
Sabtu ini, Al dan Abigail akan ke Bandung, sakti sungguh tidak ingin ditinggalkan anak semata wayangnya hanya saja ia menghormati Rahayu agar iya dapat dipertemukan lagi oleh anaknya.
Abigail tertidur lantaran semalam ia harus mengerjakan proyek yang ada di Britania, rencananya setelah tiga hari dibandung ia akan kembali ke Britania,
Al diam dan termenung atas ucapan ayahnya semalam ketika sedang mengajaknya bicara
flashback on
"boy, sedang apa sayang??" sakti melihat Al setelah menidurkan sang mama dikamarnya
" proyek baru sama om Ahmad"
"bisakah kamu mulai belajar bisnis?? papa tahu kemampuanmu tidak diragukan lagi hanya saja belajar dari sekarang tidak masalah kan.?" Alvian yang sedang menari matikan jarinya berhenti, ia melihat ayahnya dan menghela nafas "aku nggak tertarik, so sorry"
"tapi siapa yang akan meneruskan perusahaan papa nanti? kalo bukan kamu sayang" Al menutup laptopnya dan menatap ayahnya "apa papa nggak mau nikah dan punya anak selain aku.?" pertanyaan Alvian membuat sakti termenung, ia belum ada kepikiran sampai sana "papa rasa belum waktunya"
"tapi papa harus memikirkannya, aku nggak tertarik ngurus perusahaan" Al pergi dari sakti membuat sakti merasa bersalah mungkin dirinya terlalu cepat berpikir seperti itu.
flashback off
.
.
dua Minggu setelah kepulangan Alvian, Rahayu dan Ahmad menikah di Bandung, Rahayu memutuskan untuk berhenti kerja dan kemarin sudah pamit, rumah yang baru dibeli tidak begitu jauh, Sherina justru senang bukan main punya saudara seperti Al, sakti yang barusaja mendapat gelar sebagai duda untuk kedua kalinya pun datang sakit tentu, hanya ia menahannya agar anaknya tidak berpikir negatif terhadap dirinya.
disinilah Ahmad dan Rahayu di rumah yang akhirnya Ahmad beli dari sisa uang membangun perusahaan kecil software miliknya, rumah minimalis dengan tiga kamar tidur, Sherina sementara tidur dengan Alvian namun berbeda tempat tidur sedang Siti tidur dikamar bawah. rumah minimalis tsb tidaklah besar namun dua lantai di kawasan Jakarta, Ahmad memasukan Sherina dan Al di sekolah yang sama namun tentu dengan campur tangan sakti karna duda keren tsb benar benar total menjaga Alvian.
Abigail sudah kembali tiga hari setelah kepulangan Al ke Bandung, namun ia berjanji akan kembali tak lama lagi.
__ADS_1
.
saat ini, Sherina dan Al menunggu sakti menjemput karna sakti sudah berjanji akan mengajak keduanya ke mall juga sekalian berbelanja tentu sudah mendapat ijin dari Ahmad dan Rahayu. saat sakti belum sampai menjemput, dua orang dengan Van warna hitam memantau dari kejauhan, sebenarnya Al sudah menyadari hanya saja ia tak mau ambil pusing, saat jalanan padat dengan berbaurnya anak sekolah yang pulang, tiba tiba badan Al ditarik oleh seseorang dan dimasukan ke sebuah Van berwarna hitam, sedang Sherina teriak meminta tolong melihat saudara sambungnya diculik
"tolong.. tolong Alvian diculik" mendengar teriakan tsb semua orang datang menghampiri Sherina,
"ada apa neng??" tanya beberapa orang dan sekuriti sekolah
"Al diculik pak"
"yang biasa bareng sama Eneng?? tau gak ciri ciri nya gimana??" tanya sekuriti
"pake mobil minibus hitam orangnya pake kacamata hitam badannya besar dan botak"
"yaudah Eneng ikut bapak dulu ke pos ya" dan dianggukan oleh Ina
saat sakti menjemput ke sekolah, ia melihat kondisi sekolah sangat ramai seperti ada kejadian yang tak mengenakan, ia melihat sekeliling tempat anaknya dan saudara sambungnya tsb menunggu namun nihil tidak ada, ia akhirnya menghampiri sekuriti sekolah namun terkejut Ina menangis.
"Al diculik Olang uncle, Ina takut"
"diculik??" ulangnya sakti dan dianggukan Ina
"kok bisa??" tanya sakti frustasi dan dijawab dengan gelengan kepala Ina,
saat itu juga, sakti menelpon Ahmad menanyakan kejanggalan dan lima belas menit kemudian Ahmad sampai
"kok bisa diculik?? emang situ punya musuh??" tanya Ahmad pada sakti
"musuh?? katanya nggak deh setau gw gada musuh"
__ADS_1
" Ina sayang, lihat ciri cirinya gimana ga??" tanya Ahmad dengan lembut
"bapak bapak botak seram pake jas dan celana hitam juga kacamata hitam, mobilnya warna hitam platnya kalo ga salah B.1299 KLM ayah
sakti dan Arya menelpon seseorang, dan Ahmad segera kembali untuk melacak begitupun sakti yang minta tolong orang suruhannya.
"Rahayu jangan sampai tahu bisa kacau nanti" sakti berucap dan dianggukan oleh Ahmad, ia yakin Rahayu pasti kacau jika diberitahu
"Ina sementara ikut kerumah ku dulu menghindari pertanyaan dari Rahayu" sakti mencoba bernegosiasi dan dianggukan oleh Ahmad
"aku titip putriku sejenak, aku akan cari tahu di dunia hacker. aku rasa ada yang mengincarnya"
"ah aku bisa mengecek melalui smartwatch nya yang sudah aku pasang GPS didalamnya, milik Ina dan Alvian sama semoga saja diaktifkan oleh Alvian. tas Alvian dan Ina juga sudah aku pasang dengan protect GPS jadi jika smartwatch nya dilepas kita tidak kehilangan mereka" Alvian memang bukan anak sembarangan sejak dulu, Ahmad yang mengerti ketidak amanan anak sambungnya melakukan upaya agar anaknya dalam keadaan aman.
Alvian sedang dalam perjalanan, matanya ditutup dan tangannya diikat, ia tak berontak karna baginya percuma jika ia berontak hanya membuang energi.
Al mendengar percakapan yang sepertinya sedang mengabari bos yang menyuruhnya
"I already got the child"
"...."
"okay, we will fly to britain asap"
"...."
"ready big bos" ucapan pria tsb membuat Al berpikir Britania?? apakah seseorang dari sana sedang mengincarnya? namun kenapa?? apa ini ada hubungannya dengan perusahaan ayahnya atau pekerjaan papanya?? ia tidak boleh gegabah dalam menentukan sikap.
"okay relax. calm is the surefire way against them" gumam Alvian dalam hati
__ADS_1
.
tbc