
mata Putri berbinar menatap dua alat yang masih dipegang dan berada di kamar mandi, sudah lebih dari sepuluh menit enggan meninggalkan nya dan menyatakan
pregnant
sedangkan, Alvian sendiri sudah menunggu kehadiran sang istri dengan cemas, ada rasa was was juga meski yakin akan ciri dari sang istri.
dihampiri sang istri menunggu di depan kamar mandi
" sayang, are you okay? udah beberapa menit didalam kamu enggak apa apa kan sayang? please respons me." nampak sang istri keluar dengan sendu, memeluk sang suami untuk menghirup aroma tubuh sang pemilik yang memiliki ketenangan sendiri.
merasa sang istri kacau dan takut berpikir macam macam, ia menenangkan sambil mengelus pucuk kepala ke bahu sang istri yang memang memiliki postur tubuh lebih kecil dari dirinya.
" mungkin belum rezeki, enggak apa udah jangan nangis, nanti kita nanam saham lagi yah."
putri langsung melepas pelukan dan menatap intens sang suami, benarkah ia mengandung seorang gen dari Alvian Tungga Putra?
menyerahkan dua buah tespek yang tadi digunakan, tidak ada rasa jijik mengingat itu bekas urin.
mata Alvian yang tajam pun seolah tidak tersirat, kebahagiaan yang tiada tara, akan menjadi seorang ayah tentu bahagia.
usia dua puluh tujuh tahun setidaknya ia akan resmi mendapat gelar sebagai
" welcome new papah." putri menirukan suara anak kecil yang dibuat olehnya.
Alvian memeluk menggendong bahkan memutar gendongan sang istri seolah lupa ada janin didalam perut sang istri.
" kita ke rumah sakit besok." justru digelengkan sang putri
" Sabtu aja, sekalian mas libur dan ada semua dirumah, nanti sekalian ke apartemennya papah dan rumah mamah," istrinya ternyata memikirkan keluarganya Alvian senang setidaknya memiliki keluarga utuh tidak seperti cerita pedih sang mamah di jamannya dahulu.
" oke."
" sayang.." putri jika sudah berkata seperti itu, ia akan meminta sesuatu, namun setelah perkara mangga, perasaan Alvian mendadak was was.
" iya sayang, mau sesuatu?" seperti jackpot, putri menganggukan kepala ya dengan senang
" mau cimol."
" cuma cimol aja?" dan putri menggeleng
" mas buatin cimol tapi pake bokser unicorn punya Dikha"
hah
" maksudnya gimana?" Alvian berteriak namun seperti membentak karna kaget, putri berubah menjadi sendu mood ibu hamil memang berubah, sadar perubahan raut wajah sendu sang istri membuat dirinya menyesal.
" maaf bukan membentak, cuma kaget, emang Dikha punya celana bokser unicorn??" dan dianggukan putri
__ADS_1
memang Dikha berubah selera menjadi girly gitu? apa tadi boksernya unicorn?
" kamu mau aku buat cimol pake bokser unicorn?" dan dianggukan Putri
dirumah ini asiaten cewek, kamu mau aku dilihatin sama mereka?" nampak diam namun ide gila pun muncul " ya mereka suruh ke paviliun asisten dan enggak boleh masuk selama dua jam."
" adik kamu? lupa dia juga cewek?"
" itu mah gampang udah pokoknya kamu buatin itu yah yah yah."
raut muka Alvian menjadi sulit diartikan, ingin emosi tapi sadar ada dua hati yang mesti dijaga.
lebih baik manjat pohon mangga kalo begitu daripada cosplay unicorn rasa cimol.
ia merutuki sang adik ipar untuk pertama kalinya, meminta tanggung jawab pada sang ipar agar membantu membuatkan cimol itu.
padahal beli atau minta dibuatkan oleh asisten jauh lebih mudah bukan
" hayuu sayang," puppy eyes jurus andalan sang istri dikeluarkan mau tidak mau ia menuruti kemauan sang istri.
**********
Dikha sedaritadi tertawa namun ditahan oleh nya tidak mau dilenyapkan sang kakak ipar karna sang kakak yang ngidam aneh.
ya, Dikha sewaktu pindahan dan pamit pada semua teman disekolah lama, ia diberikan hadiah nyeleneh dari sang teman dekat.
