Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Episode 36 : keinginan Vena


__ADS_3

beberapa hari ini setelah mengetahui kondisi sang anak membuat Rahayu tak bisa tidur dengan nyaman ditambah banyaknya sample yang ia harus urus sehingga kesehatannya menurun.


ia masih menerka nerka mengenai kebangkrutan yang dialami oleh Wijaya grup namun juga ia menepis lantaran usia Alvian yang belia apakah bisa melakukan hal semacam itu. ia ingin bertanya pada anaknya namun setelah perbincangan terakhir Alvian jadi menghindar dengan sarapan lebih dahulu ataupun makan malam terlebih dahulu.


.


Alvian dan Sherina sedang berada di taman, seperti biasa Alvian akan menghabiskan waktu untuk membaca namun ada yang berbeda, sesekali ia memperhatikan Sherina yang terus saja mengoceh tak ada hentinya dimulai ia menggambar karakter favoritnya yaitu Anna, salah satu tokoh di film Frozen. namun yang mengejutkan adalah hari ini adalah hari terakhir yang mana Sherina akan bersekolah dibandung karnanya dirinya akan dibawa ayahnya menuju Jakarta untuk mendapatkan beberapa pekerjaan baru disana.


" Al..." tanya Sherina


karna saking fokusnya baca, Alvian hanya membalas dengan deheman saja


" Ina mau pamit sama Al, kalena besok Ina akan ke jakalta sama ayah." ucapan Sherina menghentikan aktivitas membaca Alvian. ia melihat Sherina mengencangkan air matanya. Alvian tak pernah melihat wanita menangis selain mamanya, ia iba melihatnya


" kenapa pindah??"


" ayah dapat keljaan balu disana, jangan lupain Ina ya Al" Sherina tak malu memeluk langsung Alvian. dan Alvian mencoba membalas ya walaupun hanya dengan satu tangan, setelah melepaskan pelukan, Sherina memberikan sebuah kado berukuran kecil hang berisi sapu tangan berwarna hijau dengan inisial keduanya.


" Ina buat sendili. dulu waktu omah masih ada, Ina diajalin buat saputangan lajut. Ina bingung mau kasih Al apa, jadinya Ina kasih ini dijaga ya, jangan lupain Ina, kalo udah besal dan kita ketemu semoga aja Al inget sama Ina" Ina mencoba tersenyum walau dengan air mata.


" Alvian menatap dalam wajah anak kecil yang dihiasi bando unicorn pink favoritenya ditambah poni Dora khas anak anak dan beberapa gigi reges ya. ia segera memeluk gadis yang sudah menjadi penolongnya itu. " aku janji bakal inget sama kamu." Alvian memeluknya sedih tentunya. ia baru menemukan teman


namun sudah harus berpisah.


.


.


.

__ADS_1


.


sakti pun masih berkutat dengan beberapa hacker terbaik, Ahmad beberapa hari lalu datang dan siap bergabung dengan team cyber sakti. sayangnya tidak banyak yang bisa diselamatkan, hanya induk perusahaan itupun separuh dari pekerjanya harus dirumahkan dan diberi pesangon agar tidak didemo alhasil anak perusahaan dijadikan imbasnya dengan menjualnya.


.


Vena yang mendengar langsung penuturan sang anak membuatnya syok dan masuk rumah sakit, ia tak terima kesalahan apa yang dibuat anak semata wayangnya


" bagaimana bisa perusahaan besar kini jatuh?? apa kesalahan mama dalam mendidikmu hingga harus mengalami kejadian seperti ini??"


" maaf mah udah ngancurin semuanya" sakti hanya termenung melihat mamahnya tak berdaya,


" apa dengan meminta maaf itu semua akan kembali??"


" setidaknya bersabarlah aku bakal bangun lagi dari nol. mama cukup doakan aku saja"


" sudahlah mah pikirkan kondisi kesehatan mama untuk Vania, itu akan menjadi urusan aku mah"


" kalo memang berat buatmu, mama akan restui jika kamu sudah tidak tahan dengan rumah tanggamu"


" maksudnya?"


" ceraikan dia"


" apa mama nggak pernah pikirin bagaimana Sakti sehingga mama dengan seenaknya menyuruh sakti untuk menceraikannya lagi?"


" mama tahu dia main belakang dengan seorang pria, mama pernah intai dia"


" biarkan saja, aku akan lepaskan jika dia yang meminta dan tidak ada kata penolakan"

__ADS_1


" memangnya mama tidak tahu jika kau selama pernikahan hanya beberapa kali menyentuhnya?? kenapa?? apa karna Rahayu??"


" cukup mah jangan buat aku emosi"


" mama mau bertemu cucu kandung mama" kalimat terakhir Vena sukses membuat sakti tercengang bagaimana bisa ia mempertemukan Alvian dengan mamanya.


" aku ga bisa??"


" temui Rahayu mama mohon"


" Rahayu gakan mau bertemu sakti mah"


" jangan jadi pengecut dengan hanya melihat keadaan anakmu dari jauh, kau juga punya hak atas anak kandungmu sakti"


" nggak, mama lupa udah nyakitin Rahayu dengan kata kata kasar apalagi bilang Rahayu perempuan mandul?? lupa mama??"


" mama akui mama salah tapi apa nggak ada kesempatan untuk mama beru... ah sakti dada mama sakit"


tidak sakti lupa jika mamanya tidak boleh bekerja lebih karna akan mengganggu kinerja jantungnya


" mah mah suster..." sakti terus memencet tombol darurat manakala agar dokter datang dengan teamnya. sakti hanya bisa melihat dari kaca jendela mamahnya dilakukan perawatan intensif. ia mengingat keinginan mamahnya untuk bertemu dengan anaknya


" apa yang harus aku lakukan" monolog sakti dalam hati


.


tbc


04 Oktober 2021

__ADS_1


__ADS_2