Alvian Tungga Putra

Alvian Tungga Putra
Rencana study keluar negeri


__ADS_3

rumah yang dua bulan lebih ditinggalkannya tak banyak berubah, Al mengelilingi ditemani Sherina yang tak sedikitpun memberikan ruang untuk sendiri. Al tak masalah menganggap itu semua karena rasa bersalah nya dahulu, itu semua bukan kesalahan Ina, murni karna kecelakaan


" sayang kamar kamu sama kamar Ina udah dipisah ya. jadi kamu tidur sendiri ngga apa apa ya" Ahmad memberitahu Rahayu tentang kejadian Alvian melihat aksi pergulatan panas Keenan dan Abigail kala di Britania, sekedar berjaga jaga agar memisahkan kamar Al dan Sherina bukan karna tak mempercayai sang anak hanya berjaga agar kejadian tak diinginkan, kini Siti yang sudah dianggap Rahayu seperti keluarga sendiri menemani Ina tidur lantaran Ina belum bisa tidur sendiri lantaran masih trauma.


.


Al terus berkutat pada laptopnya, barang barangnya telah kembali hanya smartwatch nya saja yang lenyap di hancurkan anak buah Weeber menghilangkan jejak digital walaupun terkesan lamban buktinya Abigail dan Ahmad tahu keberadaannya.


semua berkumpul makan malam, menyambut kedatangan Al bak seorang pahlawan, Rahayu melawan rasa mual karna efek hamil memasak hidangan favorite putranya, ayam selimut tepung, gurame tepung dan sop bakso sapi jamur kesukaannya. Ina yang memang notabennya tukang makan tak henti mengunyah, tubuhnya tampak berisi semenjak ayahnya menikah dengan Rahayu masakan beliau juara.


.


.


" sayang, boleh mama masuk" ucap Rahayu merindukan me time dengan anaknya Alvian dan sang empunya kamar mengangguk menandakan diperbolehkannya Rahayu masuk.

__ADS_1


" ini ayah yang renovasi kamar Al," sangat terlihat jelas karna selera mereka sama, Ahmad benar benar memberikan yang terbaik. komputer dengan perangkatnya, ayahnya tahu jika dirinya hobby main game online juga, kadang suka battle ayahnya dikamar sedang Al dikamarnya.


kasur ukuran single, Rahayu tahu selera anaknya, kasur di pojokan dekat jendela walau tidak besar namun nyaman.



" maaf mama belum bisa kasih lebih seperti papa sakti, setidaknya kami sangat menyayangimu sayang tanpa membedakan" Rahayu memeluk Alvian dengan erat. namun anehnya anak itu tak memberontak.


" aku tahu mama mau ngomong sesuatu," tebakan Al benar seperti memang memiliki ikatan batin yang kuat.


" apa Al mau ninggalin mama??" tentu tidak bukan itu alasannya hanya ingin merasakan tempat berbeda bukan negara sendiri


" Al cuma mau cari pengalaman, hanya beberapa tahun aja nggak selamanya, tapi nanti nunggu dedek lahir. papa sakti menawarkan aku tertarik gapapa kan ma..?" Al pura pura bertanya, jelas Rahayu berat ditinggalkan Alvian tak pernah jauh dari sang anak. namun ia ingin belajar tidak ada salahnya jika memberi ijin pasti sakti akan menjaganya dan merawatnya dengan seluruh tenaga


" iya tapi nggak sekarang sekarang ya, minimal SMA atau kuliah gapapa kan, Ina boleh ikut" jawaban mamanya membuat Al tersenyum tulus.

__ADS_1


" thank you mam" Al memeluk mamanya dengan erat semoga saja dipermudah segalanya.


.


.


" aku pinjem anak anak dulu ya Ahmad, mama juga menyukai Ina karna humble dan ramai" sakti datang pukul delapan pagi, anaknya sudah siap namun ini masih terlalu pagi. weekend ini benar benar ingin digunakan sakti se maksimal mungkin. Ina begitu antusias sedang Al sebenarnya lelah hanya saja biar bagaimanapun neneknya berhak atas dirinya. sudah mulai berdamai dengan masa lalu


" iya gapapa tapi jangan nginep ya. kalo emang besok mau pergi lagi nggak apa yang penting pulang" ucap Rahayu ditemani Ahmad yang tak mau beranjak dari sisi sang istri rasa takut Rahayu direbut sakti masih ada meski sakti secara terang berkata sudah ikhlas. namun sakti pria lajang belum menikah lagi wajar ahmad merasa waspada.


" besok aku ada keperluan dengan perusahaan, dua bulan aku tinggalkan mesti aku cek dulu sebelum aktivitas. jangan khawatir" ucapannya dianggukan oleh keduanya.


Ina dan Al sudah siap. kini mereka meninggalkan halaman rumah Rahayu dan Ahmad.


"

__ADS_1


__ADS_2