
Vena terus memandang sang cucu sedangkan Alvian tampak acuh akan neneknya tersebut, rasa sakit hatinya amat sangat besar bagaimana tidak, ialah penyebab kedua orang tuanya berpisah ia bahkan berpikir adakah manusia yang tak memiliki hati macam dirinya??
" maaf" ucapan Vena pertama setelah beberapa saat memandang Alvian, tidak salah lagi Alvian anak dari Sakti. pribadi sakti kecil mirip dengannya terlebih perawakan dan tubuh juga wajah Alvian mirip sakti kecil
" apa yang kamu mau??" ucap Alvian tanpa basa basi, memang Alvian bukan type yang mudah berbasa-basi lebih baik to the point agar masalah cepat selesai.
" aku mau memelukmu boleh??" dan Alvian hanya menatap datar
" aku tahu, kau tak akan mudah memaafkan ku. sejujurnya aku menyesali semuanya kini semua yang ku banggakan hilang bahkan hanya sakti yang ku punya. aku tak mau kehilanganmu. maafkan aku bagaimana caranya agar kau mau memaafkan dan menerimaku sebagai nenekmu?? Vena menangis secara tersedia untuk pertama kalinya setelah kehilangan suami tercinta.
" anda salah orang, harusnya anda meminta maaf pada mamaku bukan padaku. dia yang menderita selama ini karna keegoisan anda. pernah kah anda tahu bagaimana menderitanya mama saya?? dia dituduh berzina dilingkungan ya karna mengandung tanpa suami, menjadi single parents selama saya bernafas di dalam kandungannya hingga kini, di cemooh orang karna ditinggalkan suaminya, bahkan ia harus bekerja juga merawatku, melakukan peran ibu sekaligus ayah, berapa air mata yang selama ini dikeluarkan secara sembunyi maupun terang?? anda tidak tahu menahu yang anda tahu ibu saya parasit, ibu saya benalu, ibu saya wanita mandul, ibu saya wanita murahan, ibu saya hanya wanita kelas menengah kebawah. tidak pantas dengan anak anda yang notabennya lulusan terbaik luar negeri, menjadi CEO di usia muda namun ketika semuanya hilang, mana orang yang selalu anda banggakan atas hartanya?? atas kemampuan bisnisnya?? keluarga yang selalu mengerti?? semuanya menghilang seolah di telan bumi. anda seharusnya bersyukur diberi rasa sakit supaya tahu mana kawan mana lawan mana keluarga mana orang lain" seorang Alvian untuk pertama kalinya berbicara panjang dengan orang lain yang notabennya adalah Oma nya sendiri dan jangan lupakan air mata yang tertahan karena emosi yang ia tahan. ia tak bisa bersikap datar adakalanya manusia melepas rasa penat yang hinggap di pikiran dan hatinya selama ini. biar bagaimanapun ia hanya anak berusia tujuh tahun yang emosinya belum stabil
" maaf. maafkan aku yang hina ini" Vena terus saja menangis dan menangis.
.
__ADS_1
diluar sana tepatnya diluar ruang tunggu VIP. dua sosok yang dahulu bersatu kini menjadi sosok asing bagi keduanya. Rahayu dan Sakti masih terdiam dan tak lama Rahayu memulainya.
" aku turut prihatin atas apa yang menimpa perusahaan mu"
" iya makasih"
" justru aku kemari karna ada hubungannya dengan itu"
" ada apa Rahayu" sakti memandang Rahayu namun Rahayu menahannya dengan menundukan pandangannya. jujur setelah berpisah belum ada laki laki yang mampu menggetarkan hatinya namun ia ingat sakti adalah suami orang sebisa mungkin ia menahannya
" kamu konyol" karna sakti memang tidak percaya sepenuhnya, dirinya pernah bersama bertahun tahun, dan tentu mengenal seperti apa Rahayu.
" aku serius" kini mata mereka bertemu, namun sesegera mungkin Rahayu membuang pandangannya "aku yang bertanggung jawab atas kehancuran perusahaanmu"
" apa kamu lagi bersandiwara?? aku kenal kamu Rahayu"
__ADS_1
" kamu nggak kenal aku, delapan tahun berpisah semua tidak sama. kamu tidak mengenalku sama sekali"
" mana bukti bahwa kamu yang menghancurkan perusahaanmu??" kini sakti menantang Rahayu
" A..aku meminta tolong seseorang untuk mengambil data perusahaanmu dan aku menyimpannya, namun aku menghilangkannya"
" omong kosong apa ini.. Rahayu jangan main main"
" aku ga pernah main main, kamu... bisa laporin aku ke polisi karna aku nggak akan kabur apalagi meminta penangguhan aku siap di hukum,"
" jangan dengarkan omongan mama" suara Alvian yang barusaja keluar dari ruangan Vena melihat Sakti dan Rahayu bertengkar.
.
tbc
__ADS_1
09 Oktober 2021