
Putri menggeliat badannya terasa seperti ada yang menimpa.
matanya mengerjap tatkala melihat sosok tampan sedang tertidur pulas dengan tanda dengkuran halus yang terdengar
dirinya kaget "kok mas Al ada disini??" ia bergumam dalam hati dan ia langsung duduk melihat dirinya tanpa sehelai benang pun
" akhh" segera ia menutup mulut karna tidak mau membangunkan Al namun sialnya Alvian ternyata membuka matanya perlahan dengan wajah khas bangun tidur.
jika Al tidak salah duga, pasti putri lupa lagi jika dirinya sudah menikah.
Alvian bangun dan menatap kembali putri, wajah yang ia selalu rindukan kapan pun
" selamat pagi sayang" Alvian berkata sambil tersenyum manis dengan dua lesung pipi di wajahnya
putri kaget dan syok bukan karna ucapannya melainkan karna Alvian masih bertelanjang dada sedang putri menutup area atasnya
" kok nggak dijawab? tunggu jangan bilang kamu lupa lagi kalo kita sudah menikah?? bahkan aku sudah melihat semuanya masih saja ditutupi" Alvian tersenyum menyeringai dan lebih lucunya putri menepuk jidatnya seolah menjawab semua kegusarannya
" yaampun mas aku lupa kita udah..."
" udah nikah?? trus kenapa kamu sama aku nggak pake baju gitu??" ucapan Al menggoda membuat putri merah merona
" ih mas" putri memukul bidang dada Al dan Al secara refleks mematung kan wajahnya persis di wajah putri dan membuat putri kaku " ke... kenapa??"
Al langsung mencium bibir singkat sang istri " morning kiss dong" gitu aja nggak ngerti." dan putri merona lagi pipinya.
Al gemas melihat putri langsung memeluk dengan erat tubuh mungil sang istri sambil mengucap " love you bunny"
siapa yang tidak meleleh seorang Alvian yang kaku dan dingin berucap seperti itu begitupun juga putri ada banyak keajaiban dari seorang Alvian Tungga Putra yang membuat dirinya senam jantung
" kok nggak dijawab?? jangan bilang kamu.." Al pura pura marah namun refleks putri mencium bibir Al untuk menghentikan ucapan itu.
cup
" love you more hunny" putri malu sumpah demi apapun namun Al tersenyum senang dan kembali memeluk erat sang istri
" mas kapan masuk kerja??"
" Senin" waw lama sekali sedangkan ini masih hari Selasa, ia ingat harusnya hari ini ia bulan madu dengan suaminya namun ia menolak karena harus mencari sekolah untuk kedua adiknya.
__ADS_1
dan tanpa sadar putri berkata " maaf"
" kok minta maaf??" Al ingat betul kemarin ketika di hotel mereka sempat berargumen
flashback on
"sayang, besok kita berangkat bulan madu ya??"
" kemana mas??"
" mana aja, luar negeri luar daerah kamu mau kemana??"
" emang tujuan bulan madu apa?? bukannya menghabiskan uang saja ya??" putri lupa jika sang suami pengusaha kalangan atas
" ya memang kenapa?? kerja terus tanpa menikmatinya ga masalah kan"
" kan karyawan kamu yang menikmatinya, mereka bisa hidup karna kamu mas, lagian kalo tujuan bulan madu cuma buat babby, disini kan bisa bahkan dikamar juga bisa low budget hemat soal makanan bisa delivery selain memberi masukan kepada pengelola rumah makan juga membuat para ojek online memiliki pemasukan" ucapan Putri membuat Al tersenyum menyeringai sambil menatap sang istri. karna sang istri merasa ditatap dengan intens membuat putri berkata " apa.. apa yang aku bilang bener kan??"
" jadi kamu maunya disini aja??" ucapan Alvian membuat putri tersadar dirinya seperti memberi umpan sang suami.
merasa gugup, putri menggigit bibir bawahnya dan menurut Al itu " seksi"
putri membola dimana letak menggodanya namun ia kembali menundukan wajahnya dan langsung saja Alvian mencium kembali sang istri dengan lembut dan menuntut dan pergerumulan panas pun kembali terjadi.
