
Al mendaftarkan Dikha dan Aisha di sekolah JIS (Jakarta Internasional School) dimana tempat orang kaya bersekolah.
Aisha dan Dikha nampak tercengang melihat seisi sekolah elit itu berbeda sangat jauh bahkan 360 derajat berbedanya dengan sekolahnya dahulu.
putri sejujurnya juga takjub dengan pandangan tsb hanya saja ia bisa menjaga kekagumannya tidak mau memperlihatkan ke norakan nya biar bagaimanapun ia sekarang membawa nama Alvian sang suami.
sedang Al, dengan menggunakan pakaian kemeja lengan pendek berwarna maroon dan memakai celana bahan berwarna hitam tidak lupa kacamatanya bertengger di hidung mancungnya ia memang tidak menyukai menggunakan softlens dengan alasan tertentu.
kedatangan Alvian dan istri membuat seisi sekolah tercengang, mereka tidak mengetahui siapa namun dapat membuat daya tarik seluruh siswa terutama siswi mengingat kedatangan mereka tepat pada jam istirahat pertama.
Dikha, dengan nama lengkap Aldikha Pramudita dan Aisha dengan nama lengkap Aisha Hanum secara resmi menjadi siswa JIS hari ini.
sesuai dengan rencana sebelumnya bahwa setelah mendaftar sekolah, Al mengajak seluruhnya berbelanja baju di mall milik Wijaya grup namun tidak ada yang tahu jika Al adalah pemilik utamanya.
putri memang memiliki paras cantik hanya saja terkesan sederhana dengan inner beauty yang terpancarkan.
Dikha juga memiliki paras tampan sedari dulu, banyak yang ingin menjadi kekasihnya hanya saja melihat kerja keras kakak sulungnya sudah pasti dirinya akan belajar dengan giat agar dapat membantu kakaknya.
Aisha type orang yang ceriwis dan bawel namun hanya dengan orang terdekat saja sedang dengan keluarga Al masih cenderung pendiam karna memang dirinya belum lama mengenal keluarga kakak iparnya itu.
" kalian belanja lah sepuasnya, ini kartu kredit pakailah untuk membeli apa saja jangan ditahan yah trus baju kalian buat sehari-hari, pergi maupun acara formal harus dibeli, dan kamu sayang juga harus membeli beberapa potong pakaian untuk berangkat besok jangan terlalu banyak kita juga akan berbelanja disana" ucapan Al membuat kedua adiknya memasang wajah bertanya
" kakak mau kemana??" tanya Dikha
" kakak mau ke perancis besok, kak Al ada perjalanan bisnis sekitar dua Minggu, nggak apa kan kalian ditinggal berdua??" putri sambil mengelus kepala Aisha
" gapapa kok, banyak asisten rumah juga di rumah yang nemenin kita nggak apa" Dikha langsung memotongnya sedanhkan Aisha nampak terkejut dan merasa sedih hanya saja Dikha mampu mengalihkannya
" yaudah yuk kita belanja"
mereka langsung menuju store terbesar di mall itu, ada banyak baju yang mereka pilih awalnya mereka memikirkan harga namun Al sudah tentu akan marah maka jadilah mereka memilih pakaian sebanyak banyaknya bukan hanya pakaian, sepatu, jaket, tas, dan handphone baru pun dibeli juga.
bahkan keduanya sangat bahagia untuk pertama kalinya mereka menghabiskan uang hingga berpuluh juta untuk setiap orangnya.
selesai mereka makan dan berbelanja di supermarket membeli camilan dan keperluan masing masing, Al ingin mendekatkan diri kepada Dikha karna hanya dia dirumah sebagai keluarga laki laki. ia ingin Dikha dekat dengannya dan tak merasa sungkan.
Dikha tentu saja senang mendengarnya ia banyak belajar dari masa lalu Al.
semua selesai tepat pukul delapan malam. ternyata papa dan ibunya sudah berada dirumah dan Aleah sudah tertidur di kamar yang khusus untuk Aleah selama berada disini.
