Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Episode 38 : Kedatangan Sakti


__ADS_3

mata nya masih terpejam karna pengaruh obat tidur yang diberikan oleh dokter, Siti sedang berbelanja kebutuhan selama dirumah sakit mengingat yang dikatakan dokter bahwa ibu Rahayu harus dirawat beberapa hari dan tinggallah Alvian seorang yang sedang menjaga sang mama tercinta.


Alvian menyentuh wajah Rahayu yang nampak pucat pasi, ia mencium kening hangat dan membenarkan posisi jilbab segi empat yang sudah tak beraturan itu


" mam, im so sorry mam" itu ucapan yang lolos di bibir Alvian, biar ia pandai, tetap saja ada sisi anak kecil yang takut kehilangan orang tua tunggalnya, ia menangis tanpa suara, hening mengingat dikamar berukuran kelas satu hanya ada sang mama sedang bed sebelah nampak kosong. Alvian terbenam dalam mimpi menemani sang mama.


.


.


Ahmad baru saja menyelesaikan isoma nya yang terlewat, ia masih memikirkan perkataan yang belum lama didengar, siapa. yang harus ia tanyakan?? apakah langsung bertanya pada sakti atau ah sudahlah ia akan cari tahu sendiri nanti sekarang ia bersama team akan menelusuri dunia Maya, ia mengecek sebuah IP Address berasal dari UK berkomunikasi dengan IP Address yang berada di indonesia belum lama ini di situs blackmarket, namun masih belum diketahui apa yang dilakukan mengingat sang hacker sangat lihai dalam mengubah ubah posisi IP address didalam sistem System' tsb.



ia masih mencari peluang namun nihil tak didapatkan, ia menghela nafas, sepertinya ia harus menggunakan id black hat hacker ya yang tak diketahui oleh siapapun, ya Ahmad sebenarnya adalah seorang black and white hat hacker, namun ia masih bisa memposisikan diri nya dan ia butuh perangkat pribadi yang mana jika ia melakukan di perangkat orang lain, akan sangat fatal akibatnya,


ia terus membuka situs terlarang tsb dan ia menemukan titik terang

__ADS_1


sebuah chat dan transfer data file secret dengan kapasitas besar yang masuk ke Indonesia dan hanya satu satunya, ia harus memastikan dahulu kebenarannya, jika sudah ia akan tahu pemilik id number tsb. sepertinya celah kesalahannya sangat kecil namun masih bisa dideteksi oleh Ahmad. senyum menyeringai terus terpancar oleh Ahmad, ia tidak berkata apapun pada team cyber nya, hatinya masih mengganjal mengenai Alvian dan sakti juga yang terakhir ia temukan.


.


" eunghhhh" suara khas bangun tidur terdengar dibrangkar rumah sakit Rahayu baru tersadar setelah lima jam tertidur pulas, Siti tertidur di brangkar kosong sebelah Rahayu sedangkan Alvian senantiasa berada di sebelah Rahayu menduduki kursi. ia terus memegang tangan Rahayu seolah tak mau kehilangan


" mam, are you okay??" tanya Alvian senang melihat mamanya terbangun namun hanya dijawab dengan anggukan kepala


" your angry for me mam??" tanya lagi Alvian dan hanya dijawab dengan gelengan kepala sambil tersenyum


" im sorry mam" Alvian mengetatkan pegangan tangannya. ia tersenyum merasa bersalah atas apa yang terjadi pada mamanya namun Rahayu hanya diam sambil menatap dalam anaknya. wajahnya mengingatkan dia pada sosok masa lalu yang selama ini tak pernah ia sebutkan lagi, jika ia mengingatnya maka hanya rasa sakit atas penolakan mempertahankan rumah tangganya.


suara ketukan pintu menghancurkan keheningan yang tercipta, Siti terbangun dan membuka pintu


ceklekkk . semua orang tercengang atas kedatangan seseorang, pria tampan dengan rahang kokoh hidung mancung ditambah mata sipit namun bulat, putih bersih dan tinggi juga aroma maskulin yang mengingatkan seseorang akan masa lalu kelamnya,


" Sakti" lirih suara Rahayu namun ekspresi terkejutnya sangat menampakkan wajahnya yang sayu

__ADS_1


" sodaranya Bu Maryam ya siapa mas Al namanya??" ucap Siti tak merasa bersalah namun Dimata Alvian kilatan amarah tak tertutupi.


" mau apa kamu kemari??" ucap Alvian to the point, jujur sakti kaget mendengar ucapan sang putra karna terakhir kalinya bertemu mereka masih baik baik saja bahkan bertegur sapa walaupun ada sedikit nyinyiran yang di timbulkan suara kecil sang anak


" maaf aku mengganggumu Rahayu" Alvian mendengarnya geram hei mengganggumu?? oh ayolah sakti pria dewasa yang harusnya tahu jika kedatangannya hanya memperkeruh suasana


" Al jangan begitu, silakan duduk" suaranya parau ia masih kaget namun sebisa mungkin mengontrol emosinya. bohong jika Rahayu bisa melupakan kejadian delapan tahun lalu namun Dimata anaknya, tidak akan dia menampakkan ketidak sukaannya


" maaf aku mendengar kalau kamu masuk rumah sakit, sepertinya kedatanganku di waktu tidak tepat" ucap suara bariton Sakti


" langsung saja" ucap Rahayu walau dengan suara parau


" aku kesini mau minta tolong sama kamu."


.


tbc

__ADS_1


06 Oktober 2021


__ADS_2