Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Mencari Tahu 1


__ADS_3

Ina sebelum pulang dimintai keterangan oleh pihak polisi dirinya sudah jauh lebih baik dan tenang. pemeriksaan dilakukan di rumah sakit dan prosedur ini sudah diijinkan oleh dokter terkait. dan kini sudah selesai ketiganya pamit dan menitipkan Alvian yang sudah empat hari setelah kejadian belum sadarkan diri.


Rahayu berat meninggalkan putra sulungnya namun putra putri yang lainnya jauh lebih membutuhkan dirinya ada sakti yang bisa menjaganya, ia tahu sakti begitu menyayangi anak tunggalnya karna hanya Alvian yang dia punya.


malam menjelang, jari Alvian bergerak karna sudah pukul 23.00 malam sakti memilih tidur di sofa jadi sakti tidak tahu adanya pergerakan


perlahan pergerakan jari tsb berubah menjadi tangan dan kepala, Al sepertinya mulai sadar, sakti mendengar kegaduhan yang anaknya ciptakan menghampiri sang putra dan menekan tombol darurat agar petugas medis segera menuju ke arah kamar anaknya


" Ayumi"


Al menggumamkan nama seseorang Al kaget bagaimana caranya dia memberitahu namun dirinya harus tahu.


" nak apa yang kamu rasakan??"


" pusing kakiku sakit. Ina dan Ayumi dimana mereka..?" tanya Al kembali


" Ina baik sudah kembali ke Jakarta"


" bagaimana dengan Ayumi??"


" Ayumi... dia sudah tenang" Al mengeriyitkan dahinya sudah tenang?? lalu bertanya "maksud papa apa??"


" Ayumi sudah tenang di sisi Tuhan" Al kaget syok marah semua berbaur jad satu sorot matanya menahan "nggak nggak mungkin kan pa, papa bohong kan?? papa kalo nggak suka sama Ayumi jangan doain gitu pa" Al masih mencoba berprasangka baik mencoba mencari kebohongan di mata papanya "nak papa nggak bohong kamu harus terima"


Al berteriak dan histeris "Ayumi maafin aku .. aku seorang pembunuh maafin aku Ayumi... Ayumi" Al berteriak histeris mencoba bangkit dengan melepas jarum infus namun sakti menghalaunya mencoba menenangkan sang putra akhirnya mau tidak mau sakti memanggil team medis kembali dan di tenangkan dengan obat penenang agar tidak berontak


dokter selesai menangani dan menatap Al lebih selidik "apa yang anda bicarakan hingga pasien histeris??" dokter muda dan cantik bernama Joana tsb bertanya sesuai dengan name tag ya

__ADS_1


" dia menanyakan korban tewas"


" apa mereka memiliki hubungan?? saya rasa mungkin maaf bukan maksud mencampuri urusan"


" santai saja dok. kami sedang mencari tahu nya dok"


" ah ini bagian pemulsaran jenazah memberikan sebuah cincin di jari manis kanan korban dan ini milik pasien Alvian" dokter memberikan dua kantong kecil paper klip berisi dua cincin yang sepertinya sepasang sakti mencoba melihat lihat lebih dalam lagi "bagian pemulsaran jenazah kemarin mencopotnya takut barang penting makanya dititipkan ke saya dan saya sudah berikan ke walinya, maaf kalau begitu saya permisi" dokter Joana pergi dan sakti masih meneliti cincin tsb.


dirinya pernah menikah dan biasanya cincin nikah terdapat inisial ataupun sebuah tanggal maupun nama keduanya saat di telisik tanpa memegang langsung barangnya terlihat jelas inisial keduanya dan sebuah tanggal


" tanggal ini seminggu yang lalu"


sakti ingat tanggal tsb lantaran Al tidak kembali ke rumah dan berkata siap meneruskan perusahaan beberapa hari lagi atau sehari setelah kejadian kecelakaan naas. mungkinkah Al menyembunyikan sesuatu hal yang penting??


" apa yang kamu sembunyikan dari kita Alvian Tungga Putra???"


.


.


ia pun juga sudah meretas handphone milik Al, beberapa hari setelah ada sambungan telpon dari nomor asing selama beberapa menit menyita perhatian Ahmad, bukan kapasitasnya mencari siapa pemilik nomor handphone tsb namun bukan Ahmad jika tidak bisa dia bisa meminta bantuan temannya sesegera mungkin serta rekaman jejak digital suara keduanya ia benar benar penasaran dengan itu.


sudah menghubungi temannya, dirinya mencari tahu lagi melalui rekaman cctv, Al berbicara dengan Ayumi secara intens setelah dua hingga tiga hari setelah nomor asing itu menelpon, Al memberikan beberapa kartu yang sepertinya debit card lalu mereka pergi bersama dan kejadian itu sehari sebelum tragedi kecelakaan.


" sepertinya nomor itu ada hubungannya dengan keduanya tapi apa, aku harus menunggu penyelidikan temanku dahulu"


tidak lama menganalisa sakti menelpon

__ADS_1


" ya hallo sakti ada apa??"


" Al sudah siuman hanya saja...."


" hanya saja apa??"


dan sakti menceritakan semuanya saat Al mencari keberadaan Ayumi hingga histeris saat mengetahui Ayumi meninggal.


" aku bingung jika bertanya lagi namun ada sesuatu yang menarik, dokter disini memberikan sebuah cincin dari jenazah Ayumi dan Alvian jika aku telisik keduanya memiliki tanggal dan inisial yang sama, mungkinkah itu cincin pernikahan??" tanya sakti pada Ahmad.


Ahmad berpikir sepertinya Al menyembunyikan fakta besar kuncinya hanya satu nomor asing tersebut


" aku meretas nomor Al ada sebuah nomor asing beberapa hari sebelum kecelakaan dan aku sedang meminta bantuan temanku namun membutuhkan waktu beberapa jam kedepan. setelah itu kita bisa kaitkan semuanya semoga saja bisa terungkap sebelum Al sadar agar kita tahu langkah selanjutnya"


" kau benar lagipula aku khawatir biar bagaimanapun Al pernah di rawat dan Terapy psikis aku takut akan memacu kembali"


" semoga saja tidak terjadi apa apa"


" apa kota rahasiakan hal ini dahulu dari istrimu??" sakti sengaja tidak menyebut nama Rahayu takut Ahmad salah sangka apalagi dirinya belum menikah juga di usia sekarang 22 tahun setelah bercerai.


" jangan kita sembunyikan dahulu setelah itu jika sudah jelas baru kita ceritakan" Ahmad benar ini jalan terbaik Rahayu mudah menangis dan melamun beberapa hari ini dirinya takut mengganggu sistem psikis sang istri


" baiklah kabari aku jika sudah ada kabar baik"


.


tbc

__ADS_1


__ADS_2