
tubuh Alvian panas dingin, keringat bercucuran, gelisah dalam tidur ia terus meronta tanpa jelas melihat itu sakti panik ia segera memencet tombol darurat agar dapat segera menangani sang buah hati.
dokter dan beberapa suster datang menghadap. kasus penculikan Abigail dan Alvian sudah masuk berita dalam negeri bahkan di Indonesia sedang ramai karna melibatkan salah satu warga negaranya, pihak Indonesia meminta untuk menjaga dan memprioritaskan perawatan warga negaranya tsb. dan pihak Britania menyanggupi. bahkan semua tagihan akan ditanggung oleh negara.
dokter jaga mengecek keseluruhan. selepas ditinggal pulang Rahayu dan Ahmad menuju mansion Moremans yang menawarkan bantuan mengingat Alvian belum sadar dan sakti menjaganya. Rahayu akan kembali besok karna kondisinya sudah lebih baik setelah diberi pertolongan di UGD. sang suami Ahmad nampak menemani sang istri tercinta.
" help my son looks like something happened (tolong anak saya, sepertinya terjadi sesuatu)" sakti berteriak histeris kepada petugas medis.
"Sir, please wait, our team will check your child's condition soon, sir (mohon tuan tunggu sebentar team kami akan segera mengecek kondisi anak anda tuan) ucap salah satu petugas medis dan segera mengecek keadaan Alvian.
"there is nothing serious about his health, but according to our review at this time there is a sense of trauma in Alvian so reacting like this it is possible that your child will undergo a series of tests by a team of psychiatrists. (untuk kesehatannya tidak ada hal yang serius namun menurut peninjauan kami saat ini ada rasa trauma didalam diri alvian sehingga bereaksi seperti ini kemungkinan anak anda akan menjalani serangkaian test oleh team psikiater.) ucap dokter jaga
" when will you realize (kapan ia akan sadar)" ucap sakti dan dijawab dengan dokter " just pray that it will be soon (doakan saja semoga secepatnya)"
.
.
Al terbangun tepat pukul empat dinihari. kejadian tadi terjadi tepat tengah malam. ayahnya menggenggam tangannya dengan erat sambil tertidur disisi ranjang. ia meyakini ayahnya begitu menyayanginya ia bersyukur ia masih bisa merasakan kasih sayang dari papa kandungnya sendiri. masa lalu membuatnya belajar akan sabar dan ikhlas sang mama tentunya berperan banyak dalam hal ini. namun dia kembali histeris saat mengingat kejadian mencekam yang dialaminya. teriakan dan berontakan tab sontak membuat sakti terbangun akan tidur singkatnya, dia raih tangan anaknya untuk menenangkannya namun sia sia, sakti dengan terus memencet tombol darurat kembali, tak lama petugas medis datang dan memberikan suntik obat penenang. Alvian kembali tertidur
__ADS_1
.
.
Ahmad dan Rahayu mendapat kabar yang kurang baik dari sakti. anaknya depresi seluruh tenaga dikerahkan pria tsb. Rahayu menangis melihat anaknya hanya termenung dan menatap kosong karna dirinya tidak diperbolehkan masuk. saat ia melihat orang entah dikenal atau tidak, Alvian akan berontak dan histeris Rahayu menangis sejadi jadinya. emosi yang tidak stabil akibat hamil muda ditambah kondisi anaknya membuatnya sakit, Rahayu kembali pingsan.
" bagaimana ini Ahmad, aku bingung harus bagaimana??" ucap sakti sekedar sharing oleh ayah sambungnya alvian
" Rahayu juga tidak terima dengan keadaan anaknya, Sherina membutuhkan kami juga saat ini, Siti terus mengabariku ia tidak enak mengganggu Rahayu dengan kondisi yang diderita Alvian. rasanya aku ingin dibelah dua saja saat ini. apa tidak sebaiknya kita pindahkan saja pengobatannya ke Jakarta?? akan lebih baik bukan??" ujar Ahmad
" dokter tidak memberi ijin. lagipula pengobatan disini sudah terbaik negara pun turut andil ini kasus besar aku tidak yakin akan lolos, begini saja kalian pulang saja ke Jakarta, beri pengertian pada Rahayu jika Sherina juga butuh dia ada aku disini"
" aku juga awalnya mau begitu namun melihat kondisi Al seperti ini sepertinya akan sangat sulit membujuk Rahayu" ucap Ahmad frustasi
" tidak tahu aku sudah pesimis duluan"
" setidaknya beri pengertian dahulu ada emmmhh bayi didalam perut Rahayu terlebih Sherina lebih membutuhkan dia" sakti terus saja yakinkan Ahmad
" oke aku coba"
__ADS_1
.
.
setelah perdebatan sengit dan disepakati jika Rahayu dan Ahmad kembali ke Indonesia dengan syarat sakti akan melakukan panggilan video call tiga kali dalam sehari dan sakti pun menyanggupinya.
.
.
seminggu kemudian keadaan Alvian membaik, Abi juga sadar namun kondisi keduanya sama sama tertekan. sering menangis dikala sendiri dan mengingat namun jika ada yang menemani keadaannya jauh lebih baik, dua hari yang lalu Alvian hanya mau dengan sakti bahkan saat memeriksa saja team dokter pun kualahan menangani Alvian sedang Abi ketika sadar tiga hari lalu histeris hanya ingin bersama ayahnya saja.
sakti tidak ingkar janji. tiga kali sehari ia melakukan video call dengan Ahmad Rahayu dan Vena, Vena sekarang sudah tidak bisa berpergian karna kondisi jantung dan sudah sulit berpergian lama maka dia memilih melakukan komunikasi melalui video call. Rahayu menangis entah kapan ia bisa memeluk anak nya itu.
.
tbc
satu part lagi ya nanti
__ADS_1
makasih yang udah vote, like komen ayo ramaikan biar aku semangat buat up lagi
saranghae ❤️❤️❤️