Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Kembali


__ADS_3

Dua bulan kemudian Alvian dinyatakan sembuh dari depresi, sakti menemani Alvian tak pernah dia tinggal sedikitpun terkadang Abigail dan keluarga Moremans bergantian menjaga. selama dua bulan ini sakti mengutus orang kepercayaannya mengurus perusahaannya dan jika ada data ataupun file yang mesti di tanda tangani, ia akan melakukan dengan scanning atau jika pertemuan meeting penting, ia akan melakukan panggilan video semua kolega dan pemegang saham paham dan mengerti dengan situasi yang dialami Alvian anak semata wayangnya karna memang kasusnya masuk berita internasional.


sebelum kembali, sakti akan mengajak Alvian jalan dahulu untuk melepas penat karna berlama lama si rumah sakit, satu setengah bulan di rumah sakit dan setengah bulan waktu untuk berobat jalan, sakti semakin dekat dengan Abigail dan tentu membuat Abigail senang dan kembali bersemangat dari keterpurukan. hanya satu bulan waktu yang dibutuhkan Abigail untuk kembali normal


" sayang, kamu merindukan mamamu?" tanya sakti pada Alvian saat sedang berjalan jalan mengelilingi kota London


" iya papah, aku cuma bisa panggilan video saja, kangen si bawel Sherina, ayah dan mama" ucap Alvian sekarang lebih ramah dari sebelumnya


" kamu jika sudah kembali akan tinggal bersama mamamu atau dengan papa??" tanya sakti mencoba bertanya


" bergantian saja, tapi bisakah aku mengajak Ina jika menginap bersama papa??" dan dianggukan dengan antusias.


Abi tidak ikut ada pekerjaan yang mesti ia kerjakan.


" Ina juga anak papa walaupun tidak ada ikatan sayang"


" aku nggak sabar ketemu dia"


" nenek menunggu kita di Jakarta sayang"


" iya aku akan menemaninya nanti" ucap Alvian membuat sakti tersenyum


" bagaimana masalah sekolah?? apa mau home schooling saja atau tetap di sekolah umum?? jujur papa trauma jika melepas mu di sekolah umum lagi" ucap sakti lirih


" ayah tenang saja, aku akan baik baik saja, tidak baik jika harus home schooling juga terus terusan dirumah aku bosan, lagipula mereka sudah tewas kan" entahlah hanya perasaan sakti saja atau memang firasat mengatakan jika anggota Weeber belum sepenuhnya binasa walaupun mansion tsb sudah disita negara dan ditemukan gudang senjata ilegal, namun mereka jaringan internasional bisa saja ditemukan di negara bagian lain.


.


.

__ADS_1


"Thank you for bothering us, I am very grateful to have met a family as good as you. (terimakasih sudah mau direpotkan kami saya sangat bersyukur bisa dipertemukan keluarga sebaik kalian.) ucap sakti tulus pada Ribery Moremans, Martin Moremans dan Ellena Moremans selaku keluarga Abigail sedangkan Abigail sendiri sedang memeluk Alvian terus menerus seolah tidak mau di pisahkan. setelah dilakukan berobat jalan, keduanya lebih dekat dan saling belajar mengenai dunia mereka dunia hacker. kemampuan Alvian bertambah pesat, Alvian memang mudah menangkap sesuatu yang baru.


" I'm very happy that you want to work with us, hopefully things will get better and our cooperation will be stronger. I'm very happy and already treat Alvian like my own son look at Abigail don't even want to be separated (sama sama aku sangat senang kalian mau bekerjasama dengan kami semoga keadaan semakin membaik dan kerjasama kita semakin kuat. aku sangat senang dan sudah menganggap alvian seperti putraku sendiri lihatlah abigail bahkan tak mau dipisahkan) melihat kejadian tsb sakti hanya tersenyum dulu dia tidak suka dengan Abigail karna dirinya anaknya celaka kini hanya menjadi kenangan.


