Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Petuah Sang Ipar


__ADS_3

setelah keduanya sudah bersih, Alvian menunggu Dikha di ruang nonton yang berada dilantai dua.


iya masih kesal lantaran jadi bahan tertawaan asistennya dan Dikha meski tidak terang terangan.


" eh kak." kaget Dikha saat Alvian menunggunya di ruang nonton


" bisa kamu jelaskan bokser terkutuk itu?" wajah dingin tanpa kacamata menatap seorang Dikha.


" emmmm itu kado dari sekolah lama kak perpisahan."


" udah pernah kamu pake?" dan digelengkan oleh Dikha.


balas dendam dimulai.


" ada berapa bokser?" Alvian bertanya dan memastikan apakah ada gantinya atau tidak mengingat bokser tadi sudah kotor terkena tepung dan minyak yang menyiprat.


" ada dua kak."


" berarti ada satu lagi?" dan dianggukan Dikha dengan takut


" yaudah kamu ganti celana pake bokser itu."


hah


jadi dia mau balas dendam


" kenapa? enggak terima?" Dikha menelan Saliva nya dengan susah payah, walaupun hari ini ia tidak kemana mana tentu malu dengan semua anggota rumah apalagi ada adiknya Aisha yang usilnya nggak ketulungan itu.


" eemmm bisa ntar malam aja enggak mas hehehe."


" now and go..." jika sudah seperti itu, mau tidak mau Dikha menggunakan bokser itu. tujuannya ingin tahu apakah pria pantas menggunakan bokser girly tsb.


" tunggu!"


tanpa diduga Alvian menghentikannya kembali, ada rasa was was namun lega meski lebih banyak was wasnya


" aku bakal cabut ucapan aku, asal kamu mau nurutin permintaan aku." Dikha kembali menghampiri sang kakak ipar yang masih menatapnya dengan datar.


" per..permintaan apa?


" gausah gugup, aku bakal bebasin kamu pake bokser Unicorn itu asal kamu mau ambil kuliah diluar negeri dan bantu aku diperusahaan setelah lulus."


kaget bukan main permintaan sang kakak ipar, bahagia? tentu ia secara langsung mendapat jackpot siapa yang tidak mau ambil kuliah diluar negeri tapi memikirkan kearah sana sejujurnya belum ada.


" aku masih setahun lagi lulus nya kak."


" justru itu pikirkan jauh hari karna kalo enggak kamu bakal bingung sendiri."


" lalu apa yang aku harus lakukan kak?'

__ADS_1


" kuasai bahasa Inggris kamu dulu, les atau apalah terserah kamu yang penting bisa lancar kedua pikirkan mau kuliah dimana yang ketiga komitmen, aku engga minta kamu untuk lulus secepatnya atau apalah whatever asal niat kamu mau kuliah dan bantu aku di perusahaan dengan sungguh sungguh dan bisa aku percaya itu lebih dari cukup, jangan pernah berkhianat karna aku paling benci penghianat."


penekanan itu ia sengaja lakukan demi memupuk rasa balas Budi katakan dirinya mengharapkan balasan Budi atas kebaikan yang ia lakukan pada iparnya biar saja ia dikatakan tidak ikhlas namun ia meyakini diri seorang Dikha mampu membantu mengurus bahkan memperluas perusahaan sebesar Wijaya grup.


Dikha masih melamun, menyerap kata kata dari sang kakak ipar, apakah ia sanggup? jujur bahasa asingnya sangat berantakan meski ia cukup menguasai hanya saja tidak seperti Alvian.


" aku pikirin deh kak, mau kemana ya dan soal bahasa, emmm aku akan pikirkan."


" oke aku tunggu sebelum kenaikan kelas."


itu artinya setengah tahun ia masih punya banyak waktu.


**********


tibalah hari Sabtu, sudah mencari dokter yang direkomendasikan beberapa teman Alvian disebuah rumah sakit besar swasta yang pembangunannya dilakukan oleh Wijaya grup sehingga perusahaan bekerja sama dengan pihak rumah sakit tersebut mengenai rujukan, atau masalah mengenai kecelakaan kerja.


semua mengenal Alvian, ia melaju menuju ruang dokter obgyn karna sudah melakukan pendaftaran secara online.


sang istri yang mungil nampak sumringah apalagi tautan tangan Al seolah enggan melepaskannya.


gugup? sudah jelas keduanya jelas apalagi putri dilirik oleh seluruh penjuru rumah sakit dengan tatapan beragam.


julid, ramah, tidak ramah, tersenyum, ketus dan lain sebagainya.


bukan keduanya tidak memahami kondisi, hanya lebih menjaga emosi sang ibu hamil yang selalu berubah moodnya.


