Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Perubahan rencana


__ADS_3

Alvian hanya melihat lahapnya Amaya makan, benar benar tidak diberi makan dua hari sepertinya bahkan Amaya tak peduli tatapan Alvian yang melihat dirinya makan bayangkan dua porsi paket super di sebuah kedai ayam selimut tepung brand terkenal seolah masih saja kurang, ayam selimut tepung memang favorit dirinya namun untuk saat ini ia akan merelakan untuk gadis didepannya.


oooaaakkk " Alhamdulillah" Amaya sendawa karna kenyang, Alvian masih setia menyeruput mocha float nya.


jujur saya selama ia memperhatikan gadis didepannya makan, Al masih memikirkan gadis didepan yang tanpa sengaja ia ingin tolong, dorongan nya besar untuk menolongnya. gadis ini tidak jadi ia pekerjakan sebagai Art karna menurutnya, kelulusan yang baru ia raih akan suram rasanya jika ia akan menjadikan dirinya menjadi asisten rumah tangga, sebuah pesan teks dia kirimkan ke saudara sambungnya.


.


selesai makan, Al membawa Amaya menuju apartemen miliknya yang ia beli belum lama ini, tak besar namun terlihat baik, hanya Ina yang tahu dirinya memiliki apartemen. Al pun langsung masuk dan membiarkan gadis tsb menelisik keadaan apartemen miliknya, sejujurnya untuk pertama kalinya juga ia memasuki unitnya tsb selama ini ia menghubungi pengelola apartemen untuk urusan membersihkan.


Al mencari baju yang sengaja ia letakkan di apartemen ini tentu sang saudara sambung lah yang membantunya, ia melihat beberapa baju yang memang tidak banyak disimpan disini ia mengambil agar Amaya bisa membersihkan badannya, tidak enak jika gadis yang masih menggunakan seragam SMA keluyuran di daerah apartemen bisa dipandang buruk walaupun sebenarnya mereka tidak peduli.


" kamu bersihkan badan dikamar mandi dekat pantry dapur, ini baju milikku kebetulan belum banyak juga karna aku juga baru pertama kali ke sini," Al memberikan sepasang kaos oversize jika digunakan oleh Amaya dan celana training yang dilengkapi tali. gadis itu mengangguk dan menuruti perintahnya, Al langsung mendudukkan bokongnya dan memikirkan apa saja hang ia harus lakukan untuk gadis tsb. entahlah dorongan rasa ingin membantu amat sangat besar.


.


tak lama suara bel berbunyi menandakan ada yang datang, dibuka pintu dan serbuan pelukan langsung didapatkannya


" Al... kangen" gadis cantik yang datang siapa lagi kalau bukan Sherina


" sesak nih meluknya erat banget" bukannya melonggarkan pelukan justru Ina semakin mengeratkan


" abis elo pulangnya lama banget" semenjak SMA, gadis tsb lebih santai memanggilnya efek dari pergaulan kala itu


" udah ah lepas" Ina menyebik dan melepaskan pelukan " ga kangen apa elo sama gw ini, apa gw doang yang kangen sama elo??"


Al memutar bola matanya malas salah satu kekurangan Ina adalah drama queen


" gimana bajunya bawa??" Al meminta Ina membawa baju yang sudah tidak digunakan lagi, namun belum dijelaskan untuk apa


" yaudah masuk, ntar dijelasin dulu" Ina masuk dan menelisik apartemen tsb sambil bergumam "bagus, bisa nginep nih kalo males kerumah" Al mendengar hanya menggelengkan kepalanya saja


tak lama Amaya selesai dengan bersih bersihnya, melihat ada orang lain, Ina berteriak " Al elo ngumoetin anak orang ya??" mulutnya langsung dibekap sedangkan Amaya tampak tertunduk takut, sifat Sherina memang bar bar hanya saja dia baik.


" duduk" Al mempersilahkan kedua wanita didekatnya duduk. dan Al menjelaskan apa yang terjadi hari ini sehingga Al bisa membawa Amaya kemari

__ADS_1


" gila ya jaman sekarang masih ada kejadian kek novel novel gitu dijual sama saudara sendiri, jadi apa rencana Lo??" tanya Ina setelah berasumsi


" kamu jadi minat tinggal di Yogya??" tanya Al, dulu Ina pernah bercerita ketika SMA jika ia sangat ingin tinggal sendiri di tempat orang tepatnya di Yogya.


" mau sih, tapi kerjaan bagus kan banyaknya di Jakarta, gw harus kerja supaya bisa hidup kan"


" aku bakal biayain kamu tapi gimana kalo Surabaya aja?? aku ada temen dia punya perusahaan di dunia novel gitu, nanti kamu bisa ngelamar jadi editor novel gitu" tentu penuturan Al membuat Ina berbinar, jurusan yang ditempuh Ina adalah sastra.


