
noted : percakapan bergaris miring menggunakan bahasa Inggris
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
" assalamualaikum dulu ganteng kebiasaan nih anaknya siapa sih" ucap sakti meledek sang anak
" waalaikumsalam ada apa papa ganteng?? ganggu orang lagi buat adonan aja sih ntar cucunya nggak jadi nangis lagi"
" yaampun Alvian sekarang kamu sudah semakin pro ya padahal nikah saja baru beberapa hari lalu"
"ckkk" Alvian hanya berdecak urusan ranjang tidak mesti seberapa lama menikah bahkan yang belum menikah saja bisa lebih pro dari dirinya
" so, apa yang membuat papa meneleponku?? tidak bisakah aku berlibur lama??" ucap sang anak kepada papanya
" yaelah bahasa Inggris mu bisa di translate pake bahasa Sunda aja ga sih boy"
" nggak ada siaran ulang"
" oke. papa cuma mau nanya kamu jadi bulan madu?? papa lihat kamu nggak ada tanya papa mau dibawain apa gitu??"
" buat apa orang bulan madunya dikamar kok. mau aku kirimin videonya??"
" astagfirullah anak Lanang kamu mau bikin jiwa laki laki papa meronta ronta??"
" ckk ibu di Jakarta papa kalo belum pikun mah"
" minta di samperin nih anak"
" aku mau cari sekolah dulu buat adenya putri mereka itu harus aku ikut turun tangan kalo nggak bakal cari sekolah murah dijakarta mana ada"
" ada kalo negeri ya mungkin masih penyesuaian, ajak belanja adekmu sekalian cariin baju dan yang lainnya kalo urusan kamar sudah papa siapin keduanya" benar juga apa kata raja tua ini dirinya harus memberikan baju juga untuk sang istri sepertinya hari ini akan melelahkan dirinya juga belum memberikan kartu debit dan kredit untuk sang istri dan kedua adiknya tabungan untuk jatah bulanan, alvian akan mengajarkan sang adik barunya itu untuk mengelola keuangan sendiri.
Dikha yang notabennya keluarga pria satu satunya putri harus ia mulai ajarkan mengenai kehidupan ia tahu Dikha pintar hanya saja bekal juga dibutuhkan bukan??
" oke. nanya itu aja??"
" project dari Perancis mereka ngirimnya pake bahasa Perancis, papa mana ngerti kamu kerjain ya udah papa kirim ke kamu by surel dan juga dia minta deadline sekitar tiga hari pengerjaan katanya harus ada perwakilan kita yang kesana kamu aja sekalian bulan madu sekalian bisnis, habisin duit mu Alvian jangan dikamar aja pelit amat jadi suami"
ckk jika saja bukan permintaan istri nya sudah tentu dia sudah pergi dari pagi.
tapi benar juga ini bisa dijadikan alasan dan ia bisa tidak mesti masuk di hari Senin biar saja papahnya lebih lama dijakarta toh di Bandung sudah ada Mala yang mengurus cafe mereka.
__ADS_1
" oke aku cek dulu"
" jangan lupa kabari Abigail dia marah si fax karna nggak diundang nikah"
ah iya wanita tua itu lupa ia kabari karna acara disiapkan hanya satu bulan dan benar benar lupa mengabarinya.
ia menutup telpon sang ayah dan memasang earphone pada telinganya
"oh bagus ya kamu tidak mengundangku di acara sepenting itu aku marah lah sama kamu anak kecil" ucap Abigail
" maafkan aku wanita tua aku benar benar lupa karna memang niat awalnya hanya menikah sederhana dan semuanya orang tua itu yang menyiapkan"
" ckk papah mu itu kenapa sih??"
" dia juga minta maaf melewatinya so jadi gimana mengenai project Perancis?? jika jadi aku akan terbang kesana mengajak istriku"
" sekalian bulan madu maksud mu??"
" hei kau ajak anak anakmu dan jangan lupakan suami mu itu."
