
hirup pikuk suasana ramai yang terdapat didalam bandara internasional Soekarno-Hatta. sesosok pria dengan wajah dingin namun sangat tampan, rahang tegas, putih, rambut agak panjang namun tidak lewat dari bahu dan bergelombang, kacamata setia bertengger di hidung Bangir (mancung) netra mata coklat khas keturunan Indonesia tengah mendorong trolley yang berisi beberapa koper baju. dengan menggunakan sweater berwarna hijau plankton dan celana Chino panjang coklat tua dan tak lupa sneaker andalan putihnya menemani aktifitasnya hari ini, ya sosok yang dimaksud adalah sosok Alvian Tungga Putra, pria dengan usia 22 tahun yang barusaja menyelesaikan S1 dan S2 di Stanford university selama 5 tahun tsb memutuskan untuk kembali ke tanah air sesuai janji dengan sang bunda 14 tahun lalu, ia tak memberitahu siapapun atas kepulangannya, ia meminta tolong kepada teman SMA-nya bernama Gery yang sama sama besar dijakarta
" anjir elo ganteng badas, bisa bisa jadi pangeran baru nanti dijakarta" sudah biasa Gery berbicara ceplas-ceplos, mereka berteman saat Alvian memasuki kelas XI SMA (karna ia tidak menikmati kelas X) singkat cerita saat itu Gery kesulitan karena dia siswa baru di sekolah, dia di rundung karna memiliki tubuh bongsor dan berkacamata dan saat sulit tsb, Alvian mau menjadi temannya bahkan tak segan melawan mereka yang kurang ajar terhadap Gery, tapi itu dulu sekarang justru saat dia lulus kuliah dan menjadi bos cafe di Choco Kafe yang sudah memiliki beberapa outlet membuatnya memiliki penampilan yang cukup sempurna, bahkan siapa sangka dulunya dia pernah mengalami perundungan.
" elo sejak kapan kurus kaya gitu??" menohok sekali pertanyaan Alvian, itu yang Gery suka dari Al sikap ketus dan jujur namun apa adanya dan tak pernah bermuka dua di hadapannya.
" anjir sial Lo, gw berubah ganteng kan?? yaiyalah duit segalanya Bro,"
" gw denger Lo punya cafe sejak empat tahun lalu dan udah punya cabang??" tanya Al
" Yoi... gw saingan Ama bokap elo itu man"
" bokap??"
" iya om Ahmad dia kan juga pemilik cafe Ayu Cafe and Story, tapi gw heran itu cafe rame kenapa engga buka cabang gitu??" Gery tahu mengenai perkembangan cafe di daerah Jakarta, agar tahu pasaran diluar
" ga ke handle, Ina nggak mau pegang, Devan masih empat belas tahun dan Yuanita masih sepuluh tahun, mama Rahayu masih sibuk jadi IRT sejak mbak Siti keluar karna menikah" Al menjelaskan, meskipun dia sudah lima tahun tidak kembali namun komunikasi saling jaga
sedikit perkenalan keluarga Rahayu dan Ahmad memiliki anak dari keduanya selain Alvian Tungga Putra yang sudah lulus S2 di usia 22 tahun, sedang saudara sambungnya Sherina Ahmad Pramudya masih mengejar skripsi S1 diusia yang sama 22 tahun (karna memang lebih tua Sherina beberapa bulan saja)
saat Al berusia delapan tahun, mamanya melahirkan Devandra Pramudya, nama yang diberikan Alvian pada adik kecilnya itu yang sekarang berusia 14 tahun kelas 3 SMP dan ia juga memiliki adik perempuan bernama Karenina Yuanita Pramudya yang berusia 10 tahun sekolah kelas lima SD,
kehidupan sakti masih belum memiliki pendamping di usia menginjak 49 tahun, ia memang sempat bertemu dengan seseorang yang menggetarkan hatinya, namun ia tak pernah bertemu lagi mjngkin ini ganjaran masa lalunya dahulu, nenek Vena telah meninggal dunia saat Alvian berusia 13 tahun karna penyakit jantungnya, sejak saat itu Alvian memilih tinggal dengan Sakti karna sempat terpuruk dan Rahayu memperbolehkannya.
" elo mau gw anter kemana nih??" tanya lagi Gery pada Alvian
" ke rumah bokap Sakti, abis itu elo cabut aja gw mau ke kantor bokap gw mau kasih surprise" Gery menggelengkan kepala dia tahu Alvian menyayangi Sakti.