" wah abis belanja ya, gimana senang tidak??" tanya sakti menghampiri semuanya yang baru datang
" senang papa" ucap Aisha dengan malu malu
__ADS_1
" ayo ibu bantu bawain ke kamar, bibi ini tolong bantuin berapa orang buat bawain ke kamar masing masing"
" baik nyonya"
Aisha, putri, Dikha dan Afanin menuju ke atas sedang Al sudah di halau oleh papanya
" so berapa lama??"
" apanya??"
" disana ya lah masa buat adonannya"
" dua pekan"
" oh.. what??? dua pekan??" dan dianggukan oleh Alvian
" oh.. kok lama banget??" ucapan sakti dijawab dengan mengangkat bahu tanda tidak tahu
" siapa sih yang kasih project ini??"
" gadis tua"
" Abigail??" dan dianggukan oleh sakti
" aku malah seneng lama disana" sakti menoyor bahu sang anak " kelakuanmu Al.."
" mumpung putri mau, oiya papa aku titip Dikha sama Aisha ya kalo bisa kalian tinggal sini aja, mereka besok udah mulai sekolah kok dan aku udah siapin mobil dan supir untuk antar jemput"
" lalu uang jajan mereka??"
" udah aku siapin tapi belom dikasih nanti lah besok aku berangkat jam 10 kok"
" oke oke trus papa kapan balik ke Bandung ya??"
" salah sendiri ngasih aku project Perancis"
" mereka maunya sama kamu Alvian bukan sama papa" Al hanya memutar bola matanya dengan malas
pagi menyapa semua orang sudah berada diruang makan.
sakti dan Afanin beserta Aleah akan pergi ke kantor dan kerumah Rahayu untuk membuat project resto bersama yang masih on progres sedangkan Dikha dan Aisha akan berangkat
" kak hati hati di Perancis sana" Aisha memeluk Putri
__ADS_1
" ia sayang jangan nakal, sering telpon kan hpnya udah bagus"
" iya kak."
" Dikha, Aisha ini debet untuk jatah uang jajan kalian sebulan sekali, gunain sesuai kebutuhan ingat menabung itu penting namun jika ingin membeli sesuatu jangan ditahan nggak baik sama aja kalian kikir" Al mengucap kata tsb dan dianggukan keduanya.
" PINnya udah kakak kirim ke ponsel masing masing dijaga ya"
" iya kak kita pamit" Dikha dan Aisha mencium takzim Alvian dan putri
💜💜💜💜
sesampai bandara, putri nampak takjub dengan pemandangan area tempat landing pesawat
" wah besar banget pesawatnya mas"
" iya kalo nggak besar namanya helikopter"
" itu berat kan mas?? kok bisa melayang diatas ya?? pasti berat deh"
" kalo kamu mau tau berat dan caranya terbang dengan seberat itu, tanya saja pak habibi"
" ih mas Al nih" putri memukul bidang dada Alvian dan Al memeluk putri dengan erat.
" namanya teknologi semua sudah dirancang sedemikian rupa sayang jadi gausah heran"
" aku norak banget ya mas"
" gapapa asal noraknya sama mas aja, tetap jadi diri sendiri" ucap Al gemas sambil mencubit hidung mancung Putri.
saat hendak naik dan menuju take off, putri merasakan tekanan didalam perut ya dan mual.
melihat sang istri pucat, membuat Al memberikan teh hangat dan memijat tengkuk lehernya " ngga apa belum biasa, nanti kalo dah biasa nggak gini kok"
" mual mas"
" sini peluk dulu" putri langsung berhamburan kedalam pelukan sang suami menghilangkan rasa mual dan itu berhasil diatasi.
selama didalam perjalanan, putri banyak bertanya mengenai agenda perjalanan disana dan apa yang harus ia lakukan.
Al dengan senang hati memberikan arahan pada sang istri tapi satu yang Putri tidak ketahui ada maksud tersembunyi yang Al selipkan apalagi kalo bukan membuat adonan bayi 😂😂😂.
tbc
__ADS_1