
selesai acara tepat pukul 22.00 Alvian dan putri melenggang ke ruang presiden suite yang telah diubah menjadi dekorasi kamar pengantin yang indah,
Alvian sudah melenggang ke kamar mandi sedangkan putri sedang bingung bagaimana membuka gaun mewah juga perhiasan dan aksesoris yang menempel jika saja tadi siang ada MUA yang menolongnya, kini dirinya hanya berdua dengan sang suami.
suara pintu kamar mandi terbuka, melihat sang suami yang menggosokkan badannya dengan handuk dan hanya menggunakan celana pendek selutut.
putri terpana akan sosok pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya tsb. dan Al ternyata menyadari sang istri terlihat belum mengganti baju.
" kamu nggak gerah.?" tanya Alvian namun Putri gelagapan karna ketahuan memperhatikan sang suami.
Al mengambil baju di ruang mini walk in closed mengambil kaos berwarna putih dan membuatnya semakin
" tampan" tidak sadar ucapan Putri didengar Alvian sontak Al pun tertawa melihat sang istri.
Alvian menghampiri putri dan mendekatkannya justru putri terlihat melangkah ke belakang seperti orang ketakutan dan Alvian memilih berhenti.
" kamu nggak kesusahan itu melepas semuanya??"
" eh"
" sini aku bantu" akhirnya dengan menundukan wajah putri mengangguk dan menghadap kebelakang. terlihat punggung putih bersih yang beraroma kan vanila menyeruak di hidung Alvian, dirinya senang karna wangi ya sangat menenangkan.
putri duduk dimeja rias dan dengan telaten Al membantunya melepas semuanya, kini putri memegang gaun yang sudah terlepas bagian belakangnya dengan menahan bagian depan agar tidak melorot
" kamu boleh ke kamar mandi aku tunggu kita harus bicara" ada nada serius yang terselip dirinya ingin mendengarnya.
buru buru ke kamar mandi dan melakukan ritual yang memakan cukup waktu lama. beruntung Alvian dengan senang hati menyiapkan air hangat untuknya.
" makasih mas" gumam putri dalam hati sambil berendam air hangat.
selesai mandi dan memakai baju, melihat Alvian masih memegang ponsel ya seperti sedang menangani sesuatu. putri datang dan menghampiri Alvian
" sudah selesai??" dan dianggukan putri
" minum dulu" putri menghabiskan minum hingga tandas. membuat Alvian gemas dan mengusap pucuk kepala putri dengan sayang.
" aku akan bercerita sedikit tentang aku yang belum kamu ketahui, dan aku mau kamu tidak memotongnya setelah selesai, aku serahkan semuanya sama kamu dan besar harapan aku kamu mau menerima masa lalu aku, " ucapan alvian diakhiri dengan nafas kasar
__ADS_1
putri dengan setia memperhatikan wajah Alvian yang nampak gusar.
" aku sebenarnya sudah pernah menikah, dengan seseorang bernama Amaya yang identitasnya aku ubah menjadi Ayumi. Ayumi meninggal lantaran kecelakaan kendaraan di tol kali kangkung dan meninggal ditempat.
aku bertemu dengannya karena tidak sengaja bertemu di jalan karna dia mau dijual oleh paman bibi tirinya.
ternyata yang membelinya adalah saingan berat Wijaya grup dan saat aku akan mengganti rugi uang yang sudah diterima paman bibinya Ayumi, ternyata aku diberi obat perangsang dan sialnya, Ayumi membuntutiku dan menemukanku dalam keadaan terpengaruh obat. dan aku memperk*sanya.
karna merusak dirinya, aku menikahinya namun masih siri lantaran orang tua aku belum tahu masalah ini.
saat aku menikahinya, kami tidak melakukan hubungan itu lagi dan aku memutuskan mengirim ke Surabaya untuk kuliah disana dan juga mengajak Sherina tinggal disana. namun naas, dalam perjalanan mobil kami di tembak oleh orang orang itu. dan kehilangan kendali terjadilah kecelakaan itu.
bahkan aku saat ini masih menggunakan pan, sekarang aku sudah jujur sama kamu, jika kamu menerima aku, aku mohon bantu aku merubah sifat buruk aku" Alvian menangis mengingatnya karna iba, putri memeluknya tidak menyangka suaminya mengalami hal berat.
