Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Berbelanja


__ADS_3

Amaya terbangun, ia merasa didalam kamar ada seseorang dan segera ia menyandarkan diri akibat tertidur cukup lama, sudah lama ia tidak tertidur pulas rasanya segar sekali,


suara buka pintu terdengar menampilkan sosok seorang pria yang baru beberapa jam dikenalnya


" sudah bangun??" Al berkata dan dianggukan Ayumi


" bersiap aku ajak kamu belanja, kita pergi setelah magrib oiya jangan lupa pakai masker nya aku takut ada yang mengenalimu," ucapan panjang lebar hanya dijawab oleh anggukan saja.


.


.


mereka berdua berada di mall, Al sudah ijin akan menginap dirumah temannya oleh sakti, besok ia akan kembali mengingat papanya weekend ini meminta ditemani Al,


belanjaan cukup banyak, pakaian Sehari hari, pakaian dalam, hijab instan dan pasmina, kacamata mengingat mata Ayumi mengalami minus dua setelah dicek, laptop, buku, tas, sepatu, sandal dan masih banyak lagi. Al tidak mempermasalahkan berapa uang yang harus dikeluarkan toh ini uang hasil pribadinya bukan dari sang papa maupun hasil keuntungan 30% dari perusahaan Wijaya grup yang menjadi haknya, jujur uang yang diberikan papanya maupun perusahaan tidak pernah ia gunakan, biar saja menggunung di rekening asal aman.


" bagaimana ada yang kurang??"


" kak, apa nggak apa apa aku belanja segini banyak sedang kakak nggak belanja" Al mendengarnya langsung mengacak pucuk kepala Ayumi dengan senyum "nggak apa asal jangan dibuang"


" ya nggak lah, saya nggak pernah belanja sebanyak ini kak"


" yaudah mau beli apa lagi??" dan digelengkan kepala oleh Ayumi


saat mereka selesai belanja, supir yang sengaja Al bawa dari rumah papanya mengambil semua belanjaan, Ayumi dan Al memutuskan untuk mencari makan, namun betapa terkejutnya ketika Ayumi melihat Sudrajat dan Wina seperti mencari seseorang


" kak, ada paman dan bibiku" Al membisikkan sesuatu pada Al karna Al belum kenal, ia bertanya " yang mana"


" arah jam sembilan yang pake baju hitam berkumis tebal dan wanita rambut pirang berbaju merah bata" Al menatap tajam. sedang Ayumi memeluk lengan Al karna takut

__ADS_1


" bersikap biasa saja" Al menginterupsi namun saat ia ingin masuk restoran, ternyata dua orang bodyguard yang kemarin mengejarnya sedang mencarinya juga sial lagi lagi dikepung,


Al membisikan sesuatu kepada Ayumi dan dia langsung menuju toilet wanita, Al langsung melepas kacamatanya, namun saat ia hendak menghampiri tempat bertemu dengan Ayumi, Al ditepuk bahunya oleh seseorang


" elo yang kemarin nolongin mangsa gue kan??" ternyata bodyguard itu mengenalinya sial, beruntung kacamata sudah dilepas Al memasang mata juling dan menghadap ke arah bodyguard tsb dengan tatapan konyol


" bapak bicara dengan saya" mimik wajah Al yang dibuat aneh dan konyol juga nada bicara yang berubah membuat bodyguard tsb seperti tertangkap basah salah mengenali seseorang


" emang ini orangnya Cok" salah satu bernama otoy memanggil temannya bernama coki


" bukan toy, ini mah juling aneh yang kemaren ganteng kacamata"


" eh sorry temen gue salah orang"


" huh bapak ga jelas" Al membalikkan badan dan menormalkan ekspresi namun belum menggunakan kacamatanya, dalam hati ia bernafas lega, kini buru buru ia harus menjemput Ayumi dilantai satu di bilik toilet dekat parkir mobil yang sudah disepakati.


