
Al terlihat lelah perjalanan bisnisnya selama seminggu menguras tenaganya jika saja ayahnya tidak memutuskan pensiun dini maka dirinya akan memilih perusahaan e sport miliknya untuk ia kembangkan, bahkan sudah beberapa Minggu dirinya tidak bertandang ke pusat yang terdapat dibandung.
dirinya menjadikan Bandung agar tidak lupa dengan tempat dirinya dibesarkan dan dilahirkan kenangan pahit dan manis mamanya ada disana namun dirinya akan beristirahat dahulu setelah itu dirinya akan berangkat menggunakan supir yang papanya siapkan dikantor.
mungkin akan lebih baik Sherina ia ajak tapi dia ingat jika Ina sekarang menjadi manager cafe milik mamanya weekend biasanya akan ramai jadi Al mengurungkan niatnya.
" mungkin Senin aku akan bekerja dari rumah saja"
Sabtu ini ia akan gunakan istirahat dan malam nanti dia akan berangkat karna hari juga sudah siang perjalanannya memakan waktu tentu saja menguras energi juga setidaknya pengorbanannya membuahkan hasil karna ketiga tempat destinasi pariwisata yang sedang dia kembangkan sudah memasuki tujuh puluh persen proses jika tidak ada hambatan bulan depan sudah bisa dikembangkan.
tak lama notifikasi ponselnya berbunyi tanda telpon masuk
Sang Raja Calling ...
"ngapain ini orang tua telpon"
" **hallo papa"
" assalamualaikum dulu Lanang"
" waalaikumsalam ada apa pagi pagi telpon??"
" yaampun punya anak bujang gini amat yakk"
" Al cape baru pulang dinas"
" dinas bahasanya, itu pariwisata yang lagi kamu kembangkan di tiga kota itu"
" hmm"
" papa mau minta tolong dong hehehe**"
tumben sekali papanya cengar cengir??
"**ngapain pa??"
" papa mau menikah tapi syarat dari calon istri suruh nemuin kamu, sama anak ya supaya bisa segera ya tentu dengan restu keduanya**"
Al tentu saja kaget pasalnya tak pernah ayahnya bercerita mengenai orang yang dekat dengannya namun tiba tiba dirinya datang untuk memperkenalkan dan segera menikah.
" **dimana emangnya??" tanya Al kembali
" di Bandung"
" sore ini aku mau ke perusahaannya yang di Dago jadi bisa sekalian"
" kapan tiba dibandung??"
" malam nanti berangkat"
" ingat pake sopir nggak pake sopir papa sunat kamu"
" hmmm"
" menginap di hotel tempat papa yakk"
" aku punya rumah di Bandung jadi nggak ke hotel"
" oke papa akan ikut kerumah mu setiba dibandung**"
__ADS_1
dan telpon pun terputus, setidaknya dengan si pria tua itu menikah, dirinya tidak akan di repotkan lagi oleh dirinya
" akhirnya si tua bangka nikah juga"
(dasar anak ga punya akhlak gitu gitu bapak kandung elo bre 🤭🤭🤭)
.
Minggu menyapa Al terbangun dari tidurnya, semalam dia tiba di Bandung pukul 10.00 malam sedangkan supirnya ia suruh kembali ke Jakarta, Al akan menyewa mobil disini.
sakti sudah datang sejak pagi datang membawa sarapan dan menggangu Al tidur sejak pukul enam. papanya selalu saja mengganggu dirinya
" Al.. ayo kita joging"
" pala ko mau joging jalan sendiri sana Al cape banget papa"
" Al ayolah demi papa" ribet sekali orang tua ini jika sedang puber
" kenapa sih ngotot banget mau joging??" tanya Al setengah kesal
" ada Afanin disana lagi buka bazar papa mau bantuin hehehe" Al menepuk jidat jadi itu sebabnya dirinya dipaksa bangun
" dimana??"
