
sepertinya Alvian harus waspada dengan yang namanya William, ia tidak menyangka bahwa paman tiri Ayumi menjual kepadanya, mungkin dengan nilai fantastis makanya dengan senang hati paman tirinya menyerahkannya itu baru spekulasi saja.
Al menghampiri Ayumi yang sedang ketakutan di sofa depan tv, Al menghela nafas ia akan membawa Ayumi ke rumah utama sepertinya, mau tidak mau
" kemasi barang barang kamu??"
Ayumi masih mencerna kata kata Al
" kamu ga denger??" Al mengucap
" apa kakak ngusir aku??" matanya berkaca-kaca ia tidak tega wajah polos namun matanya banyak menyimpan luka
" enggak, aku mau pindahin kamu ke rumah utama"
mengangguk, sebenarnya Ayumi bingung kenapa ia dipindahkan, namun Ayumi mengemasi barangnya, ia bingung kenapa banyak sekali barangnya padahal ketika masuk apartemen hanya dengan seragam putih abu dan sepatu yang sudah lusuh
" gausah semua, beberapa potong baju, handphone, dompet dan yang dikiranya perlu"
Ayumi tidak protes, ia kembali mengemasi barangnya sesuai perintah Al, setelah selesai dirinya keluar kamar dengan menggendong tas yang dibelikan Al beberapa hari lalu, mereka keluar jalan beriringan semua yang melihat Al nampak memuja dan mengagumi.
" kak boleh aku tanya??"
" hmm" Al hanya berdehem saja
" maaf sebenarnya kakak kenapa nyuruh aku ke rumah utama?? trus aku sebenarnya mau dikasih kerja apa jadinya? bukannya kakak nyuruh aku buat jadi art?? tapi kenapa kakak malah beliin banyak barang buat aku?? aku masih bingung kak" Al mengerti sepertinya wanita di sebelahnya gusar
" aku mau kuliahin kamu, nggak jadi art, kasian baru lulus dah jadi art, potensi nilai kamu bagus, aku tahu dari data base kamu di sekolah" Al memang sebelum melakukan sesuatu mencari tahu dahulu
" kalo aku nggak mau gimana??" Al mengentikan laju mobil dan menatap datar Ayumi, Ayumi yang ditatap jadi kikuk dan menundukan pandangan
__ADS_1
"maaf" lirih Ayumi sadar tatapan Al mengerikan
" kamu memang mau seperti apa?? kembali ke kehidupan kamu sebelumnya trus disiksa lagi sama paman bibi kamu dan dijual supaya jadi wanita penghibur si pengusaha kaya yang tadi pagi nemuin kamu itu?? kamu suka??" eh tunggu dulu kenapa sikap Al menjadi posesif apa dirinya??? nggak nggak mungkin kan Al suka sama Ayumi dalam waktu singkat sedangkan dengan beberapa teman wanita di sekolah maupun di luar negeri saja dia bisa menjaga dirinya.
" maaf," Ayumi terus mengucap kata maaf sepertinya memang butuh bicara
mobil masih berhenti di tepi jalan beruntung tidak sedang ramai mengingat ini di jalan utama menuju rumah utama sang papa.
" apa tujuan kamu memang setelah lulus??"
Ayumi menoleh dan menundukan pandangan lagi " mau kerja apapun asal halal dan bisa hidup sendiri sederhana saja,"
" tidak maukah kamu menjadi seorang sarjana??"
" mau tapi itu hanya impian sadar diri kemampuan aku, mungkin nanti"
" jika aku mau kuliahin kamu di Surabaya kamu mau??"
" nggak ada yang mustahil Ayumi, (Al mengguncang tubuh Ayumi) semua sudah diatur sama yang diatas, mungkin ini buah dari kesabaran yang selalu kamu lakukan dengan perilaku paman bibi kamu yang biadab itu, hanya saja melalui aku"
Ayumi terdiam, ia sesak ingin menangis namun ah sudahlah ia salah lagi sepertinya "maaf"
" Jakarta nggak aman, aku akan kirim kamu ke Surabaya hingga lulus kuliah, jangan khawatirkan mengenai biaya, aku ikhlas" Al melajukan mobilnya lagi menuju rumah utama
.
" kalo papa aku tanya kamu siapa, cukup senyum saja, gausah dijawab" Al sudah sampai rumah utama, Ayumi terperangah tidak percaya rumah Al begitu bagus bak istana sepertinya Al salah satu anak sultan
" denger ga??"
__ADS_1
" iya kak"
" apa??"
" cukup senyum" Ayumi mengulangi ucapan Al dan dianggukan oleh Al ternyata dia fokus juga diajak bicara
" loh kamu baru sampe udah pergi lagi aja Al" sakti baru turun dari atas melihat anaknya baru kembali dengan mobilnya
" ini siapa?? pacar kamu??" sakti bertanya begitu antusias, sedang yang dituduhkan hanya memutar bola matanya dengan malas
" bibi Ela??"
" ia tuan"
" bawa Ayumi ke kamar utama ya, kalo dia butuh sesuatu penuhi"
" baik tuan muda, mari ikut saya nona" Al memberi kode melalui pergerakan kepalanya kepada Ayumi untuk mengikuti bi Ela"
" permisi tuan" Ayumi pamit, sakti melongo menyebut dirinya tuan
" Al" sakti berkata seolah menunggu penjelasan dari sang putra, lalu Al mengajak sakti ke taman belakang supaya suasana sedikit sejuk"
"jelaskan" pinta sakti
" dia korban jual beli manusia oleh paman bibi tirinya sendiri, aku ga sengaja ketemu pas mau ke rumah mama tempo hari"
" itu sebabnya semalam kamu nggak pulang??" dan dianggukan oleh al
" kenapa nggak lapor polisi aja?? kenapa harus mempersulit keadaanmu sendiri??" tanya lagi sakti
__ADS_1
" masalahnya yang beli dia itu .. CEO William Company pa" sakti tercengang ia tahu seperti apa William baik di dunia bisnis maupun kepribadiannya, berteman sejak masa SMA membuat dirinya kenal
tbc