
hari berganti Minggu pun berganti, pagi hari di hari Sabtu ulang tahun Alvian ke delapan, sang empunya hajat masih tertidur karna semalam ia ada kerjaan. ya Alvian sebenarnya memiliki pekerjaan membuat system dan aplikasi dengan bayaran cukup, sudah setahun ini ia geluti dan lagi lagi tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Ahmad.
yang melakukan pemesanan adalah orang yang berasal dari Brunei dan Malaysia bagian Sabah. mereka para pengusaha baru di bidang bisnis online yang ingin membuat sistem aplikasi berbelanja di situs web sendiri tanpa bantuan e-commerce agar harga bisa murah dan langsung dari pihak pertama.
Al menyelesaikan pukul lima pagi. namun ia hari ini dia ulang tahun karna memang bukan dirinya.
semua orang berkumpul sedari pukul 04.30 saat mata Alvian baru memejamkan mata tiba tiba
" surprise" ada ayah, mama, Sherina, mbak Siti yang memberikan kejutan Alvian bukan tidak senang hanya waktunya tidak tepat kenapa tidak tengah malam saja
" Al.. bangun ini hari ulang tahunmu masa mau tidur terus" Ina mengguncang guncangkan badan Al namun Al tak bergeming
" sayang kamu baru tidur ya??" Ahmad sudah tau tabiat anak sambungnya itu
" hmmm" Alvian hanya berdehem
" yaudah tiup lilin dulu trus baru tidur lagi" Rahayu hapal betul anaknya jika hari libur memang suka bermain game online karna tidak ada kegiatan sekolah padahal mah mencari rupiah
Al bangun dengan malas, ia membuat permohonan dan meniup dengan segera sorak ke empatnya terdengar
" okay, now can i sleep?? I just closed my eyes five minutes ago (okay, sekarang bisakah aku tidur?? aku baru saja memejamkan mataku lima menit lalu)" membuat semuanya menganggukan kepala dan keluar kamar sebelumnya Ina teriak "kuenya aku habiskan boleh ya" dan hanya dibalas dengan ancungan jempol namun mata Al masih tertidur, layar komputer Al masih menyalah Ahmad melihat sepertinya dia barusaja mendapat orderan Ahmad tahu tabiat anaknya yang tak bisa lepas dari dunia Maya.
.
.
__ADS_1
"assalamualaikum" Vena datang dengan membawa banyak bawaan, kue ulang tahun akan dibawa sakti yang sedang mampir ke kantor dahulu mengurus sesuatu. Vena membawa banyak makanan mulai dari kue sampai makanan berat, artnya sejak semalam sudah diminta memasak makanan banyak terutama makanan favorite cucunya dan anak semata wayangnya. Vena tidak tahu makanan favorite Rahayu karna dulu sikapnya acuh menyesal jelas namun ia berusaha menjadi lebih baik
" waalaikumsalam" Siti mencoba membuka pintu dan ada tiga wanita asing karna memang Siti belum mengenal Vena
" cari siapa Bu?? maaf sebelumnya Siti belum kenal karna baru lihat" ucap Siti jujur sambil takzim
" saya Vena, mamanya Sakti" artinya neneknya Alvian cantik namun dari cerita yang dulu didengar dia wanita jahat namun terakhir Rahayu bercerita sudah berdamai dengannya
" silakan masuk, ibu lagi menyiapkan bingkisan dan sedang memasak tumpeng yang akan dibagikan tetangga" Vena dan dua artnya masuk sambil berkata " rumahnya bagus asri, memang Rahayu tidak mual?? bukannya sedang isi??" Siti bingung mama sakti banyak tahu tentang Rahayu
" iya di tahan tahan ibu ikut kesini sedang kumpul di area dapur dan meja makan" Siti mengarahkan kearah sana. semua berkumpul kecuali Alvian
" pagi semua,"
" ibu," Rahayu bangun mencium mantan mertuanya "apa kabar ibu??" Rahayu memeluk nya mengucap permohonan maaf karena belum sempat menengok setelah dari rumah sakit
" rencananya mau masak apa?? apa yang bisa dibantu??" Vena bertanya biar bagaimanapun ini rumah Rahayu dan suami
" mau buat nasi kuning, ayam goreng, orek kering, mie goreng, kerupuk dan sambal cuma baru disiangin aja belum ada yang jadi" Rahayu menjelaskan kedua art yang dibawa mulai mengerjakan yang dituntun Siti karna dia yang tahu Rahayu tidak bisa membantu banyak, Ahmad dan Siti yang diandalkan beruntung Vena membawa tambahan tenaga
" sebenarnya kemaren aku bercanda Bu soal bawa art. ternyata sakti benar benar membawanya" Rahayu tidak enak namun Vena tersenyum "ngga apa tapi jadi kepake kan, oiya si tuan acara kemana?? ga keliatan?? cuma ada si cantik doang??" Ina tersenyum senang, Rahayu menjawab " biasa anak bujang kalo udah libur tidur pagi komunikasi sama temen diluar ya" Vena tak paham "maksudnya??"
" ya kaya Abigail, perbedaan jam di negara barat jadi bisa komunikasinya malam hari dan baru tidur pagi menjelang," beber Rahayu
" apa tidak apa??" Vena khawatir dan langsung dijawab Ahmad "saya memantaunya Bu nggak masalah kalo masih batas aman" Vena kembali lega ia lupa bahwa ayah sambung Alvian adalah seorang yang mengerti dunia cyber
__ADS_1
.
masak selesai, sekarang acara makan siang, Alvian terbangun pukul sepuluh bertepatan dengan sakti datang. kue ulang tahun dengan tiga tingkat ditambah karakter tobot galaxy, Alvian mengeriyitkan dahi bingung ulah siapa yang membuat kue semacam ini?? dirinya bukan anak kecil lagi.
" ini siapa yang pesen??" tanya Alvian dan Ahmad langsung berkata " bukan ayah"
dan Rahayu juga berkata " bukan mama"
" papa yang pesen" sakti dengan lantang mengucap niat mau protes tapi papa nya sangat total membahagiakan anaknya, selain kue mewah, ia juga membawa hadiah sepatu dan smartwatch terbaru mengingat smartwatch miliknya rusak saat di Britania, sakti bingung ingin membeli apa mengingat anaknya tak banyak menuntut.
" harusnya papa cukup bawa calon mama baru buat Al" sakti, Rahayu, Ahmad, Vena dan Siti tersendak masing masing atas ucapan Alvian. kenapa permintaannya sangat konyol
" kenapa harus itu??" tanya sakti tak terima atas permintaan anaknya
" biar punya anak dan nggak nyuruh aku nerusin perusahaan"
.
.
tbc
kalo aku tamatin terus lanjutin ketika Alvian dewasa gimana?? setuju ga??? komen dong tanggapan kalian oke
tinggalkan komen, like dan vote
__ADS_1
salam dunia cyber milik Alvian
luph you saranghae ❤️❤️❤️