Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
tragedi berdarah 2


__ADS_3

Alvian, Abi dan Rudolf memutuskan keluar, namun sebelum keluar Alvian mencari p3k dahulu untuk menghentikan keluarnya darah dari punggung Abi, beruntung diruang itu tersedia,


keluar dari ruangan lantai tiga tsb, mereka jalan mengendap endap, sekitar lima puluh orang anak buah mafia tsb berlalu lalang, Keenan masih pingsan kesempatan untuk keluar sangat besar. mereka berjalan perlahan ketiganya dibekali pistol.


setiap anggota mafia lewat secara sendiri, Rudolf yang memang didepan menembaknya dengan senapan yang dibekali peredam agar tidak menimbulkan suara. posisinya didepan Rudolf ditengah Abi dan dibelakang Alvian.


.


sakti terus saja merutuki Abigail bisa bisanya dia membawa masalah kepada anak semata wayangnya, ia dibekali alamat oleh Ahmad untuk ke sebuah perusahaan milik Moremans company, ia langsung saja menemui receptionis agar memberitahu keberadaan sang pemilik perusahaan.


" sorry, I want to meet the owner of this company (maaf, saya ingin menemui pemilik perusahaan ini)" ujar sakti dengan maksud tujuan kedatangannya


"Sorry, who are you?? do you have an appointment?? (maaf anda siapa?? apa sudah memiliki janji??)" tanya receptionis bernama Mikaila tsb


"i am sakti, father of a child who was dragged into a kidnapping case because of his child (saya sakti ayah dari seorang anak yang terseret kasus penculikan karna anaknya)" ucap sakti


"please wait, I will call my leader first whether he can meet you or not (mohon ditunggu, saya akan telpon pimpinan saya terlebih dahulu apakah beliau bisa menemui anda atau tidak)


tak ada waktu menunggu, sakti langsung melenggang masuk, teriakan receptionis tsb menggema, tidak peduli lagi ia ingin segera menemui pimpinan tsb.


saat hendak masuk ke lift, ia tidak sengaja menabrak seorang pria yang diperkirakan usianya lebih dari lima puluh tahun, sang pria tsb menatap sakti terburu-buru

__ADS_1


" im so sorry, I accidentally (maaf saya tidak sengaja) ucap sakti


" you're in a hurry what's the problem?? (kau seperti terburu-buru, apa ada masalah?) ucap pria parubaya tsb


"I want to meet the owner of this company (saya ingin menemui pemilik perusahaan ini" ucap sakti


" I am the person, who are you to meet me? (saya orangnya, anda siapa ingin menemui saya)" tanya ayah abigail bernama Ribery


"im Daddy Alvian Tungga Putra" ucapan sakti membuat Ribery mengerti apa yang akan dibicarakan, receptionis tsb yang melihat sakti berbicara dengan atasannya membuatnya takut dimarahi dan mencoba menjelaskan namun tangan Ribery seolah memberi kode untuk diam dan berhenti dan receptionis tsb meninggalkan keduanya dengan hormat.


"follow me" ucap Ribery pada sakti agar mengikutinya ke sebuah ruangan kecil agar perbincangannya tidak diketahui orang lain.


" i know what you mean, but Abigail brought ten of the best snipers I have, you take it easy (aku tahu maksud kedatanganmu, namun abigail membawa sepuluh anggota sniper terbaik yang aku miliki, kau tenang saja) ucap Ribery to the point


" it's too dangerous to involve the police, we are dealing with a high-end mafia, too dangerous. (terlalu berbahaya melibatkan polisi, kita berhadapan dengan mafia kelas atas, terlalu berbahaya.) ucap Ribery


"then am I going to just stand by seeing my son in danger like this?? (lalu apakah aku akan diam saja melihat anakku dalam bahaya seperti ini??) marah sakti


Ribery nampak berpikir, posisi sakti serba salah, sebelumnya memang Abigail telah menjelaskan mengenai sakti yang akan datang dan kondisi sakti yang sedang berusaha berdamai dengan mantan istrinya tsb.


"okay I'll take you there wait a minute I'll call someone (baiklah, tunggu sebentar aku akan menghubungi seseorang" Ribery nampak melakukan panggilan menggunakan benda pipih milik pribadinya

__ADS_1


" prepare 50 swat members, for the address I will send to make sure the best members (siapkan 50 anggota swat, untuk alamatnya akan aku kirim pastikan anggota terbaik) ucap Ribery


"anggota SWAT?? bukankah itu milik instansi pemerintah?? berarti keluarga Moremans bukan orang sembarangan.


"lets go" ucap Ribery mengajak sakti menuju ke mansion milik Keenan Mark Weeber.


sepanjang perjalanan wajah Sakti dan Ribery sangat sulit ditebak, aura mencekam dengan guray ketakutan, iring iringan beberapa mobil yang diikuti bodyguard terus beriringan.


.


saat ini suara mencekam sedang terasa di dalam mansion Weeber, Alvian, Abigail dan Rudolf sedang berusaha keluar namun ketika menuju lantai bawah, tangan Alvian dicekam seseorang dari belakang


" where are you little boy??" senyum mengerikan Keenan, pria psikopat itu sudah sadar, Rudolf segera pasang kuda kuda untuk menembak namun Keenan lebih pandai dengan menarik Alvian dan memberi luka sayatan disekitar wajah Alvian sontak darah segar mengalir


" this is just the beginning dear, lower your weapons then this child is safe (ini baru permulaan sayang, turunkan senjata kalian maka anak ini aman)" ucapan Keenan membuat keduanya mau tidak mau menurunkan senjata dan tak lama beberapa anggota Weeber mengerubungi


" take them in, strip them both of their clothes (bawa mereka masuk, lucuti kedua pakaian mereka)" perintah Keenan membuat semua bergerak cepat. saat hendak melawan, Rudolf ditembak mati salah satu anggota Weeber musnah sudah kesempatan menang hanya ada Alvian dan Abigail saja kemungkinan selamat sangat kecil.


tbc.


maafkan author ini badannya agak nggak enak efek vaksin kedua, tadinya mau libur dulu tapi aku terlalu sayang banget sama kalian maaf ya kalo nggak memuaskan

__ADS_1


udah Senin nih bisa kali berbagi vote buat aku tapi kalo nggak ada cukup komen dan like aja ya makasih semua lapyu all saranghae ❤️❤️❤️


__ADS_2