Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Petuah sang mama


__ADS_3

sakti sepulang dari rumah Rahayu dan Ahmad hanya memijat pelipisnya karna pusing bagaimana tidak, permintaan Alvian yang sangat konyol membuatnya pusing.


Vena sedari tadi hanya menertawakan dirinya seperti ada dendam kepada-nya seolah anaknya sangat lucu


" mamah kayanya dendam banget sama aku sampai puas banget ngetawain aku kaya gitu" ucap sakti dengan sedikit rasa kesal lantaran mamanya tak hentinya menertawakan.


" gimana nggak ngerasain kamu sakti, liat Alvian ngomong minta mama baru ke kamu itu loh lucu banget"


" haisshhhh mama bukannya bantuin aku bilang ke Al kalo aku belum mau rumah tangga dulu malah seolah ngedukung"


" oke oke so sorry, sebenarnya mama juga sependapat sama Al nak, biar bagaimanapun kamu berhak bahagia dengan pilihan kamu, mama selalu merampas kebahagiaan kamu mama minta maaf," ucapan Vena yang semula menggebu kini berubah sendu


" mamah, semua udah diatur sama yang kuasa, mama ngga usah ngerasa bersalah lagi, aku ikhlas kok"


" iya sekali lagi maaf ya, oiya memang kamu mau cari wanita seperti apa?? jujur kali ini mama nggak akan ikut campur lagi"

__ADS_1


" sakti mau yang seperti..." ucapan sakti menggantung namun Vena bisa menebak


" mamanya Al??" dan dianggukan dengan sakti


" walaupun aku udah bukan suaminya Rahayu lagi, tapi jujur rasa berharap kembali pasti ada hanya aja itu mustahil, keduanya saling cinta dan melindungi, kadang aku iri sama mereka, tapi disisi lain aku sadar kalo aku hanya bisa mengiklaskan"


" tapi rencana untuk menikah lagi ada kan???" pertanyaan Vena membuat sakti gamang disisi lain keinginan menikah ada namun bukan sekarang


" hmmm doakan saja mama"


.


.


" hmm. " Al memperbolehkan, Sherina sedang menonton kartun dari negeri Jiran Malaysia yang menampilkan dua bocah kepala botak dengan kawan kawan sedang sakti sedang ada orderan mengerjakan sebuah system dari sebuah perusahaan. ya sejak menikah ia lebih memilih membuka freelance jasa pembuatan aplikasi apapun sesuai kebutuhan bahkan ia juga pernah mendapat orderan pengadaan komputer di sebuah perusahaan lengkap dengan jaringan internalnya. walau bukan perusahaan besar, ia tetap profesional dan jujur makanya walau belum ada setahun namun orderan nya sudah sangat banyak, selain memasang iklan di media online, banyak pelanggannya dari mulut ke mulut sehingga banyak yang tertarik. tentu kehidupan Rahayu dan Ahmad sudah jauh lebih baik. terkadang Al tak sungkan membantu dan ayahnya mempercayakan walaupun terkadang di cek lagi oleh Ahmad.

__ADS_1


" lagi apa??" tanya Rahayu pada Alvian


" main game, ada apa ma??"


" mama mau nanya, emm boleh..??" dan dianggukan oleh alvian


" Al sebenarnya Al punya cita cita apa sayang??" Al mengangkat pandangannya yang tadinya berada di bawah menatap laptopnya awalnya ia bingung kenapa tiba tiba mamanya menanyakan hal itu, tak lama ia sadar ternyata beberapa waktu lalu sakti selalu memintanya untuk belajar bisnis.


" jangan bilang papa yang minta untuk aku belajar bisnis?? sungguh mah aku nggak tertarik" Al mencoba meminta pengertian pada mamanya, mungkin jika ayahnya tau dia akan sependapat bahwa bisnis itu membosankan


" sebenarnya ia sih tapi mama cuma bingung aja, kamu beneran anak papa sakti bukan sih?? yang mama tahu darah papa sakti itu darah bisnis maksudnya kakek kamu adalah yang mendirikan Wijaya grup dari nol lalu saat sukses, beliau memilih pensiun karna kesehatan sedang kamu, menolak keras bisnis. mama nggak akan maksa kamu sayang hanya saja mama hanya berpesan coba mempelajarinya sedikit saja nanti soal kamu mau lanjut mempelajarinya atau nggak ya itu hak kamu, mau Al jadi atlet, bos, pedagang, guru, ataupun apapun selama itu halal mama akan dukung tapi tolong satu hal, jangan jadi hacker ataupun cracker ya sayang, biar bagaimanapun kalo menyimpang jatohnya dosa," ucapan mamanya mudah dipahami. ia hanya mau dirinya belajar sedikit bisnis karna terlahir dari darah sakti dan keluarga, nunut Memang ia belum tertarik sama sekali namun tidak ada salahnya juga ia mencoba hal baru


" oke aku ikut nasehat mama" ucapan membuat Rahayu tersenyum benar dugaannya jika Al memang sangat menyayanginya.


" terimakasih sayang"

__ADS_1


.


tbc


__ADS_2