Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Berjumpa Kembali


__ADS_3

sakti setelah kejadian dikantor memutuskan untuk ke Bandung, dengan begitu dirinya akan menghilangkan penat sedikit akibat apa yang dilakukan sang anak.


saat ini sakti ingin mengunjungi sebuah cafe di dekat hotel yang dia sewa untuk beberapa hari ke depan dan nampak dari luar cafe tsb sederhana namun nyaman untuk bersinggah


" selamat datang"


wajah seorang perempuan dengan hijab syar'i menangkup menyapa dirinya dibalik kasir, tunggu sepertinya dirinya tidak asing dengan wajah itu hanya saja wajahnya berbeda lebih matang dan terlihat dewasa


namun karna sakti terus saja memandang, perempuan hijab syar'i tsb merasa keki dan menundukan pandangan


" maaf apa kita pernah bertemu maksud saya apa kamu pernah tinggal dijakarta?? saya merasa pernah melihatmu namun saya baru ini kebandung"


" ah apa iya?? saya sudah lama tinggal di Bandung memang pernah tinggal dijakarta hanya saja sudah lama sekitar 13 tahun lalu kami pindah ke Bandung"


" apa kamu pernah hampir menabrak atau di tabrak sebuah mobil hitam??" wanita itu berpikir sekitar beberapa menit dan mengingatnya " ah iya waktu itu saya ingin tertabrak di sebuah jalan dijakarta, sepertinya wajah nya mirip anda namun lebih muda" wanita itu tertawa membuat sakti ikut tertawa ternyata dunia sempit namun lama sekali


" boleh aku berkenalan??" tanya sakti dan di sambut wanita itu " Afwan nama saya Afanin Kamala bisa panggil saya Afa"


sakti kikuk penantian selama empat belas tahun membuahkan hasil namun dirinya merasa insecure keyakinan yang wanita ini miliki lebih baik sangat berbanding terbalik dengan ya apakah dirinya harus maju atau???...


" iya saya sakti"


" tinggal disini mas??"


" ah tidak saya hanya singgah disini ingin menikmati suasana untuk mengistirahatkan diri saja, oiya apakah kamu sudah menikah.?" pertanyaan sakti membuat wajah Afa sendu namun kembali ceria " Alhamdulillah saya sudah menikah namun Allah lebih sayang dia jadi saya sendiri" Afa tersenyum ah sakti mengerti "maaf jika tidak salah tangkap, sudah meninggal??" dan dianggukan Afa


" maaf bukan bermaksud untuk kurang ajar sejujurnya awal bertemu saya sudah ada rasa sama kamu namun saya belum sempat berkenalan denganmu dan saya pernah bilang pada diri saya sendiri jika suatu saat bertemu saya akan mengajak kamu bersama saya jika posisinya sendiri, apa kamu tidak keberatan??" entah dari mana kekuatan sakti mengucapkan kata tsb. Afanin langsung berspekulasi jika dia menyukainya namun rasa cinta pada almarhum suaminya masih sangat kuat meski telah ditinggal lama apakah ini jawaban atas doa doanya diberikan seseorang pendamping untuk sang anak mengingat anaknya sudah berusia delapan belas tahun


" maaf jika tidak keberatan kita bisa kenal lebih jauh lagi, saya tidak akan memaksa mungkin saya yang terlalu obsesi, ini kartu nama saya" sakti menyodorkan sebuah kartu nama miliknya yang masih dia miliki. diterima kartu nama tsb dengan senyum " baik akan saya simpan"


" terimakasih, oiya apa yang ada di cafe ini??" tanya lagi sakti dan Afanin langsung memberikan buku menu


" ini best seller dari toko kami" Afanin menunjukan supaya sakti tidak bingung


" yasudah saya pesan semua yang best seller namun porsi kecil saja"


" ditunggu sebentar ya"


sakti mengambil sebuah bangku didekat jendela ada rasa senang dirinya bertemu dengan wanita yang empat belas tahun lalu menggetarkan hatinya kembali namun dirinya harus berjuang lantaran sepertinya akan sangat sulit wanita tsb didekati


" silakan mas sakti selamat menikmati"


" terimakasih"


.


.

__ADS_1


setelah menerima permintaan adiknya bermain, kini Al di sandera Sherina di taman belakang rumah yang menyediakan ayunan untuk sekedar bersantai.


Al sendiri sudah siap jika setidaknya sampai besok dirinya tidak akan pulang dari rumah mamanya tsb.


