
wisuda Sherina diakhiri dengan rentetan pertanyaan dari ayah, dan mamanya saat Alvian membawa Ayumi ke sana dan kini sore hari pasca wisuda sesuai janji Alvian akan mengantarkan Ayumi dah Sherina ke Surabaya.
sebenarnya sulit berpisah dengan Ayumi entah lah firasatnya mengatakan bahwa ada yang sedang tidak baik namun kendati demikian ia segera menepisnya mungkin firasat ini timbul lantaran ia membohongi semua orang bahwa sebenarnya Alvian sudah menikah dengan Ayumi.
Ayumi yang sedari tadi melihat Al melamun ingin menegurnya namun urung lantaran walaupun ia adalah istrinya tapi belum sepenuhnya segera ia ke dapur pantry mengambil minum agar Al dapat tenang.
" kak. diminum dulu"
" makasih" Al mengambilnya sambil tersenyum melihat Ayumi yang belum menggunakan hijabnya itu
" boleh aku tanya kak"
" tentu kamu kan biar bagaimanapun istri aku, jadi daripada curiga mending tanya langsung"
" emmm sejak kakak pulang dari wisuda ya kak Sherina, kakak lebih banyak diam apa ada yang dipikirkan kak??"
Al memegang tangan Ayumi "aku ngerasa bersalah udah bawa kamu jauh ke Surabaya tapi aku belum siap bilang siapa kamu dan masalah yang menimpa kita berdua" Ayumi mendengarnya hanya tersenyum getir menyadari statusnya tidak diinginkan namun sudah terlanjur keduanya masih belum ada rasa. belum genap dua Minggu bertemu namun sudah dihadang oleh masalah serius dan terpaksa menikah ia belum siap membuka statusnya.
" nggak apa. ini bukan sepenuhnya salah kakak kalo aja aku nggak ikutin kakak, mungkin aja aku nggak ngalamin nya tapi jujur aku udah maafin kakak. sekaligus kakak mau ceraikan aku, aku nggak masalah kak" Ayumi menahan tangis namun sebisa mungkin ia tersenyum Al melihat matanya banyak pancaran kesedihan
" padahal aku udah janji bakal jagain dan kasih kamu kebahagiaan tapi malah menghancurkan semua" Al merunduk sedih sejujurnya masalah yang ia rasakan kali ini cukup berat hanya saja tidak ada yang bisa ia sandarkan dulu ada mamanya namun sejak mamanya menikah dengan Ahmad, Al membatasi diri anak mama Rahayu bukan hanya Al saja dia sadar akan hal itu dan untuk Ahmad selain karna ayah sambungnya, ia terlalu sungkan entahlah sejak pergi keluar negeri dirinya sangat sungkan dengan ayahnya tsb dan sakti, sejak dirinya berdiskusi mengenai kasus Ayumi dengan tanggapan yang kurang mengenakkan, Al lebih mengurungkan niat untuk berbagi dengan papa biologisnya tsb.
" sudah siap??" dan dianggukan oleh Ayumi
__ADS_1
"ayo kita ke Surabaya," keduanya berangkat menjemput Sherina tanpa ditemani oleh semua orang tuanya dikarenakan Ahmad sedang ada misi dengan anggota polres untuk menangani kasus mafia narkoba jaringan Jakarta sedang Rahayu jika Ahmad tidak ikut maka dirinya harus stay dirumah menjaga kedua anaknya dan sakti sedang menyiapkan progres kepemilikan karna Al besok sudah siap memimpin lagipula sakti tidak tahu jika Al akan ke Surabaya sengaja tidak bilang agar Ayumi nyaman.
.
.
saat sudah memasuki tol area semarang, kecepatan mobil diatas rata rata antara 120-160 km/jam Al yang mengendarainya namun saat akan memasuki gerbang tol kali kangkung tiba tiba ada yang memepet dari belakang dan menembaki mobil yang ditumpangi Al,
dor.... dor.... dor....
ketiganya kaget menoleh ke belakang fokus terbagi antara depan belakang hingga tak terasa ban mobil pecah membuat mobil oleng dan menabrak pembatas jalan
brakkkk..
mobil masuk ke arah berlawanan tepat saat sebuah truk melaju pesat ke arah berlawanan yang melihat kejadian tiba tiba seketika mobil truk tsb mengerem mendadak namun naas mobilnya tak terhindarkan dan menabrak mobil yang ditumpangi ketiganya.
pranggg..... Rahayu yang sedang menikmati teh panas tiba tiba firasatnya tidak baik mengingat kedua anaknya sedang pergi membuatnya bergegas menelpon keduanya namun naas tak ada yang dapat dihubungi. Ahmad yang saat itu baru kembali dari pekerjaan ya melihat sang istri sangat pucat
"sayang kamu kenapa?? ini kok bisa pecah gini gelasnya" Ahmad segera membersihkan pecahan gelas kondisi rumah sedang sepi karna dua art nya sedang berada di belakang sedang ke dua anaknya masih dikamar masing masing
" perasaan aku ga enak soal Al dan Sherina mas, aku dah coba telpon tapi nggak bisa"
Ahmad segera mengambil minum dan menduduki Rahayu di kursi sofa " mungkin efek kelelahan aja kamu jadi mikir yang aneh aneh"
__ADS_1
mungkin saja Rahayu memang kelelahan karna sejak pagi dirinya mempersiapkan wisuda sang anak gadisnya.
" coba mas telpon lagi salah satunya aku belom tenang kalo mereka belum jawab teleponku mas" Ahmad mau tidak mau menelpon salah satunya namun naas ketiga kalinya sambungan telpon tidak diangkat bahkan mati
" telpon ketiganya diluar jangkauan mungkin habis batere atau di copet dijalan" Ahmad menuturkan seperti itu membuat Rahayu tambah gusar.
saat mereka terdiam, sebuah berita menayangkan kecelakaan di ruas kali kangkung dari mobil korban yang dilihat Rahayu tidak asing dengan mobil tsb
berita terbaru
sebuah kecelakaan tunggal telah terjadi di ruas kali kangkung memakan tiga korban, dua wanita satu pria dalam kondisi tidak sadarkan diri. diduga sebelum kejadian mobil di tembak oleh orang yang tidak dikenal diperkuat dengan adanya banyak lubang seperti bekas peluru di bagian kaca mobil belakang dan ban mobil korban sebelum akhirnya mereka menabrak pembatas jalan dan terpental ke arah berlawanan.
"mas.. itu mobil bukannya .... Rahayu menangis dan mulutnya terbuka tidak lama telpon dari sakti datang menghampiri Ahmad
" haloo...."
" Ahmad, anak anak...." ucapannya menggantung dan tak lama handphone yang dipegang Ahmad terjatuh. wajahnya pucat pasi dan hampir mengeluarkan air mata, Rahayu yang melihat suaminya seperti itu langsung pingsan tak sadarkan diri.
.
tbc
nggak bosen minta like coment dan vote ya. jangan lupa mampir ke novel baru eyke judulnya gendis
__ADS_1
makasih luph u saranghae ❤️❤️❤️