"I hope one day I can come back here dad ( aku berharap suatu saat aku bisa kembali ke sini dad)" Daddy panggilan Alvian ke Ribery.


mereka melakukan perpisahan hangat dan masuk ke dalam gate penerbangan


.


.


Jakarta


tempat yang beberapa waktu dirindukannya. sudah hampir dua setengah bulan sejak penculikan tsb ia meninggalkan tempat ini, bukan waktu yang sebentar maupun lama.


Rahayu yang menjemput begitu antusias menghampiri Alvian dan memeluk dengan erat juga sayang, Sherina memeluk sakti biar bagaimanapun dirinya sudah menganggap sakti sebagai papanya. Ahmad tak keberatan dengan sikap putrinya memang mereka sudah memberi arahan kepada keluarga kecilnya, meski Rahayu dan Sakti sudah berpisah, silaturahmi tetap berjalan dan tidak ada pertikaian.


" Al juga kangen mama" Al membalas pelukan, dan tak lama melepas pelukannya. Al memeluk Sherina yang sudah dari tadi ingin berganti pada mama sambungnya tsb.


" Al jahat, kok lama banget perginya, Ina sendiri Ina kangen cueknya Al Ina juga gamau pisah lagi sama Al"


" berlebihan" ucap ketus Al namun kembali dipeluk sodara sambungnya tsb. biar bawel tapi Al sangat menyayangi Sherina.


" ayah" Al memeluk Ahmad, selama ini komunikasi jarak jauh yang dia jalani kini dapat memeluk anak sambungnya lagi


" ayah kangen. selamat kamu hebat ayah bangga sama kamu" Ahmad memeluk erat dan mendapat balasan dari Al, Ahmad bahagia


" mas Al" mba Siti menangis, ia menangis karna haru, tak membayangkan bagaimana jadinya jika Siti berasa diposisi Alvian sudah barang tentu tidak akan sanggup.

__ADS_1


" udah jangan cengeng malu sama papa" ucapan Al membuat Siti melototkan matanya untung saja sedang memeluk Al jika tidak sudah pasti mukanya merah menahan malu karna godaan Alvian, Alvian tau Siti menyukai Sakti namun hanya sekedar mengaguminya.


" mas Al ih" gemas Siti mencubit pipi Alvian yang terlihat berisi mungkin efek obat dan vitamin dari rumah sakit membuat ***** makannya meningkat.


" aku akan kembali kerumah utama, bawa Alvian kerumah kalian besok aku jemput Al dan Ina menemui neneknya, aku sudah janji akan membawanya" ucapan sakti dianggukan Rahayu dan Ahmad.


" terimakasih, terimakasih atas semuanya" ucap Rahayu tulus, tidak mudah selama dua bulan setengah ini menghadapi kenyataan yang sulit.


.


.


" coba Al ceritakan sama Ina bagaimana London itu?? Ina mau kesana" Ina terus saja meneror Alvian dengan berbagai pertanyaan apapun, Ahmad sudah berpesan pada anaknya untuk tidak menanyakan mengenai penculikan disana takut Alvian kembali histeris meskipun sudah dinyatakan sembuh


" humm kau mau kita sekolah disana tidak??" tanya Alvian antusias namun mendengar itu Rahayu batuk tersendat liurnya sendiri sadar dengan gelagat Rahayu membuat Ahmad bertanya


" memang Al mau sekolah disana??"


" hmmm papa sakti menawarkan ku sekolah disana dan keluarga Moremans pun menawarkan tempat aku sejujurnya mau tapi tidak dalam waktu dekat" Alvian untuk pertama kalinya berkata panjang.


" wah Ina mau dong sekolah disana" ucap Ina antusias


" perbaiki dulu bahasa asing mu terutama bahasa Inggris"


Rahayu sedih mendengarnya namun ia tidak boleh egois ia akan menanyakannya lagi nanti saat dalam keadaan santai dan nyaman. Alvian berhak mendapatkan pendidikan terbaik.


.


tbc

__ADS_1


oke sudah dua bab YESS vote, coment dan like nya Ojo lali, don't forget


luph you saranghae ❤️❤️❤️


__ADS_2