Ayumi bersembunyi di balik masker dan ia menggunakan kacamatanya, tadi Al membeli topi dadakan agar tertutup, Sudrajat ada disini, Ayumi ketar ketir ia takut diketahui oleh pamannya


dari arah belakang dirinya ditepuk badannya, tubuhnya menegang, saat berdehem ternyata itu Al, namun saat berbalik arah, Sudrajat berada satu meter berada didekatnya, membuat Al refleks memeluk Ayumi agar tidak diketahui. Ayumi merasakan aroma tubuh Al, ia terpejam dan menunggu interupsi selanjutnya


" ada paman kamu, peluk aku" reflek Ayumi memeluk erat. Ayumi merasakan getaran yang ntah ia tidak pahami "aku kenapa??" hanya bisa berbicara dalam hati,


" dasar bocah peluk pelukan disini bikin sakit mata" Sudrajat mengumpat melihat aksi Al dan Ayumi namun tidak tahu saja jika yang dicari berada didekatnya, Sudrajat pergi dan Al melepas pelukan " orangnya udah gada" Ayumi memang memiliki postur tubuh kecil mungkin se dagu Alvian, Al sedikit menunduk melihat Ayumi "kita makan diluar aja, udah jam 9 juga" dan dianggukan oleh Ayumi.


" sudah sampai di apart setelah makan sate dipinggir jalan, Ayumi membereskan perlengkapan belanjanya ke kamar sedangkan Al memutuskan untuk bersih bersih di kamar, Al ingin memberikan sesuatu, sebuah handphone yang sudah ia rancang lengkap dengan GPS dan radar jika ada bahaya agar mengirim sinyal langsung ke handphone miliknya.


selesai, Ayumi belum mengantuk efek tertidur sore tadi, ia memutuskan untuk menonton televisi namun Al ternyata sudah dahulu didepan, mengurungkan niat untuk menonton namun Al sudah menyuruhnya bergabung


" ini untukmu"

__ADS_1


" handphone" wajah Ayumi berbinar melihat benda pipih canggih untuknya


" untuk komunikasi kalo ada apa apa, udah ada nomorku disana jadi kalo ada apa apa kabari aku"


" ini pasti mahal"


" untuk perjanjian, aku akan buat secepatnya. kamu suka handphone ini??" dan dianggukan Ayumi "hape aku nggak ada kameranya kemaren, itupun bekas bibi" mendengar itu Al lagi lagi miris


" ini uang jajan satu juta, aku belum buat rekening" mata Ayumi membola dan menggeleng "nggak perlu uang jajan, aku rasa ini udah lebih dari cukup" Al lagi lagi takjub jika seusia Ayumi akan senang mendapat hadiah tapi tidak dengannya


" aku ga selalu ada sama kamu, buat pegangan aja, ingat belanja secukupnya aja oke" dan dianggukan Ayumi


" kak, aku kok ngerasa jadi sugar baby kakak ya??" kata menohok itu sudah terpendam semenjak kemarin di sembunyikan dan diberikan apapun, Ayumi memang polos hanya saja ia tahu karna dulu teman temannya banyak yang menjadi sugar baby om om kaya demi uang


" aku bukan om om kesepian ya, umurku dan kamu hanya beda empat tahun, jadi ga bisa dibilang sugar Daddy or sugar babby, kalo mau ayo nikah biar kamu ga nyebut hal konyol itu" Al geram bisa bisanya dia berbicara seperti itu


"maaf,"


" yaudah lain kali kalo bicara dipikir dulu untung sama aku kalo Ama yang lain nggak tahu deh, sekarang kamu tidur udah jam sebelas aku nginep disini besok baru pulang, oiya aku mau ajak kamu ke villa weekend ini tapi aku kenalin kamu sebagai teman, gausah gugup cukup bicara seperlunya dan bilang iya atau nggak kalo ada yang tanya aneh kamu cukup tersenyum paham"


" paham kak, aku pamit ke kamar" Ayumi memutuskan untuk pergi ke kamar dengan terburu-buru dan Al menggelengkan kepala saja.


ia melihat ponsel, dua belas panggilan tak terjawab dari Ina, lima dari papa sakti dan dua dari Rahayu lebih baik ia tidur besok saja mengurus yang lain.


.


tbc


apakah Ayumi/Amaya bisa dibilang sugar babby?? aku rasa nggak ya karna perbedaannya hanya 4 tahun.

__ADS_1


oke tinggalkan jejak dengan like, vote dan komen makasih saranghae ❤️❤️❤️


__ADS_2