" ya karna gara gara aku mau cari sekolah bulan madunya jadi nggak jadi juga aku keknya salah ngomong kemarin"
Al tertawa dengan lebar dan senyum nya membuat sang istri terhipnotis dan sadar diperhatikan dengan intens membuat Al kembali mencium nya dengan singkat
" aku nggak marah, tapi satu yang mesti kamu hilangin, sifat hemat boleh kamu lakukan tapi ingat jangan pelit suamimu ini orang kaya bukan sombong aku dulu juga merasakan sulitnya dalam uang meski aku bisa meretas situs apapun tapi aku belum paham masalah itu jadi ingat itu" telunjuk Alvian mengetuk dahi sang istri dan segera pergi menuju kamar mandi.
namun karna sang istri tidak mengikutinya membuat Alvian berteriak agar mendapat jatah dipagi harinya
" sayang kesini bentar tolongin aku" putri bangkit dan menuju kamar mandi karna pintu kamar mandi tidak dikunci putri pun masuk dan ternyata Alvian menarik sang istri ke dalam dan melakukan aksinya kembali.
.
jam menunjukan pukul sembilan, sarapan yang cukup terlambat, Alvian masih diatas mengambil laptop dan handphone yang tertinggal sedangkan putri hanya memanyunkan bibirnya di meja makan kesal dibohongi sang suami
" itu bibir dikondisikan nanti mau aku gigit lagi kaya tadi" putri jengah sekaligus malu ruang makan banyak art dan ada adiknya meski tidak terlihat takut terdengar
__ADS_1
" mas kalo ngomong bisa nggak sih di jaga gitu mulutnya di saring"
" makanya jangan manyun gitu"
" liat nih bengkak gara gara mas.." ucapannya menggantung karna ada art yang menyiapkan sarapan mereka namun dilanjutkan oleh Alvian
" karna aku gigit trus aku vacum gitu??" sang Art tersenyum menggoda kearah putri sedangkan Al tidak tahu jika ada art yang sedang menyiapkan sarapan mereka
" mas.. malu itu si bibi nengok gitu kamu bilang gitu"
Al menoleh melihat art yang sudah tua itu
" biarin aja bibinya juga udah lebih pro dari kita" Al masih mengunyah sandwich yang tersaji sedang putri hanya pasrah percuma bicara apapun pada Alvian selalu bisa menjawab
sedang art tersebut senang jika dulu melihat Al terkesan dingin dan berwibawa tapi tidak dengan sekarang sangat berbeda.
bibi tahu sejarah keluarga Wijaya karna sudah bekerja sekitar 30 tahun lamanya.
" Dikha sama Aisha udah cari sekolah yang mau dituju??" tanya Al pada putri namun dijawab dengan gelengan kepala " dia bingung sekolah disini mewah mahal semua"
Al menghela nafas sepertinya dia harus turun tangan " yaudah siapin berkasnya jam 10 kita berangkat
membuat putri pergi menuju lantai dua dimana sang adik berada dikamar masing masing.
katakan adiknya Nora bagaimana tidak mereka diberikan fasilitas wah dari Alvian
kamar besar yang dilengkapi tv, laptop, DVD dan kasur yang empuk dan besar ditambah view arah balkon menuju jalan raya dan jangan lupakan kipas angin yang diidamkan tidak didapat namun diberikan pendingin ruangan tak pernah mereka mimpi mendapatkan semuanya.
tiba tiba handphone Alvian berdering menandakan sakti menelpon
" ganggu aja sih" ia tidak langsung menjawab dan dipanggilan ketiga karna jenuh langsung diangkat
" hallo" .....
tbc
yeaayy aku buat sekuel yang sudah menikah ya hahahhaha
apa kabar semua?? baik kan tentu aja aku juga baik kok.
__ADS_1
aku mungkin buat beberapa part tambahan semoga memuaskan ya makasi
jangan lupa vote komen dan likenya