" tapi ayah nggak ACC gw udah coba,"


" asal kamu mau rawat Amaya, dengan identitas baru aku bakal pastiin ijin mendarat dari ayah"


" beneran?? deal trus dia mau ngapain disana??"


" kuliah biar tatanan hidupnya lebih baik, ambil jurusan hukum"


" kenapa hukum??"


" supaya kalo ada kasus kaya gini lagi dia paham dan memberontak"


" itu urusan aku, kamu stanby nya kapan bisa berangkat ke sana??"


" dua Minggu lagi gw wisuda"


" oke deal setelah wisuda kita ke Surabaya"


Amaya hanya memperhatikan keduanya tanpa mengerti, jujur saja dirinya sangat polos dan tidak mengerti apa apa, paman dan bibi nya tidak membiarkan Amaya bersosialisasi dengan siapapun, setiap hari hanya perlakuan tak menyenangkan yang didapat, seperti menyuruh membersihkan rumah, memasak, mencuci, menyetrika bahkan tak segan mendapatkan pukulan jika memberontak bahkan makan saja hanya sehari sekali itupun dengan makanan sisa, dirinya menangis dalam diam nasibnya sangat beruntung dipertemukan orang baik seperti Alvian


" Amaya, " Al menyadarkan lamunan Amaya sontak gadis tsb kaget


" iya om"


" hah om?? elo dipanggil om??" Ina dengan lambe lemes berteriak membuat Al menatapnya jengah


" eh bocah, dia umurnya masih 22 sama kaya gw,"

__ADS_1


" oh maaf tadi aku panggil om nggak protes, aku panggil apa??" tanya Amaya


" kakak aja, elo panggil kita berdua kakak karna hanya beda 4 tahunan"


" oke kak,"


" untuk menghindari pelacakan orang yang udah beli kamu, aku bakal ganti semua identitas kamu menjadi baru, untuk nama aku kasih nama Ayumi Haruka nggak apa kan??" supaya mereka nggak deteksi kamu dimanapun" Amaya hanya mengangguk mendengar penjelasan Alvian dia paham


" dan kamu akan tinggal di Surabaya sama kakak bawel ini, sambil sekolah" ucap lagi Al


" untuk data aku? atau sekolah lanjutan biaya aja aku nggak ada"


" kamu ga usah khawatir, itu urusan aku, kamu terima beres lalu oenamlilan kamu akan aku ubah, maaf apakah kamu seorang muslim??" dan dianggukan Amaya


" elo ubah penampilan menggunakan hijab aja biar simple tapi nggak keliatan banget" Ina seloroh mengeluarkan pendapatnya dan dianggukan keduanya, jujur Al lebih menyukai Amaya apa adanya, gadis lugu dikepang dua dengan rambut sedikit bergelombang dan memiliki warna rambut hitam pekat ala Indonesia,


" aku juga mau kak pakai hijab hanya aja belum mampu membeli perlengkapannya"


" oke. trus besok pagi aku kerumah mamah mau ajak kalian keluar sekalian membeli perlengkapan pangan untuk Amaya"


" oke.. kalo gitu gw balik"


" yaudah makasih udah mau bantu" Ina pergi meninggalkan keduanya sejujurnya ia penasaran kenapa saudara sedingin kutub selatan itu mau membantu orang asing


" apa Al jatuh cinta sama Amaya itu ya??"


.


Amaya ditinggal sendiri di apartemennya Al, Al tidak membiarkan Amaya keluar dan sebagai gantinya seluruh stok pangan dipenuhi, Amaya dan Al pergi menuju supermarket untuk mengisi kulkasnya setelah Ina pulang, Amaya tidak diberikan akses keluar dengan mengambil akses card miliknya dan dibawa pulang Al, ia hanya mengecek cctv apartemennya yang memang sudah dia pasang dan disambungkan ke perangkat ponsel dan laptopnya tanpa siapapun tahu.


malam menjelang, Al menerobos situs SMA milik sekolah tempat Amaya sekolah, iya mengganti semua nama berkas yang tersimpan di sekolah tsb dengan nama baru, dia langsung menerobos situs dukcapil untuk mengganti nama Amaya di KTP dengan nama baru, pekerjaan rumit namun mudah butuh waktu dua jam untuk melakuka nya. sulit namun ia berusaha agar Amaya mendapat hidup lebih baik dan mulai besok, nama Amaya Larasati berubah menjadi Ayumi Haruka.


.


tbc

__ADS_1


__ADS_2