Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Mencari Tahu 2


__ADS_3

" hallo"


" selamat siang tuan angkuh, ingat suara saya??"


" tentu, apakah anda sedang kesusahan uang sehingga menghubungi saya?? katakan saja kapan harus saya transfer dan berikan nomor rekeningnya"


" aku butuh uangnya untuk bersenang senang dengan ja-l*ng yang akan memuaskan hasratku. aku pebisnis sibuk juga butuh pelepasan agar has*atku ini bisa tersalurkan. jika kau sudah merasakannya, maka kau akan merasakan terbang ke nirwana"


" katakan dimana tempatnya"


" oke. pertama temui aku di club night more dan aku mau uangnya dalam bentuk cash only, aku tidak butuh cek dan malam ini. ajak Ayumi sekaligus untuk salam perpisahan ku kepadanya aku mohon"


" oke tunggu saja"


begitu kiranya isi percakapan yang terjadi antara Al dengan seorang pria yang diduga pemilik nomor asing tsb. jika di telusuri pemilik yang mendaftarkan nomor ya adalah seseorang yang bekerja di William company atas nama William Stephen Hawking salah satu pengusaha terkenal di Indonesia yang memiliki beberapa cabang di kota besar dan bergerak dalam bidang properti juga ritel.


selain kebaikannya yang suka melakukan donasi di kota besar, dirinya juga ada keburukannya yaitu suka bermain dengan wanita j*lang dan keluar masuk club' salah satunya adalah night more club' adalah club' besar yang berada dijakarta dan pemiliknya tentu adalah Wiliam sendiri

__ADS_1


desas desus mengatakan jika William company juga terkadang melakukan sesuatu hal yang kotor dalam kesepakatan bisnis dan sudah menjadi rahasia umum hanya saja tidak ada bukti kuat saat ingin melapor kepada pihak berwajib. kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh baik mengenai soal perusahaan maupun bidang cyber .


Ahmad membacanya satu temuan jika Al sebelumnya berhubungan dengan CEO tsb namun untuk apa?? apa hubungannya dengan Ayumi dan Al??


ah ia ingat jika sang anak pernah mengatakan bahwa Ayumi adalah korban penjualan paman dan bibi nya mungkinkah Ayumi dibeli oleh William company tersebut?? namun itu masih dugaan sementara saja


" aku mesti mencari tahu dahulu sebelum berspekulasi"


.


Al tersadar namun jauh lebih tenang tepat di pagi hari, sakti masih mengajaknya bicara walaupun ringan namun tidak ditanggapi Alvian dokter berkata jika sebaiknya jangan dipaksa takut berontak seperti tadi.


" Al.. " sakti mencoba memegang lengan Al namun di tepis


" jangan sentuh aku yang seorang pembunuh" deggg sakti tak menyangka Al mengira dirinya pembunuh " nak kamu bukan pembunuh itu kecelakaan"


" Bohong, jangan mencoba menutupi fakta " tatapan Alvian menyalang ada raut kecewa sedih marah bersatu

__ADS_1


" nak dengar polisi sedang mengusut ada yang sengaja menembakkan mobil mu dari arah belakang dengan senjata api, apa kau lupa" Al menatap sakti dengan sedikit meredup dan seolah bertanya penembakan??? ah dirinya lupa jika dirinya sebelum kecelakaan ada yang menembaki mobil dirinya dari arah belakang


" apa kamu diincar seseorang Al??" kini Al kini Al nampak berpikir fisiknya sakit hanya saja pikirannya terlalu banyak membuat kepala ya sakit. kini sakti kembali memanggil team medis untuk mengurus Al agar dirinya tenang dan beristirahat dahulu dengan bantuan obat .


" mungkin aku terlalu terburu buru jika menanyakannya sekarang" gumam sakti dalam hati.


ingin sekali sakti mencari tahu melalui detektif hanya saja ia bingung mesti dari mana sepertinya menunggu kabar dari Ahmad jauh lebih baik daripada bergerak tanpa tujuan.


.


tbc


nggak pernah bosen ngajak kalian baca novel aku yang lain judulnya gendis



makasih semua

__ADS_1


tinggalkan komen like dan vote yakk supaya aku bisa dapat penyemangat buat update jujur kemaren sempet stuck gegara nggak ada penyemangat tapi berkat liat like dari kalian semua sirna begitu saja


luph u saranghae ❤️❤️❤️


__ADS_2