
sakti mengajak Alvian ke pusat perbelanjaan, ia ingin memanjakan anaknya, Alvian sepertinya antusias melihat permainan anak yang ada, tapi rencananya, sakti akan mencoba mengajaknya membeli beberapa barang,
"sayang papa ajak kamu cari barang dulu ya, untuk keperluan mu nanti kalo sudah kita makan dan langsung bermain di tempat tadi" sakti menyamakan tinggi Alvian dan mengacak rambut anaknya, kali ini ada tatapan lembut dari sang anak dan hanya di jawab dengan anggukan.
tas, buku, baju, mainan, bahkan laptop baru dibelikan oleh sakti. tak peduli habis berapa ratus juta ini pertama kalinya sakti bersama Alvian menghabiskan uang banyak. dulu Rahayu tidak pernah meminta sesuatu yang berlebihan, sakti hanya memberikan kartu kredit dengan limit seratus juta tapi tak sampai dua puluh juta sebulan yang dia pakai.
"ini berlebihan" ucap Alvian pada sang ayah
" papa hanya mau yang terbaik buat anak papa, ini kesempatan bagus dan langka sayang"
"mama mengurusku dengan baik selama ini tanpa kemewahan"
"mama mu dari dulu begitu. hidup sederhana aku Bangga mamamu merawatmu menjadi seperti ini" Alvian tak menjawab lagi. sakti sudah memanggil orang suruhannya membawa ke dalam mobil, sakti ingin mengajak makan
"mau makan apa??"
" aku suka ayam selimut tepung"
"tidak mau yang lain?? bagaimana streik tenderloin atau sesuatu yang belum kamu coba,"
" jika begitu, untuk apa bertanya??" jawaban Alvian membuat sakti menelan Saliva nya sulit memang mengajak basa basi anaknya itu.
"oke papa akan ajak kamu makan steik enak dan yang enak enak" sakti menggendong Alvian dan Alvian hanya menghela nafas.
.
Rahayu sudah bergegas kembali ke apartemen waktu masih siang, ia termenung mengingat ucapan Vena yang ingin mengajaknya kembali menjadi istri sakti. ia menelusuri hati kecilnya bukan sakti dan masa lalu yang ia pikirkan, tapi Ahmad, yang dulu baru ia kenal bersama Umar, dan ternyata ayah dari teman Alvian dan sekarang yang membantu kesulitannya ketika berada dijakarta dan membantu Alvian didunia cybernya.
__ADS_1
"astagfirullah kenapa aku mikirin Ahmad sih?? ada apa sama aku??"
"jantung aku" Rahayu memegang dadanya yang berdetak kencang, ada apa dengan dirinya"
"yu." seperti ada yang memanggilnya dan suaranya mirip dengan suara Ahmad.
"aku udah gila kayanya, mikirin Ahmad malah halusinasi denger suara dia manggil aku"
"yu..."
"tuh kan halusinasi lagi. astagfirullah"
" kamu nggak halusinasi. ini aku" degggg Rahayu berbalik "Ahmad"...
.
saat sakti masuk apart, ternyata Rahayu sedang termenung sambil berucap karna memang Rahayu tidak sadar jika Ahmad sudah kembali
"astagfirullah kenapa aku mikirin Ahmad sih?? ada apa sama aku??" ucapan Rahayu membuat Ahmad tersentak. apa dia memiliki rasa yang sama padanya??
"jantung aku" Rahayu memegang dadanya yang sepertinyaberdetak kencang. ia tertawa tanpa suara senang?? tentu?? jadi perasaannya terbalaskan ia mencoba memanggilnya
"yu" Ahmad mencoba memanggil ya bukan dijawab malah Rahayu merancau "aku udah gila kayanya, mikirin Ahmad malah halusinasi denger suara dia manggil aku"
sekali lagi Ahmad mencoba memanggil ya
"yu"..
__ADS_1
tuh kan halusinasi lagi. astagfirullah"
Ahmad tersentak halusinasi?? apa Rahayu sedang kacau sepertinya .
" kamu nggak halusinasi. ini aku" degggg Rahayu berbalik "Ahmad"...
"kamu sedang apa??"
" kenapa kamu udah balik?? emang ini sudah jam enam ya.?"
" aku gada kerjaan jadi mending balik" bohong Ahmad, Ahmad melihat Rahayu mukanya memerah seperti sedang menahan malu
"mukamu merah gitu kenapa Rahayu"
"A...apa kamu denger ucapanku tadi barusan??" ucap Rahayu terbata
"yang mana??"
"i..itu sebelum aku tau kamu ada disini??"
"oh kamu lagi mikirin aku??" wajah Rahayu memerah pucat pasi, "a...aku ke kamar dulu" Rahayu buru buru pergi ke kamar menahan malu sedang sakti hanya tertawa lebar mendengarnya
"jadi kamu udah mulai jatuh cinta sama aku?? oke aku kasih kamu kejutan" Ahmad bermonolog dan pergi ke kamar
tbc.
Doble up nih..
__ADS_1