Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Awal kehancuran William


__ADS_3

Al datang ke kantor Wijaya grup dengan elegan dan berkelas, wajah dingin namun tampan semua pekerja wanita mengeluh eluhkan sosok CEO muda tsb.


sakti sejak sebulan Al bekerja sudah melepaskan wewenang kepada anak tunggalnya tsb. karna menurut sakti, Al sudah mumpuni dan layak bukan tanpa alasan, saat ia mendampingi sebulan pertama dirinya dibuat kagum oleh kecerdasan yang Alvian punya dan kini sakti lebih menikmati hidup di usia semuanya ah tidak bahkan umurnya belum genap lima puluh tahun dan sakti lebih memilih menghabiskan waktu untuk berolahraga dan lainnya karna dirinya juga tidak memiliki pasangan kesendiriannya membuatnya sedih andai dan andai selalu terpikirkan oleh sakti namun dirinya tidak boleh menyesal karna semua sudah digariskan oleh tuhan.


Al berkutat didepan laptop dan komputernya sekarang ia sedang bermain saham di kelas internasional tepatnya di New York Stock Exchange (NYSE) dimana dia mengamankan saham disana sekitar beberapa miliar tanpa sepengetahuan ayahnya karna ia menggunakan uangnya sendiri selama belum bekerja dengan papanya lagipula tabungannya juga banyak karna dua puluh persen keuntungan perusahaan sejak usia delapan tahun atau lebih tepatnya saat Al sudah mengakui sakti sebagai papanya, sakti sudah menyiapkan segalanya. dan saat umur tujuh belas tahun sakti memberikannya.


Al sepertinya ingin mengembangkan bisnis miliknya dan sakti, dia sudah menggabungkan seluruh kekayaan tentu bahkan sampai tujuh turunan pun tidak akan habis.


pucuk dicinta ulam pun tiba. perusahaan William company yang berada di New York sedang melakukan penjualan saham dengan besar besaran tentu Al tidak menyia nyiakan kesempatan tsb. 30 persen bahkan mereka menjualnya dengan harga standard. dirinya bingung biasanya perusahaan William tidak pernah menjual dengan harga standard bahkan terkesan tinggi tapi tidak untuk hari ini.


segeralah Al membeli saham tersebut. baik dirinya akan membeli atas nama perusahaan e-sport yang dia miliki karna Al tidak menggunakan nama dirinya.


Al menggunakan seluruh kekuatannya untuk menelusuri perusahaan William company yang ada di New York. ini masih dugaan dirinya jika salah satu dari orang kepercayaannya sedang melakukan kecurangan dengan menjual saham demi keuntungan pribadi meskipun bukan yang terbesar namun cukup berpengaruh


" aku sudah memiliki saham 30% kini tinggal aku goyahkan yang di Indonesia supaya ia menjual sahamnya"


Al membuka salah satu aplikasi yang dahulu pernah ia gunakan untuk mengecohkan Wijaya grup ia mengetikan angka dan huruf rumit


sending information


tak lama muncul sebuah notice

__ADS_1


file failled


sial... bagaimana bisa gagal, namun dirinya tak gentar ia masih saja mencoba meneliti padahal ini jam kantor rasa amarahnya memuncak rekaman cctv dituangkannya sengaja dimatikan agar tidak ada track record. ia bahkan terus saja mengetik angka dan huruf dan mata elang di balik kacamatanya bergurau mengekspresikan keseriusan yang sedang dirinya lakukan.


on proccess


Al menghela nafas. mungkin dalam kurun waktu dua hari kemunduran William company akan segera tercipta.


tidak banyak yang Al lakukan memanipulasi harga saham menjadi sangat rendah ditambah melakukan red notice pada pemegang saham agar memilih menarik saham di perusahaan William company sama seperti dulu yang dia lakukan kepada sang ayah. tugasnya masih ada satu yaitu mengambil surat berharga yang menjadi dasar kekuatan perusahaan William company.


Dimas mengetuk dirinya masuk setelah mendapatkan ijin dari sang pemilik ruangan. meeting mengenai perusahaan induk dan cabang akan dilakukan melalui meeting room online.


baiklah sepertinya dirinya harus bekerja ekstra setelah melakukan aksinya.


dua hari setelahnya kabar tidak mengenakan datang benar dugaan Al jika William company menjual harga saham dengan sangat rendah seribu seratus perlembar dari yang biasanya tiga ribu bahkan hampir lima ribu perlembar membuat seluruh jagat raya dunia berlomba lomba membeli saham ke William company.


sedangkan Williams geram dan marah kenapa bisa harga sahamnya anjlok dalam sekejap. kerugiannya sudah menembus angka delapan triliun angka yang cukup tinggi untuk ukuran Indonesia


semua pemegang saham dan petinggi hanya menunduk dan menerima kekacauan yang diciptakan big bosnya bagaimana bisa dalam sekejap dirinya bangkrut sebesar itu??


seluruh anggota IT dan petinggi dikumpulkan untuk meeting darurat

__ADS_1


" aku mau semua laporan pergerakan saham dan keseluruhan perusahaan mulai dari seminggu yang lalu hingga hari ini dan pastikan cari penyebab kekacauan yang tercipta" semua tidak ada yang berani menyela ataupun menolak hanya anggukan saja yang dirinya terima dan meninggalkan ruangan tsb.


tidak lama nada dering berbunyi panggilan dari New York datang


"katakan"


"...."


" bagaimana bisa?? kenapa perusahaan disana sama kacau dengan yang ada di Indonesia??"


"...."


" yayaya aku akan ke New York malam ini" Tut..


" sial aada apa ini?? kenapa perusahaanku bisa sekacau ini?? shiittt bisa gila aku ini aaarrrggghhh" William frustasi dirinya hilang kendali


" aku butuh pelepasan" ia menelpon manager night more club'


" siapkan jal*ng ke kantor ku cari yang terbaik pastikan memuaskan jika tidak akan ku potong belalai kamu itu" Tut...


memang sudah rahasia umum William tidak bisa lepas dari ******* jika sedang kacau dirinya akan bermain kasar hingga lawannya tidak berdaya bahkan masuk rumah sakit namun dia tidak perduli baginya karna bayarannya tinggi dan satu hal jika William tidak pernah menggunakan ******* yang sama.

__ADS_1


tbc


__ADS_2