" Al..." ucap Sherina


" hmmm" jawaban Al hanya deheman saja


" aku disuruh urus cafe sama mama ayah"


" bagus belajar buat masa depan mumpung umur masih muda"


" tapi kamu tahu kan gw pengen jadi kreator novel gitu"


" kamu bisa melakukan keduanya, platform berbayar untuk novel aku rasa udah banyak" Al menatap Sherina dan mengacak pucuk rambutnya


" tapi Al gw pesimis"


" sifat itu yang mesti kamu hilangin" Al kembali menatap ke depan


melihat Al termenung dirinya bertanya " Al.. elo kangen istri elo??" dan jawaban tsb dijawab dengan anggukan kepala


" elo nggak mau nengokin dia ke pusaranya??" Al mendesah "hah... kerjaan aku banyak Senin aja aku harus ke luar kota seminggu ini makanya aku kesini"


" jadi elo enak ya jalan terus"


" jalan buat dinas beda sama jalan buat liburan dan ini perdana buat aku"


" bukan kapasitas aku buat kamu tanya gitu, yang ada tanya diri kamu sendiri dulu baru ke orang tuamu aku mah ya terserah mau kamu kasih tau atau nggak"


" oh begitu padahal gw mau curhat tadinya" lirih Sherina namun Al pura pura tidak dengar


" kamu bilang apa?"


" ah enggak hehehe oiya elo ada niatan buat nikah lagi ga??" Al langsung menjawab "tidak"


" hah?? elo yang bener?? mau jadi duda keren selamanya gitu??"


Al kembali mendesah "haahhh.. bukan tidak mungkin belum mungkin kamu dulu yang nikah" jawaban Al membuat Ina melongo dia kira Al akan menjadi duda keren selamanya "syukurlah"


Al menoleh ke arah Ina dengan tatapan tajam dan dibalas dengan senyum tiga jari nya "hehehe"


.


.


Senin menyapa Al akan ke kantor untuk melihat situasi dan mengambil berkas sebelum ke luar kota dirinya sudah di jemput Suryo selaku supir pribadinya.

__ADS_1


saat hendak melajukan mobil, tiba tiba terdengar suara menghantam


brrruuggghhh


ckiiiitttt


diri Al terpental ke jok depan mobil karna posisinya Al duduk dikursi penumpang


" pak maaf saya lihat dulu


" biar saya saja pak" Al keluar nampak seorang wanita parubaya yang menjajakan kue kue basah terjatuh sontak Al langsung menghampirinya


" ibu nggak apa apa??"


" nggak apa nak" si ibu sedang merapihkan dagangannya


" maaf Bu supir saya tidak sengaja"


siibu menghela nafas kerugiannya sedang di perhitungkan sekiranya apakah besok dirinya bisa berjualan atau tidak mengingat dirinya hanya mempunyai modal ketika dagangannya laku maka uang tsb digunakan lagi untuk berjualan


" Bu.. ini saya beri uang saja sebagai ganti ruginya" Al ingin menyodorkan uang namun di tepis "ini kecelakaan tidak sengaja jangan memaksa" si ibu tersenyum"


Al bisa menangkap jika ibu tsb tidak menginginkan yang secara cuma cuma


" oke kalo gitu gimana kue ibu saya yang beli??" mata ibu berbinar "tapi ini kuenya udah kotor sebagian"


" Tegal saya beli tapi dipisah ya Bu yang bisa dimakan sama yang nggak bisa dimakan" si ibu melakukannya dengan senang setidaknya kerugiannya berkurang " yang kotor tidak usah dibeli"


" nggak Bu tetap saya beli, berapa semuanya??"


" yang kotor saya jual setengah harga saja ya mas"


" nggak masalah bu"


" jadi yang kotor dua puluh ribu yang bagus seratus ribu" mengingat yang kotor hanya sepuluh buah


Al menyodorkan uang sebesar dua ratus ribu "nggak ada kembalinya"


" ambil saja saya ikhlas"


" si ibu nampak berdoa semoga Allah membalas kebaikanmu nak"


" makasih ibu bisa kembali ke rumah segera. ini saya ambil ya bu"


" iya terimakasih" Al kembali masuk ke dalam mobil dan memberikan kue tsb ke supir "kamu bagikan ke siapapun dan yang kotor kamu buang saja kamu bisa makan kue itu juga"


" baik pak terimakasih"

__ADS_1


" jalan"


dan mobil pun berjalan melanjutkan kembali .


__ADS_2