, jangka waktu mungkin satu sampai dua tahun setelah itu terserah ayah"


" oke. kamu selalu bisa meluluhkan ayah"


" thanks" Al senang rencana pertama selesai,


Al, Rahayu, Ahmad dan Ina sedang makan siang, tak lama kedua adiknya datang


" mas Al" Devan dan Nina (awalnya aku sebut Yuanita di bab 14 tahun kemudian, tapi keknya panjang banget yakk jadi aku ganti Nina karna nama panjangnya Karenina Yuanita Pramudya) berhamburan memeluk Al, Al menyukai kedua adik ya tsb.


" mas Al apa kabar?? Devandra memang dekat dengan kakaknya


" baik, oiya ganti baju sana trus M


makan bareng, nanti mas ada hadiah buat kalian" keduanya senang dan mencium pipi Al lalu berlari menuju lantai dua


" mereka sayang kamu Al" Rahayu berucap dan dianggukan semuanya.


Ina, lebih banyak diam, spekulasi mengenai Alvian masih bersarang dipikirannya, ia memang awalnya menyukai Al tepatnya ketika SMP namun ia menepis jika keduanya bersaudara walaupun tiri, Ina memang tidak mempermasalahkan Al menyukai siapapun namun asal jujur kepadanya jika tidak, Ina akan mencecar seribu pertanyaan agar mengakuinya.


.


Alvian bergegas ketika jam menunjukan pukul empat sore, setelah memberikan oleh oleh kepada keluarganya, ia memutuskan untuk ke apartemen melihat Ayumi, melihat cctv tidak ada yang aneh darinya, bersih bersih, memasak, makan , mencuci dan menonton tv seperti menikmati hidup kesendiriannya namun ia kemarin berjanji akan mengajaknya mencari perlengkapan, Ina tidak ikut karna Pms hari pertama yang menyakitkan.


ia memencet angka passcode dan masuk, hal pertama dilihat Ayumi teridur meringkuk bak janin di dalam rahim, iba karna tangan dan kaki putihnya terdapat beberapa bekas luka, cukup kontras perbedaannya. Ayumi memiliki warna kulit pucat pasi dan menggunakan kaos oversize pendek dan celana selutut. Al ingin memegang wajah Ayumi namun ia urungkan, lebih baik membersihkan diri dan segera bergegas mengingat sudah hampir senja.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2