" cfd Dago "
" papa bawa mobil"
" yesss .. akhirnya anak kolotku mau juga diajak jogging"
setelah setengah jam Al sudah sampai di cfd Dago, muka bantal Al masih tercetak disana namun kadar ketampanannya justru bertambah
sudah sampai di sebuah kedai cake and dessert Afanin shop, seorang wanita hijab syar'i dengan dua orang disana yang satu wanita menggunakan hijab namun terlihat lebih tomboi dan satunya terlihat seperti biasa saja
" assalamualaikum Afanin"
" waalaikumsalam warahmatullahi wa barokatu mas sakti aku kira nggak jadi kesani"
" nggak lah aku kan pria bisa dipegang lah ucapannya"
" insya Allah ah ini siapa?? gantengnya" tanya Afanin melihat al
" ini anak saya baru Dateng dari Jakarta abis dinas di luar kota"
Al terlihat cuek saja masa bodo dengan papanya bukannya nanti malam juga bertemu?? Al saja yang masih muda tidak seperti papanya terlalu childis
" hallo Tante saya Alvian"
" Afwan saya Afanin dan Mala sini sebentar sayang" yang dipanggil pun datang
" apa mah"
" ini Kamala anak saya dan Al ini anaknya om sakti"
Al mengajak bersalaman " Alvian" mata Mala berbinar anaknya om sakti ternyata ganteng seperti Kim Taehyung member bts hanya saja versi juteknya. biar tomboi gini Mala adalah army fans bts garis keras
" Mala nggak mau di jabat tangannya al" ucapan Afanin membuat Mala salah tingkah " Mala"
" Mala ajak Al keliling dulu ya" ucapan sakti membuat Mala berbinar calon ayah sambungnya sangat pengertian dan Al malah terlihat cuek dengan berjalan dirinya lapar padahal ayahnya sudah membawa sarapan namun karna takut kesiangan jadinya disimpan buat yang mengurus rumah Rahayu yang rutin datang untuk membersihkan rumah karna semalam dirinya mengabari akan datang ke Bandung dan kemungkinan Senin baru kembali
__ADS_1
" Alvian" panggil Mala dan Al hanya menoleh
" gw panggil elo apa dong??" Al berhenti dan memandang Mala " umur kamu berapa??" Mala kikuk Al memanggilnya kamu sedang dirinya sok akrab " delapan belas"
" panggil nama aja" Al kembali melangkah kakinya, dirinya menjadi pusat perhatian para gadis membuatnya risih sedang Mala nampak senang menjadi pusat perhatian dirinya yakin pasti ada beberapa temannya yang datang ke sini untuk sekedar hang out setidaknya dia walau tidak pernah dekat dengan cowok dengan kejadian seperti ini image lesbi nya bisa menghilang
buuggghh
Al berhenti mendadak dan Mala yang sedang melamun menabraknya
awsss..
" kamu gapapa??" dan dianggukan Mala
" saya mau makan bubur ayam"
" yaudah ikut sini ada bubur yang enak banget" Mala langsung menarik lengan Al dan Al yang ingin protes hanya menghela nafas dengan kasar dirinya didekatkan lagi dengan seorang gadis seumuran dengan mendiang istrinya lagi untung saja akan dijadikan sebagai saudara sambung. hebat sekali Al saudara sambungnya banyak yang dari ayahnya sebanyak tiga orang dan yang dari papanya satu. benar benar keluarga besar
" mang bubur dua komplit toping ekstra"
" siap Eneng" mereka duduk padahal penuh namun para gadis melihat pesona Al sungguh dirinya rella membagi ruang untuk Al sedang Al nya sendiri terlihat cuek tak lama makanan datang dan mereka makan dalam hening.
.
.
" lain kali papa jangan ajak aku ke cfd buat nemenin papa pdkt deh aku ga kan mau" Al bersungut sungut setelah sampai di rumah diri nya kesal menjadi pusat perhatian belum lagi Mala sangat merepotkan seperti Sherina namun jika dirinya biasa dengan ulah Sherina tapi tidak dengan Mala
" dia calon adikmu yaudah sih nikmatin aja" benarkan percuma mengeluh dengan papanya lebih baik dirinya masuk kamar.
.
makan malam telah dilaksanakan dan keputusan bahwa seminggu lagi mereka akan menikah di Bandung dan resepsi akan sederhana di cafe milik Afanin dan sesuai dengan kesepakatan rumah Rahayu akan dibeli sakti karna rumah yang digunakan Afanin hanya rumah sewa lagipula rumah dibandung sudah diberikan kepada Al dan dirinya tidak mempermasalahkan.
sedang rumah utama mau tidak mau Al akan menempati rumah itu karna sakti akan pindah ke Bandung.
seminggu berlalu semua orang hadir di pernikahan ketiga sakti dan ternyata Sherina dan Mala cocok, sama sama bawel sama sama pecinta BTS dan juga sama sama pecinta drakor luar biasa sekali.
" sakti akhirnya setelah belasan tahun launching juga" ucap Ahmad dan Rahayu meledek keduanya
" Nemu dimana??" ucap Simon teman dekat sakti yang tinggal dibandung
" dijakarta"
" ah gila ini Kebagusan buat elo" ucap bara
" sial awas kalian" ucap sakti
" moga masih Joss ya"
" gw olahraga kali ya masih tokcerah" ucapan sakti membuat semua tertawa dan Afanin hanya menunduk malu saat dirinya terkena ledekan juga.
semua larut dalam pesta sederhana tsb dengan suka cita.
.
tbc
maaf dua bab ini agak bossy lebih ke sakti yakk aku kasian kalo dia nggak happy ending hahahaha.
__ADS_1
makasih luph u saranghae ❤️❤️❤️