" aku terima kamu apa adanya" ucapan itu lolos dari mulut Putri.
setelah membaik, kini Alvian meminta putri menceritakan kisah hidupnya. hidupnya sederhananya ayahnya bekerja sebagai staff di sebuah kantor, namun saat putri berusia 10 tahun, ayahnya meninggalkan keluarganya dan lebih memilih pergi bersama janda kaya yang ditinggal mati suaminya, sedang sejak saat itu, ibunya banting tulang dengan berjualan kue basah dan pesanan. kadang putri menerima jasa cuci gosok panggilan sepulang sekolah untuk biaya adiknya sekolah karna ibunya hanya mampu menafkahi makan sehari hari dan biaya kontrakan beruntung semua program pemerintah wajib 12 tahun dengan menggratiskan sekolah bagi yang tidak mampu ia terima dengan mengurus surat keterangan tidak mampu.
ibunya sakit lambung akut karna sering menahan lapar dan memilih anaknya makan dan penyakitnya pun menyebabkan ibunya meninggal.
tapi banyak juga yang empati dengannya.
mendengar ceritanya. Alvian beruntung tidak salah langkah ketika menerima putri bekerja. Alvian dan putri memutuskan memindahkan sekolah kedua adiknya ke sekolah dekat rumah utama dan menyuruh putri berhenti kerja sejak seminggu sebelum menikah.
" kamu udah siap kan"
" eh"
" kalo belum siap, bisa kita tunda kok" Al menarik selimut untuk segera tidur namun pergerakannya terhenti setelah mendengar kata indah dari sang istri
" aku udah siap"
saat berada dirumah utama seminggu lalu, dirinya bertekad jika diminta akan melakukannya biar bagaimanapun setidak siap apapun dirinya tetap akan melayaninya jadi sama saja bukan meski gugup dirinya mencoba relaks
" benar" dan dianggukan putri.
segera Alvian menghampiri putri dan mencium bibir ranum milik putri, ini pertama kali untuknya.
__ADS_1
Alvian menciumnya dengan lembut walaupun belum lihai namun dibalas oleh Putri mengikut nalurinya.
perlahan ciuman tsb menjadi ciuman panas dan Alvian menelisik leher jenjang putri ada gelayar aneh di keduanya namun menikmatinya.
Alvian memberi jejak kepemilikan banyak dileher dan tangan keduanya tidak tinggal diam. dirinya menyambar squisi milik putri yang pas di tangan Alvian.
sensasi yang diciptakan Alvian membuat putri mengeluarkan kalimat keramatnya.
dan tangan Alvian sebelah kiri menelisik perut rata putri dan kini menelisik bagian intim milik putri.
ternyata putri sudah basah dan Alvian memberi kode untuk membaringkan putri
" i love you putri" semu wajah merah putri nampak terlihat dan kini penyatuan pun dimulai bahkan bukan hanya melakukan sekali melainkan tiga kali hingga jam empat subuh"
.
pagi menyapa tepatnya pukul sembilan, putri terbangun melihat celah cahaya masuk dari celah gorden. dirinya melihat wajah polos orang yang telah menggagahi yang dengan penuh cinta akhirnya sepenuhnya dirinya milik Alvian Tungga Putra.
ia ingin membersihkan diri karna merasa lengket namun perih karna untuk pertama kalinya, meskipun diawal sangat pelan memainkannya, namun di permainan kedua dan ketiga Alvian sangat bersemangatnya meski menikmati tentu saja rasanya masih sakit apalagi bagian sensitif nya.
" aawsss"
Alvian terbangun melihat putri sudah setengah duduk dan menahan sakit, Alvian bangun dan memandang wajah dan tubuh polos putri dan tersenyum ternyata yang semalam nyata dan bukan mimpi.
Alvian mencium pucuk kepala putri dan bibirnya secara kilat " morning sayang" hati putri meleleh mendapatkan perlakuan manis dari Alvian"
" morning hubby"
" mau ke kamar mandi??" tanya Alvian dan dianggukan putri " tapi masih sakit nggak bisa jalan" Alvian menggunakan bokser nya dan menggendong sang istri ala bridal style yang masih polos sedang sebelah tangan putri memegang leher Alvian dan sebelahnya menutup matanya karna malu
" kenapa?? malu?? aku udah liat semuanya kok" ucapan Alvian yang menggoda membuat putri menepuk bidang dada Alvian yang terbuka karna gemas.
mereka mandi bersama namun tidak hanya sekedar mandi melainkan melakukan ritual panas setelah itu baru mandi yang sesungguhnya.
.
tamat
__ADS_1