" dek, itu apa kok kamu dapet kado?" tanya putri yang mengantar ke sekolah lama lantaran mengurus surat pindah sekolah dan lainnya
" belum tahu kak, dari anak cs biasa lah kalo ada yang pindah atau ulangtahun dapet kado gede tapi biasanya isinya zonk gitu." ucap Dikha pada sang kakak.
" coba kak Dikha buka, Aisha penasaran."
dibukalah itu kado dan mengejutkan, dua bokser pink bergambar unicorn, lipstick berwarna babby pink dan bando unicorn tak lupa kontrasepsi satu bungkus.
" gila ini temen kamu sableng semua ya?? masa perpisahan ngasihnya beginian??" putri sewot tatkala melihat isi kado dari sang adik
" ada pesannya kak," Aisha melihat namun buru buru diambilnya oleh Dikha karna ia tahu pesannya pasti nyeleneh
benarkan
**dear sob si Andikha kangen band yang bentar lagi vacum jadi tukang cod'an
sorry sob, kalo selama ini kita banyak salah, ini ada gift yang buat elo pasti senang, gw denger JIS selain dari kalangan elit, maennya juga keren, jangan diem Bae icip icip sekali kali lah belajar dari Reno yang selalu spill cerita.
jangan lupain kita meski otak rada gesrek tapi kita enggak pernah berkhianat.
tertanda
__ADS_1
kapital garis katulistiwa (nama Genk mereka ya**.)
benar kan dugaannya, jika saja sang adik Aisha yang membaca, sudah tentu ia akan banyak bertanya dan ia tidak mau mengotori pikiran sang adik.
flashback off
untuk itulah mengapa sang kakak tahu jika ia memiliki boxer unicorn berwarna pink itu, Alvian masih menatap Dikha tidak bersahabat.
hanya cengiran kuda yang ia kasih jujur, ia belum pernah menggunakannya.
" yaudah mas, dimulai semua asisten aku suruh ke paviliun selama dua jam buat istirahat."
dengan kakunya, ia melihat tutorial cara membuat cimol tsb, lihai memang cara tangan Alvian memegang bahan meski belum pernah membuat namun sedaritadi ia menguleni bahan dan akhirnya Dikha membantunya membentuk bulatan bulatan kecil.
saat menggoreng, karna minyak terlalu panas menimbulkan ledakan dan amukan cimol dari minyak panas tsb.
sontak Alvian dan Dikha yang berada didekatnya justru malah kabur karna cipratan minyak panas tsb.
putri tersenyum sedang Alvian dan Dikha malah panik dan syok.
" itu gimana Dikha??"
" panggil asisten aja deh mas."
dan Dikha berlari memanggil semua maid dengan tergesa, lupa jika sang kakak ipar masih menggunakan boxer unicorn ya membuat menjadi bahan tertawaan maid namun ditahan hanya saja Dikha dan Alvian peka atas ekspresi mereka.
" sayang jadi gimana? masih mau cimolnya yang udah kabur dari wajan itu?"
" hahahhaha yaudah mas sama Dikha bersih bersih nanti bik Ela aja yang buatin," keduanya kabur buru buru sebelum sang kakak dan istri memintanya aneh aneh.
selepas keduanya naik kelantai atas, semua orang tertawa terbahak tidak menyangka sebucin itu seorang Alvian Tungga Putra kepada sang istri.
" udah jangan diketawain, ntar kalian dipecat mau? suami saya biar begitu juga."
" kok pak Alvian punya bokser begituan sih Bu??" tanya salah satu maid kepada putri
" punya adik iparnya, kado dari temen sekolahnya yang lama pas perpisahan, gatau kenapa tiba tiba pengen lihat suami saya pake bokser unicorn punyanya Dikha suami saya kan putih bersih tinggi orangnya, terlalu cowok banget gitu."
" semoga langgeng ya Bu."
" iya amin."
" kehamilannya umur berapa Minggu jadinya Bu?"
" belum cek mungkin besok sabtu agak siangan." semua maid yang terdiri dari tiga wanita berumur dua orang dan muda satu orang pun menganggukan kepalanya tanda paham.
tbc
__ADS_1