
apalagi ini, kenapa ibu dan anak mengatakan jika mereka yang melakukannya
" coba jelaskan" ketiganya sudah berada dikantin. Vena setelah berbicara dengan Alvian histeris dan harus ditenangkan dengan obat tidur dan kantin digunakan sebagai tempat yang aman untuk berbicara
Rahayu menatap anaknya penuh cemas dan menggelengkan kepala memberi kode lewat tatapannya agar ia tak mengakuinya. rasa takut dirinya tatkala mantan suaminya akan melaporkannya ke polisi sangat besar. ini kejahatan cyber yang menyebabkan bangkrutnya sebuah perusahaan. bahkan hukuman penjara diatas sepuluh tahun sudah didepan mata.
Alvian geram sebenarnya dengan mamahnya bagaimana bisa ia memberi pengakuan konyol yang tak dilakukan. apa yang harus ia lakukan.. mamanya adalah belahan jiwanya ia akan berkata jujur. jika membuat kesalahan maka siap menerima konsekuensinya
" aku yang melakukannya" ucap Alvian mantap namun disanggah Rahayu "nggak itu semua nggak bener, aku yang melakukannya Alvian hanya menolong, jangan percaya"
sakti bingung bagaimana bisa ini terjadi "apa buktinya??"
kesempatan itu Alvian gunakan untuk mengungkap kejujuran sekali lagi ia tekankan ia siap menerima konsekuensinya
" om Ahmad tau semua??"
" Ahmad??" ulang sakti
__ADS_1
" pegawai IT baru anda yang datang dari Bandung" fakta mengejutkan sakti ternyata Ahmad mengenal mereka, Alvian berkata lagi "anda bisa tanya dia secara detile nya"
kacau pikiran Rahayu, ia gagal menolong Alvian, dilihat sakti sedang menelpon Ahmad "temui aku dirumah sakit secepatnya" telpon langsung dimatikan. Rahayu terus merancau agar ia tak melaporkan sang buang hati ke polisi
" sakti, aku mohon jangan kamu melaporkan anakku, aku akan menggantikan posisinya jika memang kamu mau melaporkan nya ke polisi biar bagaimanapun ini kesalahan saya, tolong jangan laporkan Alvian" sakti tersentak apakah Rahayu lupa bahwa Alvian adalah anak kandungnya??
tak lama Ahmad datang dan bergabung, wajahnya tenang namun hati berdebar tak karuan, susah payah ia menahan gugup tatapan tajam sakti menghunus tubuhnya.
" apa kau tahu kenapa aku memanggilmu??" sakti bertanya pada Ahmad dan ia menggelengkan kepalanya
" kamu sejak kapan tahu siapa yang mengambil data perusahaan ku??" Ahmad tersentak ternyata secepat itu Rahayu memberitahunya "tiga hari lalu"
" aku hanya memberikan Rahayu kesempatan supaya ia tidak dipenjara biar bagaimanapun ini kasus besar"
" seharusnya kau tidak selancang itu" teriak sakti membuat penghuni kantin rumah sakit memperhatikannya.
" maaf maaf" ucap sakti kepada semuq orang karna menyadari semua orang memperhatikannya
__ADS_1
" tunggu, kau tahu hubunganku dengan Rahayu??" sakti menyadari sesuatu dari perkataan Ahmad
" maaf, bukan maksud aku lancang tapi aku tak sengaja mendengarkan pembicaraanmu dengan istri mu beberapa hari lalu. Awalnya aku mengira bukan Rahayu yang ku kenal namun aku penasaran, jadi aku tanya Rahayu dan benar dugaanku jika yang melakukannya Alvian"
" bagaimana awalnya"
" aku tidak bisa memberitahumu bagaimana aku menemukannya, intinya adalah aku bertanya kepada pengambil data rahasia, awalnya ia tidak jujur jika seseorang berasal dari Indonesia yang memintanya, sedikit gertakan dan mencaritahu kelemahannya, disitu ia berkata jujur. maaf aku tidak dapat menjelaskan secara terperinci. intinya semua valid dan Alvian mengakuinya" ujar Ahmad.
sakti tak menyangka, darah dagingnya, anak berusia tujuh tahun bisa menghancurkan perusahaan besar miliknya, ia tak mungkin melaporkan anaknya ke polisi. ia masih bingung apa alasannya, namun yang pasti ini semua pasti hanya karna ingin membalas rasa sakitnya pada ibunya.
" Alvian, bisa kita bicara" tanya sakti dengan nada dingin
" jangan libatkan Alvian, aku yang akan bertanggung jawab" ucap Rahayu
" aku hanya ingin bicara saja empat mata, bukan untuk melaporkannya, biar bagaimanapun Alvian tetap darah dagingku, satu satunya anak aku. aku hanya ingin berbicara aku mohon sebentar saja" ucapan sakti sebagai permohonan, Rahayu melihat sorot mata Alvian dan Alvian pun menganggukan kepala tanda setuju
" oke, aku akan tetap memantau dari sana" Rahayu menunjuk arah kursi pojok kantin dan segera berdiri ditemani oleh Ahmad.
__ADS_1
tbc.
11 Oktober 2021