" elo masih jaman aja ngeprank gitu sih"
" bukan prank, hanya surprise aja elo tau selama gw ambil S2, bokap selalu neror dengan alasan kesehatannya menurun"
" jadi?? seorang hacker ini berminat meneruskan perusahaan bokapnya itu??"
__ADS_1
" mau nggak mau, siapa lagi kalo bukan gw, kalo boleh jujur mending gw jadi programmer support daripada mimpin perusahaan" Al menghela nafas, ia sadar ini bukan dirinya.
" ya mau gimana lagi, bokap elo nggak punya anak lagi selain elo, anyway Ina udah punya pacar belom??"
" gw rasa belom eh gatau juga, kenapa elo naksir dia??"
" kalo jujur iya cantik, periang, humble sayang aja cerewet" Gery tertawa sedang Al hanya tersenyum membayangkan Ina si bawel yang dari dulu tak pernah berubah
" elo nggak suka sama Ina kan??" biar bagaimanapun mereka tidak ada ikatan darah jadi sah saja jika saling suka terlebih mereka hidup selalu bersama, walaupun lima tahun terakhir tak nersama komunikasi tetap berjalan
" semoga aja baik gw sama dia nggak mikir begitu, intinya kita bersaudara" dan dianggukan oleh Gery
sampai mansion, semua maid terpaku melihat tuan mudanya kembali, majikan utamanya tidak memberitahu apa apa jika sang tuan muda akan kembali
" tuan Alvian" dua orang yang menjaga memberi hormat pada Alvian dan Gery, Gery langsung mengeluarkan bawaannya kepada penjaga tsb.
" mampir ga??"
" sip thank you buat jemputan ya"
" oleh oleh" teriakan Gery seraya meninggalkan kediaman Al, Al jalan masuk kedalam semua orang yang melihat menundukan hormat padanya
" papa mana??" tanya Al pada kepala asisten rumah tangganya
" tuan pergi kerja tuan muda"
" oke, saya mau pake mobil, itu barang saya masukin kamar aja gausah diberesin"
" baik tuan muda"
Al membelah padatnya kota Jakarta, tujuannya adalah Wijaya Group untuk menemui sang papa.
sampai gedung, ia langsung naik ke lantai dua puluh tempat sang ayah bekerja, semua melihatnya aneh sejak kapan Wijaya grup memiliki karyawan tampan, tatapan memuja sekaligus bertanya sukses diberikan untuk Alvian.
__ADS_1
sang sekertaris papanya berdiri memberi hormat dia sepertinya lupa akan sosoknya
" maaf mas cari siapa??" Mira sang sekertaris sakti sejak sepuluh tahun lalu
" tuan sakti ada??"
Mira menerka nerka ia sepertinya tidak asing dengan wajahnya
" apa sudah buat janji??"
" mba Mira nggak inget saya siapa?? tanpa diduga ekspresinya terkejut
" ya Allah mas Al ya" Al tersenyum kikuk apakah perubahannya drastis??
" ada didalam, tuan sakti pasti sangat senang
Alvian mengangguk, tanpa disuruh ia masuk ke dalam ruangan dengan tiga kali ketukan dan membuka pintu saat didalam sana sudah memberi ijin
" hai papah"
" Alvian"
.
tbc
hellow teman teman aku mau buat Alvian versi dewasa sesuai yang aku kasih tau belom lama ini ya jadi aku buat season dua nya, buat kalian, terimakasih yang sudah komen dan mampir apalagi memberikan karya aku like dan komen, aku masih penulis amatiran yang butuh kritik dan saran namun kritik ya bukan sebuah hujatan, jadi aku mohon menjadi penulis itu sulit jika kita saat dalam keadaan down ditambah ada komen yang tidak mengenakan, marah nggak cuma jadi down aja mood aku buat nulis kalo emang masih belum sesuai ekspektasi kalian, kalian bisa komen secara baik insya Allah aku akan perbaiki namun jika langsung dihujat hati eyke jadi rada mewek nih huhuhu 😭😭😭
tapi eyke tetep mengucapkan makasih atas semua para readers ku yang amat aku cintai tanpa kalian aku bukan apa apa
oiya udah Senin votenya boleh lah minta hihihi tapi jika tidak likenya ngga apa kok.
oke segitu dulu i love you saranghae ❤️❤️❤️
__ADS_1