" relaks sayang."


tampan? tentu apalagi memiliki aura yang berbeda tentu saja membuat seorang putri bangga sekaligus insecure.


" selamat datang tuan Alvian dan istri, silakan di cek dulu ya," sosok suster yang cukup cantik dan profesional berucap tahu yang datang orang yang cukup di hargai dan dikagumi rumah sakit.


" ia sus, " yang menjawab Putri dengan sopan sedang Al hanya memasang wajah datar dan terkesan acuh dengan sekitar.


" tensi darah, BB normal ya, usia kandungan?"


" belum tahu sus."


" hpl terakhir?"


" dua bulan lalu."


" oke, silakan ibu masuk."


selesai pengecekkan menyeluruh, keduanya memasuki ruang dokter dan melakukan pengecekan dengan menggunakan alat berupa ultrasonografi dan diberikan gel USG.


Alvian sangat antusias mendengar semua wejangan dan penjelasan dari sang dokter.


" jika dilihat dari sini, ada dua kantung ya Bu, usianya sekitar lima Minggu jadi masih sangat kecil."

__ADS_1


" untuk kehamilan trimester pertama, ngidam,mual, morning sick itu wajar seiring berjalannya waktu akan menghilangkan mungkin sekitar usia enam belas Minggu tapi bisa jadi lebih."


" saran jangan kelelahan, intensitas bercinta sedikit dikurangi, dan makan makanan bergizi mungkin akan bertambah karena ada dua janin yang hidup didalam perut ya Bu."


" nanti bisa di cek lagi diusia enam belas Minggu kalo ada apa apa bisa berkunjung lagi."


" terimakasih dok.." keduanya berbinar, dua janin yang ada didalamnya membuat nya berbinar.


" mau kerumah mamah?" lamunan putri karna bahagia terhenti memastikan ucapan sang suami " boleh tapi mungkin besok aja ya mas."


" oke."


keduanya memutuskan untuk pulang, saat hendak menuju ke arah rumah, putri melihat jejeran jajanan pinggir jalan, ada tukang mie ayam Bangka yang sangat ramai.


seolah, putri mengeluarkan liurnya karna ingin dan membayangkan betapa nikmatnya mie ayam tsb.


" mas.."


Alvian menoleh, jika sudah berkata manis tsb, ia pasti meminta aneh aneh.


namun sebisa mungkin, ia tersenyum dan berkata lembut " ada apa sayang?"


" mau itu."


benarkan


ia meminta mie ayam yang penjualnya sangat ramai bahkan mengulur ia adalah type orang yang sangat benci menunggu tapi ini apa??


sepertinya ia akan menggunakan siasat, demi tuhan ia mau tidak mau melakukan ini.


" oke sayang," Alvian tersenyum dibalik kacamata minusnya itu.


ia buka jaket yang membalut tubuh putihnya itu, menyisir rambut sedikit dan memang outfit yang sedang digunakan adalah kaos oversize dipadukan celana pendek serba hitam sehingga kontras dengan kulitnya yang putih mulus.



semua pelanggan yang ramai membeli mie ayam Bangka tsb, hanya melongo menyaksikan pria tampan keluar dari mobil SUV milik nya sendiri tanpa sang istri.


ia terpaksa melakukan ini sumpah demi apapun agar cepat mengantri.


" pak, mie ayam Bangka ya empat ya, komplit."


sang penjual yang notabennya adalah ibu ibu dan dibantu anak perempuannya terkesima bahkan langsung membuat pesanan miliknya tanpa peduli ada yang lebih dahulu mengantri.


Alvian duduk dan menyapa pembeli sekitar dengan senyuman kikuk seumur umur baru kali ini ia memanfaatkan pesonanya.


" demi sang pujaan hati dan kedua buah cintanya."


tbc

__ADS_1


adakah yang seperti Alvian? mungkin ini yang dinamakan the power of kepepet 😂😂😂


__ADS_2