Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
ATP S2 : Aisha dan Dikha


__ADS_3

Alvian masuk ke dalam mobil dan memberikan mie ayam tersebut kepada sang istri, namun tak ada binar seperti biasa jika sang istri menginginkan sesuatu dan dituruti.


"sayang, ini mie ayamnya." ucap lembut Alvian namun sang istri hanya cemberut tak menanggapi.


" sayang,,"


"hiks.. hiks,... mas jahat sama aku."


nah loh,, kenapa lagi ini huft sabar, aku harus sabar menghadapi mood sang istri yang naik turun


" istri cantikku ini kenapa lagi sih? mau apa lagi hmm?" sebisa mungkin Alvian menahan rasa emosi biar  bagaimanapun ini adalah keinginannya bukan?


" mas kenapa tebar pesona begitu sama cewek cewek tadi? aku lihat loh hikss hikss apa aku memang sudah enggak menarik lagi mas?"


benarkan, pasti ada apa-apanya''


" maafin mas ya, mas terpaksa ngelakuin hal itu supaya dedek twins cepat dapat mie ayamnya nanti kalo dedeknya kelamaan terus ileran mau memang?" seumur hidup Alvian juga baru ini menggunakan ketampanannya untuk mendapatkan sesuatu dan itupun atas kemauan sang istrinya juga bukan?


" tapi apa harus tebar pesona begitu mas? apa aku sudah nggak menarik lagi didepan kamu mas?


* huftt jadi aku harus bagaimana?*


" ya bujuk aku dong biar aku enggak marah."


lakh dia denger apa yang aku bicarakan didalam hati?


" istri itu terlalu peka mas apalagi kalo suaminya aneh aneh didepan istrinya."


" hah.. kamu ini bicara apa sih?" Alvian frustasi oke sepertinya ia harus minta maaf sebagai jalan akhir dan meski bukan dirinya yang salah namun tetap saja dirinya yang mengaku salah.

__ADS_1


" oke,, sayang aku minta maaf, jadi mie ayamnya masih mau gak ini? kalo mau ya aku suapi kalo enggak mending aku kasih yang membutuhkan saja, dibuang sayang kan." buru buru Putri menjawabnya " mau,, Suapin.."


" oke."


dengan telaten, Alvian menyuapi Putri dengan sabar dan tenang, namun baru tiga suapan, sang istri sudah mengaku kenyang.


" mas,, aku kenyang."


lah, tadi dia yang ngotot minta mie ayam ini belum habis sudah minta udahan.


" sayang loh ini makanannya kalo enggak habis sudah bekas juga."


" yaudah mas habisin saja kalo begitu."


jadi ini, penyebab para suami mendadak gemuk dan buncit saat istrinya hamil? menginginkan sesuatu dan dalam beberapa suapan sudah tidak mau lagi?


" hufftttt..." mau tidak mau ia yang menghabiskan makanannya sedang putri dengan senyum mengembang memperhatikan sang suami makan hingga tandas, yang tiga bungkus lagi ia akan berikan kepada asisten rumah tangganya dirumah.


minggu tlah tiba, Alvian, Dikha, Putri dan Aisha berkunjung ke rumah mama Rahayu karna Papa Sakti dan Ibu Afanin akan kumpul dirumah Keluarga Ahmad sekaligus mau berpamitan karena mereka akan Pulang ke Bandung.


dan rencananya, Alvian akan mengumumkan kehamilan babby twinsnya itu.


fadly dan sherina sudah sampai karena kediaman mereka dekat dengan mama Rahayu sedangkan Alvian harus bersabar menunggu Morning Sick Putri mereda.


semua sudah sampai, dikha dan aisha memang menggunakan mobil berbeda dengannya lantaran dikha sudah diberikan mobil baru dari papa Sakti karena Alvian sudah bicara tentang kesediaan Dikha kuliah di luar negeri dan mau membantu Alvian kuliah di luar negeri dan menurut papah sakiti, Dikha harus diberi reward dan terjadilah mobil itu diberikan oleh Dikha.


saat smuanya berkumpul, Wajah Pucat Putri mengundang pertanyaan semua orang,


" kamu sakit putri?" tanya Afanin pada sang mantu.

__ADS_1


putri hanya menoleh ke arah sang suami sedangkan Alvian belum mau membuka suaraya.


mau tidak mau Putri menjawab pertanyaan dari mamah mertuanya itu " emm aku enggak sakit mah,"


" ko pucet?"


" Putri hamil anak kembar mah." Alvian tanpa berdosa dan memasang wajah datar mengatakan hal demikian namun tatapan tajam putri seakan berkata jika dia tidak menyetujui cara penyampaiannya.


sedang yang mendengarnya hanya melongo " maksudnya bagaimana? kamu hamil anak kembar?" Afanin hanya ingin meluruskan dan justru menjadi kejutan semua orang lantaran alvian dan putri sama sama saling membenarkan.


" yaampun papah mau punya cucu." sakti memeluk alvian dengan erat sedang putri mendapat pelukan hangat dari mama Rahayu dan Ibu Afanin juga Sherina.


" kakak, kakak ada iri nggak dengan kebahagiaan dari kak Putri?" tanya polos Aisha pada Dikha.


" Kak Putri memang pantas mendapatkannya dek," Dikha menjawab pertanyaan Aisha dan pada saat ini keduanya sedang menatap perlakuan istimewa keluarga alvian pada kakaknya itu atas kabar kehamilan dari Putri.


" Apa aku bisa dapat suami kaya kak Putri kak? Tanya Polos Aisha pada Dikha


" kamu yakinin pada diri sendiri jika kamu berbuat baik, maka kamu akan dapat yang baik juga dek."


" Kalau begitu aku bakal menjadi orang baik biar aku bisa dapat suami yang baik kaya kak alvian."


dikha menghadap sang adik dan mengacak rambutnya itu " nikah nikah pikirin sekolah kamu dulu jangan langsung mikirin nikah, kakak janji bakal jagain kamu sampai kamu dapat suami dan pendamping yang tepat buat kamu dan kamu doain moga kakak bisa mewujudkan permintaan kak alvian."


Aisha nampak bingung dengan ucapan Dikha yang ambigu " memang mas alvian meminta apa kak?'


" Nanti juga kamu tahu." Dikha tidak akan menjawab karena adiknya belum cukup mengerti ia akan menjelaskannya nanti saja untuk saat ini fokus pada permintaan alvian dahulu.


tbc

__ADS_1


Maaf Kalo banyak typo eyke baru coba update di Web mau coba saja sih hahahha


genks mampir dicerita aku yang baru judulnya belenggu sang mantan. makasih all


__ADS_2