
" mamah" ucapan pertama setelah sadar dan melihat mamanya yang terlihat kacau
" sssstttt.. maafin mama yah sayang kalo aja mama nggak maksa kamu mungkin ini nggak akan terjadi ya Allah Alvian ini muka kamu dipukul siapa sayang sampai lebam gini apanya nak yang sakit??" Rahayu terus saja berucap kepada sang anak sedangkan Siti hanya menangis tanpa suara sedaritadi ia haru melihat keadaan didepan matanya tersebut
" aku gapapa mah"
" nggak apa apa gimana?? ya Allah nak kenapa kamu pinter banget sih nyimpen semuanya??" Rahayu terus saja menangis
" mbak Siti" Siti yang namanya dipanggil Al pun langsung memeluk Alvian ia benar benar menyayangi anak asuhnya tsb karna ia tak pernah membuatnya repot. sambil memeluk Alvian membisikan sesuatu
" mamah tau soal kemaren mba??"
" belum mas"
pelukan dilepas. Alvian kini dihampiri wali kelas dan kepala sekolah
" Alvian gimana sudah membaik?? maaf ya ibu telat nolongin Al" ucap Bu Fitri
" makasih ya Bu udah nolongin saya"
" iya sama sama. semua lagi ditangani pak Fahri ya. semoga pelakunya cepet ketemu"
.
.
Alvian sudah diperbolehkan pulang oleh dokter namun tidak diperbolehkan sekolah dahulu selama tiga hari. Rahayu hari ini ijin masuk kantor karna pihak sekolah sudah menemukan titik terang.
namun sebelum berangkat, ternyata Umar sudah datang pagi pagi dengan berdalih menjenguk Alvian
__ADS_1
" pagi Rahayu"
" pak Umar ada apa datang kemari?"
"Saya kemari ingin melihat Alvian yang sedang sakit" ucap Umar
"mohon maaf pak saya hari ini mau ke sekolah melihat progres yang sedang dijalankan pihak sekolah terkait masalah bullying yang menimpa anak saya" tambah Rahayu
"kalau begitu mari saya antar saja Saya tidak keberatan sama sekali" ucap Umar lagi
Rahayu sebenarnya tidak enak kepada Umar hanya saja Umar terkesan memaksakan diri mau tidak mau Rahayu mengiyakan ajakan Umar
.
.
sesampai di sekolah kepala sekolah Bu Fitri pak Fahri dan beberapa orang yang sepertinya salah satu dari wali murid sudah menunggu kedatangan Rahayu lalu Rahayu dan Umar dipersilakan menduduki salah satu kursi yang kosong dan dimulailah investigasi yang terjadi pada Alvian ketika persami kemarin.
semua orang memperhatikan rekaman CCTV tersebut Rahayu histeris melihatnya namun Umar yang sedari tadi berada di sisi-nya terus saja memberikan dukungan melalui usapan lembut di tangan.
sedangkan para orang tua dan wali dari kelima murid tersebut ada yang sok dan ada juga yang menutup wajahnya karena malu akan perbuatan kelimanya.
" ini nggak mungkin ulah dari Daffa" ucap orang tua Daffa
"saya menuntut keadilan atas nama anak saya" ucap Rahayu sambil terisak
"jika perlu bawa ke ranah hukum jika sekolah tidak mau mengadili"ucap Umar menambahi kata-kata dari Rahayu
"semuanya mohon bersabar ada 1 rekaman CCTV lagi yang akan saya lihatkan supaya tidak menjadi kesalahpahaman"ucap Fahri menengahi kegaduhan yang ditimbulkan
__ADS_1
dan Fahri memperlihatkan rekaman CCTV yang terjadi beberapa hari yang lalu sebelum acara persami dan disitu Rahayu teriak histeris lagi.
" jadi ini yang didapatkan anak saya ya karena anak saya hanya seorang anak program beasiswa dan akselerasi sehingga mereka yang beruang memperlakukan anak saya seenaknya saja apa karena mereka punya uang banyak makanya mereka melakukan perlakuan buruk seperti itu kepada anak saya? tolong jelaskan apa kesalahan Alvian pada kalian sehingga Alvian menerima perlakuan tersebut" ucap Rahayu sambil berderai air mata bahkan Umar yang selalu berada disisi Rahayu tidak menyangka jika anak dari salah satu karyawannya tersebut menerima perlakuan yang tidak menyenangkan
" biar lebih jelasnya kelima anak tersebut akan kami bawa kesini supaya jelas dan bagaimana duduk perkaranya sehingga dapat kami simpulkan apa yang akan diterima oleh kelimanya tersebut sebagai hukuman" ucap kepala sekolah
dan kelima anak tersebut datang beserta 2 guru BK semua murid tersebut hanya menundukkan kepala tapi tidak berlaku untuk Daffa karena bagi Daffa, Alvian memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu.
" kami tidak terima jika Alfian harus menduduki kelas 3 sedangkan dia seharusnya berada di kelas dua ini tidak adil bagi kita jangan mentang-mentang Alvian mendapat beasiswa sehingga dia bisa naik ke kelas 3 secara mudah" ucap Daffa
" apa berarti benar kalian melakukan ini karena tidak menyukai Avian??" ucap salah satu guru BK dan dia kan oleh Daffa
" kami sebagai wali murid dari kelimanya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Rahayu beserta Alfian, kami akan menanggung semua kerugian materi yang kalian berita akibat anak kami" ucap salah satu pengacara yang dibawa oleh keluarga Daffa sedangkan kedua orangtua Daffa yang tidak mau ambil pusing hanya sibuk dengan gawai nya saja membuat semua guru menggeleng-gelengkan kepala
" Saya tidak butuh uang Saya hanya butuh keadilan jika memang anak saya tidak diperlakukan dengan adil maka saya akan membawa ini ke ranah hukum dan saya akan pastikan anak saya saya pindahkan ke sekolah lain yang lebih berkeprimanusiaan"ucap Rahayu
" jangan bertindak seenaknya saja kalian hanya butuh uang bukan?" ucap orang tua Mario dan Romeo
" yang anda pikirkan hanya uang saja tapi tidak dengan perilaku anak Anda sendiri Saya tidak menyangka kelakuan orang kaya akan seperti ini kalau seperti begitu lebih baik saya bawa saja keranah hukum bukan kah itu akan lebih baik jadi uang kalian bisa dibagi-bagikan kepada pemerintah juga instansi terkait" ucap lagi Rahayu dengan menurunkan sedikit nada bicaranya
" anda sudah gila anak dibawah umur dibawa ke ranah hukum di mana pikiran rasional anda?" ucap orang tua Elo
" jika kalian tidak peduli dengan anak saya untuk apa Saya peduli dengan anak kalian?" ucap lagi Rahayu
perdebatan terus berlanjut hingga memakan waktu 2 jam lamanya namun belum ditemukan titik temunya Dan setelah sekian lama bernegosiasi akhirnya nya kelima anak tersebut dijatuhi hukuman skorsing selama 1 minggu dan tidak naik kelas di kelas 3 ini tentu orang tua murid kelima tersebut keberatan Dan diputuskan mereka akan dipindahkan sekolah ke luar negeri demi menghilangkan rasa malu keluarga.
yang malu hanya beberapa murid sedangkan keluarga Daffa karena gengsi yang besar tidak mau mengakui kesalahan dan tetap memilih mengeluarkan Daffa dari sekolah tersebut dan mengirimnya ke luar negeri.
TBC
__ADS_1
Tangerang 24 September 2021