" baiklah berangkat dua hari lagi kemungkinan urusan disana selesai sekitar dua pekan bahkan bisa kurang"
" oke besok aku harus berangkat, kau mau oleh oleh apa?? jika sulit dua hari lagi aku berangkatnya" ini akan Alvian jadikan permohonan maaf kepada Abi
" okay kalo begitu lusa aku berangkat, terimakasih"
" hmmm"
setidaknya Abigail sudah berhasil ia lobby, kini tinggal sang istri saja yang ia ajak
💜💜💜💜💜
Putri barusaja naik keatas untuk memanggil adiknya agar menyiapkan berkas, untuk diajukan ke sekolah baru.
(author lupa si adiknya putri kelas berapa kalo ga salah empat tahun lalu mau masuk SMP yang Dikha jadi aku jadiin Dikha kelas dua SMA sedang Aisha berbeda tiga tahun dari Dikha jadi kelas dua SMP ya tolong kalo ada salah koreksi)
putri bergegas menuju lantai dua ternyata Aisha dan Dikha sedang diruang santai menonton televisi
" ehem" putri berdehem dan Dikha salfok dengan leher sang kakak, membuat Dikha menyuruh Aisha masuk kedalam
" dek kedalam sebentar kakak mau bicara sama kak putri" dan dianggukan Aisha
__ADS_1
" loh Aisha mau kemana??" tanya putri pada Dikha meski Dikha belum mengerti bukan berarti dia tidak mengerti tanda apa itu, temannya dulu setiap Senin ada saja yang menggunakan plester di leher ia kira luka namun mengapa setiap Minggu?? setelah tahu ternyata itu adalah semacam kissmark.
" kak, tadi kakak ngaca dulu enggak pas mau kebawah??" maklum saja Dikha bertanya begitu karna kamar kakaknya berada dilantai 3
" enggak buru buru cuma sisiran aja"
" pantes lihat tuh leher merah merah gitu" saat hendak putri mendengar ucapan Dikha, langsung menuju kamar sang adik yang terdapat kaca
" astaga ya ampun ini merah merah kenapa?? kayanya aku nggak alergi dingin atau makanan deh"
" ckk sangking enaknya buat bahkan enggak sadar suaminya ngapain aja ke badannya dia" namun ucapannya hanya dalam hati saja bisa di introgasi dirinya jika berkata begitu.
" tanya mas Al deh mbak dia ngapain aja trus saran aku pake baju yang lehernya agak panjang menutupi gitu kalo ngga mau malu."
" yaudah kakak ke mas Al dulu sekarang kalian berdua siapin berkasnya dulu jam 10 kita ke sekolah baru" putri langsung meninggalkan kedua adiknya dan menghampiri sang suami yang sedang video call dengan seorang wanita bule, dirinya datang bertepatan dengan selesainya video confrence
" siapa mas"
" kolega ku di Inggris, udah dikasih tau??"
" udah oiya mas ini kenapa ya kok leher aku merah merah gitu?? membuat Al hanya tersenyum lebar istrinya benar benar tidak pernah berpacaran bahkan mungkin disentuh lawan jenis karna benar benar polos pantas saja Dikha berucap begitu tatkala ijab qobul
sedang artnya yang melihat kepolosan nyonya barunya hanya tersenyum mengapa sang istri tuannya itu sangat polos
" itu kamu bukan alergi tapi digigit drakula"
" hah drakula??" dan dianggukan Alvian
" kata Dikha kalo aku nggak mau malu, aku disuruh tutupin leher ini pake baju leher lebih tinggi atau syal" ternyata Dikha jauh lebih mengerti mengenai hal intim tersebut
" benar, makanya cari syal atau kamu gausah ikut aja biar nggak malu"
" aku bosen, nggak mau ah"
" yaudah tar cari syal di walk in closed oiya, sayang dua hari lagi aku mesti ke Perancis ada kerjaan sekitar dua Minggu aku mau kamu ikut ya nemenin disana skalian liburan"
" kerjaan disini??"
" papa yang handel nanti aku kabari"
" dua Minggu ya?? lama juga ya?? oke deh tapi baju aku..." seolah mengerti Al langsung berkata " abis cari sekolah kita cari baju sekalian adikmu." dengan antusias putri menganggukan kepala dan meninggalkan sang suami nya.
__ADS_1
tbc